• Blog Competition,  Daily Life

    #MoneySmartMenginspirasi Mama Milenial, Begini Tipsnya

    Foto : www.google.com

    Generasi milenial atau dikenal dengan Gen Y adalah mereka yang lahir di tahun 1980-2000. Generasi Y adalah mereka yang melihat internet sebagai sebuah penemuan yang hebat dan mengubah segalanya. Salah satu karakteristik khas dari generasi Y adalah daya konsumtif yang tinggi yang disebabkan pergeseran gaya hidup yang signifikan.

    Siapa yang termasuk generasi milenial disini?

    Wanita generasi Y yang sudah berkeluarga juga termasuk di dalamnya, lho! Perlu waspada nih, jangan-jangan kita juga masih cenderung konsumtif padahal sudah bertambah tanggung jawab untuk mengurus keluarga, terutama mempersiapkan masa depan anak-anak.

     

    Kalau menurut saya, berhemat ini tidak hanya untuk kepentingan keluarga tetapi juga untuk untuk kita sebagai individu. Buat saya -yang masih suka “jajan” kopi, make-up, skin-care- uang yang berhasil “diselamatkan” itu bisa digunakan untuk belanja jajanan tadi, menambah investasi seperti reksadana atau logam mulia, bahkan dijadikan dana liburan bersama keluarga.

     

    Belajar dari beberapa artikel di portal www.moneysmart.id berikut ini cara #MoneySmartMenginspirasi yang bisa kita lakukan untuk berhemat :

    1. Food/Meal Preparation

    Foto : www.pinterest.com

    Ini adalah kunci utama supaya saya bisa berhemat. Selain tentunya lebih sehat, dengan merencanakan apa yang mau dimasak dan dimakan selama periode tertentu maka kita bisa “menyelamatkan” isi dompet dari godaan-godaan makan di luar atau makanan yang ada di list gofood.  Salah satu blogger yang sudah melakukan ini adalah Twelvi Febrina. Beliau bisa berhemat sampai dengan 150 juta dan menggunakannya untuk travelling.

    Food/meal preparation itu adalah mempersiapkan makanan siap olah atau makanan matang selama periode tertentu, misalnya selama seminggu. Terlebih dahulu buatlah daftar menu apa yang mau kita masak selama seminggu. Periksa bahan-bahannya apa saja yang perlu dibeli. Lalu, persiapkan bahan-bahan makanan tersebut dalam porsi makan yang sesuai dengan kamu dan keluarga. Simpan dalam wadah di kulkas dan siap diolah/dipanaskan untuk dinikmati.

    Untuk pemula, tidak perlu terlalu ambisius. Bisa dicoba untuk satu meal dulu (pagi/siang/sore). Tips lainnya, food/meal prep bisa dilakukan tiap tiga hari. Hal ini agar kita bisa menyesuaikan mana yang paling cocok dengan kita. Pelan-pelan kita akan bisa membuat food/meal prep tiga kali sehari, atau bahkan persiapan makan selama seminggu kedepan.

    2. Hemat Listrik

    Foto : www.merdeka.com

    Penggunaan lampu LED direkomendasikan karena dayanya dapat dihemat. Menghemat listrik juga dapat dilakukan sesederhana mencabut charger atau peralatan listrik apapun yang tersambung ke stop kontak. Sedangkan untuk pemakaian AC, kita bisa menghematnya dengan menyetel di suhu 22-25 derajat celcius. Ternyata semakin rendah suhu ruangan disetel, maka semakin besar daya listrik yang digunakan.

    Nah, yang ini saya baru tahu banget setelah baca salah satu artikel disini. Kita bisa memantau pemakaian listrik melalui aplikasi online seperti PLN Online atau e-commerce market. Pemantauan bisa dilakukan setiap minggu atau tiap 10 hari. Kalau kita melihat bahwa pemakaian listrik sudah mulai melewati standar yang seharusnya kita bisa lebih waspada pemakaian listrik tanpa perlu menunggu tagihan akhir bulan. 

     

    3. Tidak Boros untuk Anak

    Foto : www.pinterest.com

    Siapa sih yang ga kepengen mendandani anaknya dengan baju atau sepatu branded biar sama seperti anak artis ibukota? Apalagi punya anak perempuan. Ada kepuasan tersendiri yang muncul! Apalagi kalau si anak pandai berpose. Instagrammable!

    Ini dia salah satu titik kelemahan para mama. Baru gajian sudah ada pos pengeluaran untuk beli baju baru, padahal baju yang lama masih banyak dan belum terpakai semua. Atau tiap minggu ada kiriman paket, entah itu sepatu anak, kaos kaki, bandana limited edition, atau kiriman beberapa kardus buku BBW dari jastip (jasa titip) online.

    Lha, kan saya kerja untuk anak? Boleh dong!

    Ya sah-sah saja kok membelikan barang-barang untuk anak. Toh mereka memang memerlukannya. Tapi tentunya jangan silau dengan barang-barang bermerek yang belum mereka mengerti sekarang. Atau membeli buku BBW yang lebih dari usia anak sekarang. Jangan-jangan belum dibaca sudah robek duluan karena dimainkan. Intinya, selalu lihat kebutuhan anak apakah itu memang mereka perlukan untuk saat ini. Kalaupun kita mau menyimpan barang-barang tersebut untuk 1-2 tahun ke depan, apakah sudah yakin tidak akan tergoda yang barang serupa dalam jangka waktu tersebut?

    4. Manfaatkan Promo

    Foto : www.pinterest.com

    Ini salah satu andalan saya untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau ya. Sudah banyak promo bertebaran di aplikasi-aplikasi online, mulai dari aplikasi belanja, transportasi, tiket, yang bisa memberikan diskon hingga setengah harga. Sering-sering deh memantau melalui aplikasi online supaya tahu info terkini promo yang sedang berlangsung.

    Promo juga biasanya bisa kita temukan di beberapa supermarket yang menawarkan keanggotaan. Kadang tidak hanya potongan harga yang kita bisa dapatkan, tetapi juga undian berhadiah dari pihak supermarket tersebut. Nah, pilihlah juga waktu yang tepat untuk belanja di supermarket. Biasanya promosi harga lebih banyak bertaburan di akhir pekan daripada hari kerja. 

    5. Gunakan Fasilitas Autodebet untuk Investasi

    Foto: www.nbcnews.com

    Autodebet adalah fasilitas menarik dana kita dengan jumlah dan waktu yang sudah disepakati. Tips terakhir ini dianjurkan dilakukan di awal bulan setelah kita menerima gaji atau transferan dari suami. Misalnya saya punya tabungan berjangka yang harus dibayarkan setiap bulan. Caranya mudah saja, tinggal berkoordinasi dengan pihak bank untuk menentukan tanggal, jumlah, fee tambahan, dan lainnya.  

    Kalau reksadana gimana? 

    Sudah banyak yang online kok, tinggal klik klik beres. Semua bisa dilakukan dari depan laptop saja. Silakan meluncur ke website Bareksa, mendaftar secara gratis dan mengikuti langkah-langkah disitu. Semuanya mudah dengan panduan ini. Dengan terlebih dahulu menyelamatkan investasi, kamu tidak perlu kuatir kehabisan uang sebelum transferan berikutnya masuk.

    Nah, mudah semua bukan? Selamat mencoba ya! Jangan ragu meluncur ke www.smartmoney.id untuk tips lainnya. Bagi teman-teman yang punya tips atau pengalaman berbeda, boleh juga ya share di kolom komentar. 

    Sumber Referensi:

    1. https://www.moneysmart.id/tips-menghemat-uang-ala-emak-emak/
    2. https://www.moneysmart.id/pangkas-pengeluaran-bulanan-dengan-mudah-lewat-cara-cara-ini/
    3. https://www.moneysmart.id/cara-cek-tagihan-listrik-yang-cepat-dan-hemat-biaya/
    4. https://www.moneysmart.id/biar-gak-repot-top-up-setiap-bulan-gini-cara-daftar-reksadana-autodebet/

    Sharing is caring! Share this article

  • Babywearing

    Berkenalan dengan Babywearing

    Foto : https://babywearinginternational.org/

    Sekilas Tentang Babywearing

    “Babywearing is the practice of keeping your baby or toddler close and connected to you as you engage in daily activities through the use of one of a variety of types of baby carriers.”

    – www.babywearinginternasional.org

    Gendong-menggendong anak bukan hal baru di dunia ibu ya. Dulu, gendongan selalu saya asosiasikan dengan JARIK.  Dimana-mana ibu yang saya pernah lihat pasti gendongannya pakai jarik, gendongnya miring, diket macam sumpelan di salah satu bahu ibu.

    Kalau berdasarkan definisi diatas, menggendong adalah kegiatan menempatkan anak tetap dekat dengan kita pada saat kita melakukan aktivitas sehari-hari dengan menggunakan satu jenis gendongan. Kenapa sih anak digendong? Ternyata gendong banyak manfaatnya, antara lain memperkuat bonding/ikatan antara anak dan ibu, mendukung pemberian ASI, membantu ibu mengatasi post-partum depression, dan yang pasti mempermudah perawatan anak. Tambahan dari saya, menggendong membuat stres berkurang. Tidak terus menerus terpapar tangisan bayi yang minta digendong dan bisa sambil multitasking mengerjakan tugas lainnya.

    Foto : www.tirto.id

    Setelah jadi ibu saya baru tahu bahwa gendongan itu ga cuma jarik. Ada banyak tipe baby carrier, posisi gendongnya pun bermacam-macam. Namun yang harus menjadi perhatian utama dalam menggendong adalah keselamatan anak. Maka itu, pastikan gendongan anak ergonomis dan kita juga mengikuti aturan menggendong TICKS seperti yang disebutkan diatas. Menggendong nyaman untuk ibu karena berat anak terdistribusi dengan seimbang dan tetap mendukung pertumbuhan tulang pinggul anak dengan baik.

    Foto : FB Mama's Journey Indonesia

    Posisi Menggendong yang Aman

    Dari yang saya baca dan pahami, termasuk sharing dengan sesama babywearers posisi menggendong yang aman adalah M-Shape (posisi seperti kaki katak) dan bentuk punggung J-Shape / C-Shape.

    M-Shape : Bayi digendong dengan posisi tegak, posisi kaki bayi dalam gendongan membentuk huruf M. Bagian bawah gendongan menyokong seluruh paha bawah, bokong, hingga ke lutut bayi. Posisi lutut bayi sedikit lebih tinggi dari bokongnya. Posisi ini ideal sejak usia 0 bulan dan merupakan posisi paling nyaman dan mendukung pertumbuhan tulang pinggul bayi.

    J-Shape Bayi digendong dengan posisi tegak. Posisi ini optimal untuk membantu tulang dan bantalan tulang punggung pada bayi untuk berkembang secara maksimal. Posisi ini merupakan posisi gendong dari usia newborn.

    C-Shape : Posisi Chin on Chest, dimana dagu menyentuh dada, ini adalah posisi yang dihindari karena mengganggu jalan napas dan membayakan bayi. 

     

    Foto : www.makgendong.wordpress.com

    Gendongan Mami Sola, Apa Saja?

    Saya sendiri berkenalan dengan babywearing melalui teman yang sama-sama senam hamil di salah satu rumah sakit. Awalnya masuk ke dalam WA grup, ikut baca dan menyimak pembahasan, lalu datang ke kopdar, dan ikut cicip-cicip gendongan. Tidak menyangka, babywearing adalah penyelamat saya dalam beraktivitas.

    Setelah melahirkan saya masih tinggal dengan mertua, sembari memulihkan diri. Tidak bisa dipungkiri, kalau sudah turun mesin memang saya amat butuh bantuan agar dapat fit kembali. Soal gendong menggendong sudah dijamin aman, karena pastinya banyak yang bisa bantu menggendong anak. Tapi bagaimana saat kembali ke rumah sendiri? Siapa yang bantuin, huhuhu.

    Gendongan pertama yang saya beli adalah yang berjenis strechy wrap, mereknya Bobita Wrap, warna dark turqoise. Kainnya panjang banget, cara pakainya ya gitu dililit-lilit dibadan. Waktu beli ini sudah lengkap dengan buku panduannya. Sangat disarankan untuk membaca dan berlatih dengan boneka sebelum menggunakannya pada bayi. Saya beli ini waktu usia Sola sekitar 3 bulan, tapi baru berani saya pakai setelah usianya 4 bulan dengan posisi front wrap cross carry alias gendong ala kangoroo. Meskipun diklaim bisa juga dipakai untuk anak usia toddler, menurut saya jenis ini lebih cocok untuk newborn. Karena sifat kainnya melar, makin berat bobot anak maka makin sering anak melorot saat digendong.

    Setelah leher Sola sudah kuat dan bisa duduk dengan baik, saya memutuskan beli gendongan baru. Kali ini pilihan saya jatuh pada jenis Soft Structure Carrier (SSC) karena kepraktisannya. Tidak perlu repot lagi lilit-lilit kain, tinggal klik klik klik semua sudah terpasang. Gendongan kedua ini bermerek Nana Baby Carrier, gendongan lokal yang menurut saya sudah bagus banget kok. Harga terjangkau dengan fungsi yang sama. Meskipun sebenarnya saya naksir berat sama tula, tapi harganya bikin saya mundur kejengkang. 

    Enaknya pakai SSC ini, saya bisa gendong belakang sehingga bisa lebih leluasa melakukan pekerjaan rumah seperti memasak dan mencuci piring. Sambil bekerja, nanti tahu-tahu Sola sudah tertidur pulas di belakang. Ini life saver saya banget selama di rumah hanya berdua dengan Sola. Gendongan bukan hanya penolong saat saya harus bekerja, tapi juga saat dia rewel, ngantuk tapi susah tidur, demam karena imunisasi, dan sebagainya.

    Berikut saya contohkan cara gendong belakang menggunakan SSC 

    Karena bobot Sola semakin besar, pundak saya rasanya tergigit menggunakan SSC Nana ini. Mungkin juga faktor ketebalan shoulder pad nya ya. Saya pun memutuskan untuk membeli (lagi) gendongan baru. Kali ini saya beli yang model hipseat SSC, merk i-Angel. Bantalan di pundak memang lebih tebal, dan dilengkapi dengan hipseat yang membantu gendong disamping badan tanpa harus memiring-miringkan badan. Kelebihan lain yang saya rasakan ya, anak bisa digendong depan dalam posisi menghadap ke depan sehingga jarak pandangnya pun menjadi lebih luas.

    Sola bisa leluasa melihat ke depan

    Sekarang usia Sola 19 bulan, masih suka gendong gak? Masihhhh bangett… 🙂 🙂 meskipun frekuensinya gak sesering dulu ya. Gapapa, gapapa, nanti akan ada waktunya anak gak mau digendong lagi jadi nikmatin aja. Secara keseluruhan, saya sukaaaaaaa semua carrier di atas. Saya juga gak menyesal sampai membeli beberapa carrier karena memang saya beli sesuai kebutuhan. Babywearing for the rescue, anytime!

    Sharing is caring!

  • Homecooking,  Organizing

    Food Preparation for Easy Days #TipsDariDapur

    Hallo semua!

    Kali ini saya mau share sedikit mengenai Food Preparation yang saya lakukan hampir setiap minggu. Ini bukan gaya-gayaan sebenernya. Karena keharusan saya mempersiapkan makanan untuk di rumah tetapi terkendala karena tidak ada yang membantu masak, jadi harus putar otak untuk mencari cara terbaik.

    Sewaktu dulu masih tinggal bersama mertua, saya tidak ambil pusing mau masak apa hari ini. Biasanya ibu mertua saya sudah menentukan mau masak apa, jadi saya tinggal ngikut aja. Sejak pindah ke rumah sendiri, “masak apa ya buat besok?” adalah pertanyaan tiada akhir tanpa jawaban pasti. Jangan dibandingkan sama Maudy Ayunda yang galau mau kuliah dimana ya buibu, hahaha *benerin cepolan

    Ini semua saya belajar step by step. Gak langsung pinter, gak langsung jago. Kadang ada lupanya, kadang banyak malesnya. Lalu ujung-ujungnya minta makanan dari rumah mertua atau pencet aplikasi GoFood, hahaha. Sampai sekarang pun saya masih tetap belajar supaya tetap konsisten. Untungnya sih sekarang sudah ada Mbak PP yang bantu masak, jadi food preparationnya ga seheboh dulu.

    Teman-teman yang merasa butuh melakukan food/meal prep mungkin bisa mencoba tips sederhana dari saya ini. Yang harus saya tekankan adalah teman-teman selalu menyesuaikan dengan keperluan dan kemampuan diri, jangan terlalu ngoyo karena tidak ada yang sempurna di dunia ini. Ah elah!

    Berikut caranya:

    1. Buat List Belanja Satu Minggu

    Ambil satu waktu tenang dan buatkan list belanja untuk satu minggu. Usahakan tidak per bulan. Kenapa? Menurut saya, mempersiapkan untuk satu bulan itu akan sangat sangat melelahkan. Why don’t we just take one simple step first? 🙂 

    Mulailah dari masakan-masakan yang sederhana dan tingkat keberhasilannya tinggi untuk pemula. List ini bisa diperbaharui setelah tiga atau empat hari sembari kita menyesuaikan diri. Kalau mau diganti-ganti masih bisa. Menu yang simple misalnya satu jenis lauk dan satu jenis sayur.

    Kalau dulu saya membuat dua sampai tiga menu untuk satu minggu. Misalnya rendang (bisa untuk dua hari), ikan goreng balado, dan ikan /ayam gulai. Tapi kadang yang terlaksana cuma dua menu, selebihnya bisa makan di luar, ambil makanan dari rumah ibu mertua atau kiriman dari Kang Gojek 

    Contoh: Nasi goreng, mie telor, telur ceplok, roti, susu, yogurt, buah-buahan, muffin/quick bread

    Rendang, sapi lada hitam, ayam bumbu, ayam goreng, ikan balado, telur balado, daging/ayam semur, ikan gulai, ikan asam pedas

    Capcay, tumis buncis, bening bayam, daun singkong tumbuk santan, tumis kacang panjang tempe, tumis tahu tauge, sayur kangkung, sayur sop, lalapan.

    2. Siapkan wadah yang sesuai

    Wadah disini adalah wadah penyimpanan makanan yang sudah diolah/mentah untuk disimpan di kulkas. Kalau bisa yang sesuai dengan porsi memasak kita, tidak ada kelebihan makanan yang disimpan ulang. 

    Buat saya kaca/plastik sama saja ya, yang penting aman dan sudah BPA Free.  Jenis wadah yang saat ini saya pakai sih ada dua macam Frenzy dan Tupperware.

    Udang, ikan, cumi biasanya saya simpan mentah tapi sudah dicuci bersih dan diberi garam + perasan jeruk nipis. Daging sapi atau ayam biasanya sudah saya masak dan dibagi ke dalam porsi, ketika mau dimakan tinggal dipanaskan. Untuk sayuran biasanya saya paling banyak beli labu siam, wortel, buncis. Sayuran berdaun hijau biasanya akan saya beli di hari H, soalnya ini gampang layu, kalau lagi males masak jadi ga rugi-rugi amat. 

    Bawang-bawangan, jahe, kunyit, laos/lengkuas beli secukupnya saja dan ditempatkan diluar kulkas. Kentang juga disimpan diluar kulkas. Kalau belinya banyak, jangan lupa untuk dijemur di bawah panas matahari sesekali supaya tidak rusak.

     

    3. Belanja dan Mulai Persiapan

    Tentukan satu hari khusus untuk belanja dan mempersiapkan bahan makanan. Kalau saya dulu setiap hari Minggu sepulang gereja. Alasannya sederhana, suami bisa nganterin dan hari Minggu biasanya jarang kemana-mana. Tapi sekarang berubah, kadang pas weekend, kadang pas weekday, menyesuaikan isi kulkas saja. 

    Setelah belanja, langsung eksekusi memulai persiapan. Protein hewani dicuci bersih dan simpan di freezer. Kalau saya selalu minta kangmas ikan di pasar untuk membersihkan bagian dalam dan potong-potong ikannya. Udang juga dibersihkan disitu. Hal yang sama berlaku untuk daging dan ayam.

    Udah tau kan kalau daging gak perlu dicuci dulu sebelum masuk freezer? Kalau ayam masih saya cuci sih, nanti pas dimasak dibuang kotoran yang mengambang di bagian atas.

    APA ITU LENGKUAS, KUNYIT, JAHE? GIMANA BEDAINNYA?

    Ya ampun ini pertanyaan saya banget. Untuk yang ga mau ketahuan begonya, langsung saja meluncur ke supermarket. Ini yang saya lakukan juga kok, hahaha. Entah kenapa waktu di-training ibu mertua belum mudeng. Nah lama-lama jadi AGAK TAHU yang mana kunyit, jahe, lengkuas, kencur, dll. Setelah agak pede, saya belanja ke warung dekat rumah. Sambil sok ikrib bertanya ini kalau ikan ini enaknya masaknya gimana ya? kalau tauco yang mana ya? kalau ini kalau itu dst.

    Setelah pindah rumah, kalau gak sempat ke pasar, saya belanja sama tukang sayur keliling di komplek. Enaknya, bisa privat nanya-nanya bumbu masakan sama dia. Selain itu, bisa nitip mau dibawain apa untuk besok.

    Pada saat mempersiapkan bahan-bahan, pastikan bahwa tidak ada cross contamination pada protein hewani dan sayur/buah. Kalau saya punya 2 talenan dan 2 pisau, masing-masing untuk protein hewani dan sayur. Sebagai tambahan, teman-teman bisa membaca ini sebagai basic food handling 

    TIPS ala ala Mami Sola

    Tips ala ala ini tercipta berdasarkan pengalaman pribadi, tidak menjamin keberhasilan food preparation tiap orang.

    1. Kalau masih bingung soal perbumbuan, carilah tukang bumbu di pasar yang bisa dipercaya. Artinya dia menggiling bumbunya sendiri di depan mata kita, jadi dipastikan jauh dari pengawet-pengawet.

    2. Selalu mengecek ketersediaan bahan makanan di kulkas, sehingga saat belanja tidak berlebih-lebihan.

    3. Kenalan sama pedagang, ajak ngobrol, sok akrab dikit bolehlah. Saya aja punya kok nomor hp kangmas ikan sama kakak penjual bumbu. Hahaha.

    4. Sebulan terakhir ini saya belanja mingguan dengan bawa wadah sendiri, terutama untuk protein hewani. Selain #lesswaste ternyata lebih ringkas karena begitu sampai rumah tinggal cuci di wadahnya langsung.

    5. Be flexible. Walaupun judulnya sama-sama food preparation tapi penyesuaiannya sangat berbeda di masing-masing orang (dan rumah tangga). Jangan terlalu ekstrim sehingga mudah lelah dan menyerah. Pelan-pelan, yang dibutuhkan hanya niat dan konsistensi.

     

    Selamat mencoba ya, teman-teman! 

    Sharing is Caring! Share this article

  • Education,  REVIEW

    Review Buku: Berbeda Itu Seru

    Yeaayyy akhirnya selesai juga saya membaca beberapa buku dalam bulan ini. Sudah agak lama nggak update blog ini ya *hempaskan debu-debu hahaha.

    Kali ini saya mau review satu buku yang dibuat oleh teman saya, Dinda Nocyandri, M. Psi. Berlatar belakang psikologi pendidikan dan menghabiskan banyak waktu dengan anak-anak membuat Dinda menciptakan karya sebuah buku sebagai salah satu alat bantu mengedukasi dan mensosialisasikan bagaimana berinteraksi dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus.

    Teman-teman pernah mendengar pendidikan inklusi?

    Pendidikan inklusi adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan pada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Atau, dengan sederhana dapat dikatakan menggabungkan anak-anak dengan kebutuhan khusus dengan anak-anak lainnya di dalam satu kelas yang sama.

    Lha, gimana ngajarin ABK dan anak biasa di dalam satu kelas?

    Bisa! Tentunya sekolah penyelenggara pendidikan perlu memastikan beberapa hal ini terjadi di ruang kelas:

    1. Sekolah menyediakan lingkungan yang ramah anak, fasilitas yang mendukung agar setiap anak dapat belajar dan bermain dengan nyaman dan aman.

    2. Pengajar mampu mengelola kelas yang heterogen dengan pendekatan pembelajaran individual, misalnya dengan mengubah format pelajaran, strategi mengajar, memodifikasi bahan pengajaran, menyediakan aktivitas alternative, dan menyediakan asistensi personal untuk anak (atau dikenal dengan shadow teacher.

    3. Memberikan sosialiasi kepada anak-anak agar dapat belajar dan bermain bersama dengan teman-temannya yang berkebutuhan khusus.

    Oke, gak pake panjang lebar lagi langsung aja kita bahas tentang buku ini

    Deskripsi Buku

    Judul Buku: Berbeda Itu Seru

    Pengarang : Dinda Nocyandri, M. Psi, Psikolog, CGA

    Penerbit    : Meliora Learning Academy

    Jumlah hal : 42 halaman

    Resume:

    Buku ini bertujuan untuk mensosialisasikan cara mengenal, bermain, dan beradaptasi dengan teman yang berkebutuhan khusus. Buku ini berisi empat cerita utama, yaitu:

    1. Tentang Galan yang autis
    2. Tentang Billy yang selalu bergerak
    3. Tentang Kay-Kay yang memakai alat bantu dengar
    4. Tentang Juna yang tidak berbicara

    REVIEW BUKU

    Buku ini menceritakan ABK yang mungkin ada di sekitar kita, lengkap dengan ciri atau karakteristik khususnya. Misalnya aja di cerita tentang Galan, disitu disebutkan apa saja ciri Galan yang autis , bagaimana Galan mempersepsi sekitarnya berbeda dengan kita yang normal, dan kebutuhan Galan akan guru pendamping (shadow teacher). Buku ini juga dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak, ditambah dengan ukurannya yang sebesar A4 dan full color membuatnya menarik bagi anak-anak.

    Poin yang penting juga, disini anak-anak diberitahu bagaimana berinteraksi dengan teman ABK sesuai kebutuhan mereka. Misalnya, kalau Galan sedang merasa tidak nyaman maka dia akan menepuk-nepuk bagian tubuhnya. Nah, teman-teman Galan bisa mengingatkan Galan bahwa tidak ada yang berbahaya atau menyampaikan hal itu kepada shadow teacher. Contoh lain, ketika Kay-Kay tidak mendengar saat diajak bicara kita bisa bantu memeriksa apakah baterai di alat bantu dengarnya perlu diganti. 

    Jadi melalui buku ini, kita bisa membantu anak memahami bahwa ada anak-anak berkebutuhan khusus di sekitar kita, bahwa kita tidak perlu takut atau menjauhi mereka, justru kita bisa tetap bermain bersama mereka. Secara tidak langsung anak-anak juga bisa belajar berempati dengan teman-temannya yang berkebutuhan khusus.

    Beli dimana?

    Belinya bisa langsung menghubungi

    Dinda  : 085210756266

    Meliora: 085858709355

    Masih ada tiga buku lagi buat direview. Menyusul yaaaah 🙂

  • Blog Competition,  Education,  Parenting

    Lima Keterampilan Non Akademik Untuk Anak

    Sudah pernah baca buku karya Amy Chua yang berjudul Battle Hymne of the Tiger Mother?
    Ini adalah salah satu buku parenting yang banyak menuai pro-kontra karena isinya yang sangat provokatif. Saat ini sih saya belum selesai membaca buku ini, tapi sejauh ini sudah cukup membuat
    saya merasa WOW, hehehe. Buku ini mengisahkan pengalaman pribadi Amy Chua dalam membesarkan kedua anak perempuannya dengan cara yang sangat Chinese yang bertentangan dengan pengasuhan ala Barat. Tapi saya bukan mau me-review buku, kok. Sekedar ingin membagi insight.

    Membaca buku ini membuat saya tertegun, bahwa yang namanya orangtua pada dasarnya ingin yang terbaik bagi anak sebagai upaya mereka mempersiapkan masa depan yang cemerlang. Mengenai tipe pengasuhan apa yang dianut, semuanya kembali kepada nilai-nilai atau berbagai pertimbangan lainnya yang dimiliki orangtua.
     
    Sumber: www.google.com


    As
     I often said to the girls, “My goal as a parent is to prepare you for the future – not to make you like me.” (Amy Chua, Battle Hymne of  the Tiger Mother, 2011)

    Saya setuju dengan ucapan tersebut. Sebagai orangtua, saya ingin yang terbaik untuk anak saya, terutama dalam menghadapi dunia dengan segala tantangannya. Saya ingin anak saya sukses, berhasil, dan mapan. Saya mau ia nantinya tidak punya keterbatasan finansial untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, bahkan kebutuhan tertiernya. Saya yakin, pendidikan adalah cara untuk mencapainya. Pendidikan adalah cara mencapai kesuksesan.
     
    Saya ingat sekali betapa orangtua saya menekankan kami, anak-anaknya, untuk selalu belajar dan mendapat peringkat yang bagus. Saya dituntut masuk ke sekolah negeri: SMPN 75, lalu ke SMAN 78, dan PTN. Betapa seringnya saya dicekoki cerita tentang kesuksesan uda-uda dan namboru saya yang namanya tersohor sampai ke kampung halaman di Samosir, Sumatera Utara. Bukan sombong, tapi saya hampir selalu bisa membanggakan orangtua saya dalam hal akademis. Semua yang mereka tuntut dapat saya usahakan, dan membanggakan mereka membahagiakan saya.
     
     
    APAKAH CUKUP HANYA KEMAMPUAN AKADEMIS SAJA?
     
    Saya ingat ketika anak saya baru mulai belajar berjalan di sewaktu usianya masih 9 bulan. Ia tidak seimbang, baru berjalan 1-2 langkah lalu sudah jatuh. Saat jatuh ia akan menangis, mencari saya, menunggu bagaimana saya merespon. Seperti ibu-ibu lain saya akan bilang, “Gapapa ya, Sola. Anak pintar. Sekarang bangun yuk, coba jalan lagi,” diiringi dengan tepuk tangan sambil bersorak.  Padahal hati carut marut lihat anak jatuh di depan mata. Ingin segera lari mengangkat, tapi ada sebagian diri saya menunggu dia bangkit sendiri. Saya memperhatikan tetapi tidak menolong setiap waktu.
     
    Akan ada masa dimana kita tidak lagi bersama anak-anak kita. Yang ingin kita berikan adalah semua bekal untuk menghadapi masa depan. Ini semua tentang bagaimana mereka dapat bertahan tanpa
    kita kelak.
     
    Faktor yang menentukan kesuksesan bukan hanya prestasi akademis. Sebut saja tokoh terkenal yang tidak begitu sukses dalam pendidikan di sekolah, Thomas Alva Edison. Semasa kecil ia dianggap bodoh, tertinggal, dan putus sekolah tetapi akhirnya ia justru dikenal sebagai penemu lampu listrik setelah 9955 kali percobaan. Disini ada kegigihan, keuletan, semangat, dan sikap positif lainnya yang dimiliki Thomas Alva Edison.
     
    Sumber : www.google.com
     
    Nggak, saya nggak muluk-muluk mengharapkan anak saya menjadi penemu seperti Edison. Ya, kalau dia bisa sih saya amin-kan saja. Sebagai orangtua saya ingin dia sukses dalam versi terbaik dari dirinya. Mudah-mudahan saya dan suami diberi rejeki yang cukup untuk menyekolahkan anak, mendidiknya dalam nilai-nilai yang positif, dan mendukungnya dalam berbagai keterampilan –praktis atau softskill- yang pasti berguna bagi masa depannya kelak.
     
     
     
    KETERAMPILAN NON AKADEMIK
     

    Bicara soal keterampilan, menurut saya keterampilan non-akademik juga perlu dikembangkan. beberapa waktu yang lalu saya sempat bertanya mengenai pentingnya keterampilan non-akademik di instagram story. 65% dari teman-teman peserta voting setuju bahwa anak perlu diberikan les tambahan non-akademik.

    Sumber : instagram pribadi


    Hasil sharing menyebutkan beberapa keterampilan dasar yang perlu dajarkan kepada
    anak antara lain:

     
    BERENANG
    Sumber : www.google.com

     

    Berdasarkan data dari WHO, dilansir VOA Indonesia, lebih dari setengah jumlah orang yang tewas karena tenggelam berusia 25 tahun ke bawah, dan paling banyak anak di usia di bawah lima tahun.  Lebih mengerikannya, setiap tahun sekitar 372.000 orang mati tenggelam dan tingkat kematian tertinggi terdapat di wilayah Afrika, Pasifik Barat, dan Asia Tenggara. Jadi, kemampuan berenang ini sebenarnya adalah salah satu kemampuan bertahan hidup yang wajib dimiliki oleh anak.
     
    Selain faktor diatas, berenang juga memberikan banyak manfaat kesehatan dan kesenangan bagi anak. Berenang membuat paru-paru sehat, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, meningkatkan stamina, bahkan dapat memperbaiki postur tubuh. Kesadaran akan keterampilan ini sepertinya  sudah banyak disadari orangtua muda. Di Jakarta saja sudah banyak tempat les renang, bahkan mulai dari kelas bayi. Jadi ini adalah must have skill yang akan saya perkenalkan kepada anak di usianya nanti yang ke-dua. Siapa tahu nanti bisa jadi atlet juga J

     
    MEMBELA DIRI
    Sumber : www.google.com

     

    Berdasarkan data KPAI, dikutip dari Tempo.com, kasus kekerasan pada anak pada anak di tahun 2018 mencapai 445 kasus, dimana 288 (51,2%) kasus di dalamnya adalah kekerasan fisik, verbal, dan seksual. Kekerasan bisa dilakukan oleh teman sebaya, guru, atau orang dewasa lainnya. Kejadian kekerasan sangat besar kemungkinannya terjadi di luar jangkauan kita, sehingga sangat penting bagi anak untuk dapat membela diri di saat-saat yang berbahaya.
     
    Tidak ada salahnya mengikutsertakan anak pada kelas diri fisik seperti taekwondo atau martial art. Selain ituanak juga perlu dibekali kemampuan yang meliputi kewaspadaan terhadap lingkungan, belajar mempercayai insting, fokus pada menghindar daripada mengkonfrontasi, bagaimana mencari jalan keluar dari situasi yang berbahaya, dan kepada siapa anak harus mencari pertolongan.

     
    BAHASA ASING
    Sumber : www.google.com

     

    Kemampuan berbahasa asing ini amat diperlukan, apalagi dunia kini semakin terhubung antara satu negara dengan negara lain. Terciptanya banyak kerjasama dan hubungan internasional mengharuskan anak-anak kita kelak dapat berkomunikasi menggunakan ragam bahasa yang berbeda-beda. Dalam belajar bahasa, bahasa Inggris masih jadi favorit untuk disandingkan dengan bahasa Indonesia, selain bahasa Mandarin. Nah, kita bisa mulai memaparkan bahasa asing ini kepada mereka sejak mereka masih kecil. Yang penting menurut saya adalah konsistensi dalam mempraktekkannya. 
     
    Tapi nanti anaknya bingung kalau diajarkan bilingual?
     
    Jangan kuatir! Menurut seorang ahli, Francois Grosjean, pada dasarnya anak itu (dimana pun berada) tumbuh tidak dengan satu bahasa saja. Misalnya, saya sendiri yang tumbuh dengan basis bahasa Batak dan bahasa Indonesia. Atau teman saya yang tumbuh dengan basis bahasa Jawa, Sunda, dan Minang.
     

    Grosjean berpendapat bahwa anak akan mengembangkan kemampuan berbahasanya jika ada kebutuhan untuk itu dan interaksi di lingkungan menciptakan kebutuhan tersebut. Menurutnya, cara terbaik untuk mengajarkan anak bilingual atau lebih adalah dengan menggunakan satu bahasa di rumah, dan bahasa lain di luar rumah. Sehingga jelas di pikiran anak bahwa untuk berinteraksi di rumah ia harus menggunakan bahasa X, sedangkan diluar rumah ia harus menggunakan bahasa Y. Lebih lengkapnya mengenai paparan yang disampaikan Grosjean bisa dibuka disini.

    CODING
    Pada kenyataannya, semua pekerjaan di masa depan terkait erat dengan keterampilan pemrograman komputer. Jika kita tidak tahu bagaimana memprogram, kita hanya akan terus menjadi konsumen atas dunia yang semakin maju ini. Sehingga menjadi penting untuk tahu bagaimana menavigasi dunia di era digital ini dengan kemampuan mengatur dan mengoperasikan komputer.
     
    Ada sebuah video menarik yang membuka mata saya akan kebutuhan keterampilan ini :
     

    Sumber : https://code.org/promote

    Meskipun terdapat banyak situs pembelajaran online, untuk keterampilan ini saya lebih setuju belajar praktek di tempat kursus dengan tutor yang berpengalaman. Tempat yang saya rekomendasikan adalah DUMET School yang menawarkan jadwal fleksibel, semi private, belajar sampai bisa, dan bahkan gratis konsultasi setelah lulus. 

    Dalam modul Coding For Kids, anak-anak usia 6-12 tahun akan mempelajari bagaimana membuat game interaktif, dasar-dasar sebuah program, dan melatih cara berpikir murid agar lebih terstruktur. Setelah lulus, anak-anak akan bisa membuat hasil karya game sederhana sendiri dan akan lebih mudah menguasai bahasa program lain. Tidak hanya itu, DUMET School juga menawarkan modul Design For Kids yang memampukan anak untuk membuat karya desain grafis sederhana sendiri dan melatih daya kreatifitas anak.

    Menariknya, DUMET School juga memberikan FREE TRIAL bagi anak dan saat ini juga sedang mengadakan promo harga untuk bundling dua modul sekaligus, diskon sampai dengan Rp. 1.500.000. 

    Promo Bundling 2 program
     

    Buat ibu-ibu, dua hal diatas penting banget ya kan? Anak bisa maksimal belajar dengan harga lebih terjangkau.

     
    KESENIAN
    Sumber : www.google.com

     

    Sebagai mantan penyanyi paduan suara di masa lalu, bernyanyi adalah salah satu cara saya mengekspresikan diri. Sampai sekarang pun masih, hanya saja levelnya sudah turun menjadi penyanyi kamar mandi saja. Hahaha. Ya, kadang-kadang masih bernyanyi di gereja dan beberapa event undangan. Tidak hanya rasa senang saat bernyanyi, saya juga merasa dapat “melepaskan beban” sejenak dari rutinitas yang saya jalani.

    Secara umum banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kesenian, misalnya meningkatkan kreativitas, mendorong anak untuk meningkatkan kemampuan akademis, meningkatkan kepercayaan diri, kegigihan, fokus, dan kerjasama.

    Tidak seperti saya yang hanya bisa mengolah vokal, saya ingin memberikan sebanyak mungkin pengalaman berkesenian terutama bermain alat musik kepada anak. Pilihan favorit saya sih masih piano dan biola. Kenapa? Ya karena saya suka aja, hehehe. Lebih lagi, jika kemampuan bermusik ini dikembangkan secara professional, anak dapat menjadikannya sebagai salah satu sumber pemasukannya kelak.

     

    Nah itu tadi beberapa keterampilan non-akademik yang bisa kita ajarkan kepada anak untuk mempersiapkannya menjalani kehidupannya sekarang dan kelak. Tentu semuanya dibarengi dengan doa, konsistensi, kesabaran, kemampuan orangtua mengatur keuangan. Hahaha. Karena semua pakai biaya, Jendral! Semangat J




    Tulisan ini diikutsertakan pada DUMET School Blog Competition Periode Februari 2019

     

  • Blog Competition

    ASUS ZENFONE MAX M2, Ponsel Andalan Untuk Gaming++

    Bicara soal ponsel gaming, ada masa dimana saya belum paham betul tentang spesifikasi ponsel untuk main games padahal lagi cinta-cintanya main games di situ. Dampaknya, saya jadi sering banget ngalamin ponsel panas, nge-hang, lemot, dan lainnya. Aktivitas gaming terpaksa dihentikan, menunggu si ponsel adem dan siap digunakan kembali. Tapi kan kesel, lha wong main games paling sering dilakukan di jalan menuju dan pulang kantor, sambil nunggu Transjakarta yang datengnya seabad sekali atau waktu di kereta yang penuh sesak kayak ikan teri di ember. Niat hati itu main games supaya mengurangi stres di perjalanan, tapi kalau ponsel sudah berulah, ya sudah gagal deh, ga jadi main! Begitulah kalau punya ponsel yang dipaksakan. Spesifikasi ponsel saya tidak kuat untuk gaming, ditambah lagi aplikasi lainnya yang membuat kerja ponsel saya semakin berat. Saya pun terpaksa menghapus beberapa aplikasi dan mengunduhnya lagi saat diperlukan. Repot bener ya? Lama kelamaan minat saya bermain game pun luruh.
     
    Kini, ditengah kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga, saya kembali mulai menggemari bermain games di ponsel untuk menghilangkan kebosanan. Main game dilakukan sambil menemani anak tidur siang atau ketika saya sulit tidur malam hari. Namun, berkaca dari pengalaman masa lalu, saya ingin punya ponsel yang lebih mumpuni, dong! Sebelum memilih ponsel baru, saya menyelidiki ternyata ada beberapa penyebab yang membuat aktivitas main game terhambat, seperti terlalu banyak mengunduh aplikasi, terlalu banyak aplikasi berjalan, RAM kecil, atau mungkin game yang tidak sesuai dengan versi Android.
     
    Oleh karena itu, ada beberapa kriteria –versi saya-yang wajib dipenuhi saat memilih ponsel baru: Prosesornya kencang, RAM memadai, baterai tahan lama, fungsi kamera dan audio yang bagus, tetap harus stylish, ringan bobotnya dan harga terjangkau.
     
     
    PERKENALKAN, ASUS ZENFONE MAX M2
     
    Foto : www.asus.com
     
     
    Setelah berkelana beberapa waktu mencari spesifikasi yang sesuai, akhirnya saya menetapkan hati ke salah satu ponsel keluaran ASUS yaitu Zenfone Max M2. Sebagai ibu rumah tangga dengan banyak prioritas kebutuhan tapi tetap mau kece dan bisa main game, ponsel ini merupakan alternatif ponsel gaming dengan harga terjangkau yang memiliki performa maksimal di kelasnya. Dengan budget sekitar 2 jutaan saja kita sudah bisa membawa pulang Asus Zenfone Max M2. Kita lihat satu persatu, yuk!
     
    PERFORMA YANG KUAT

    Zenfone Max M2 menggunakan sistem operasi Android Oreo 8.0 dan didukung oleh CentralProcessing Unit (CPU) dan Graphic Processing Unit (GPU) yang terbaik untuk kebutuhan gaming. CPU adalah pengendali jalannya system dalam android, ibaratnya seperti otak komputer. Prosesor yang digunakan adalah Qualcomm Snapdragon 632 yang memberikan performa kuat. Ini menjadikannya lebih cepat, lebih hemat daya dan tidak panas. Sedangkan GPU (Graphic Processing Unit) adalah semacam perangkat yang membantu CPU memproses dan menampilkan gambar/grafik dengan baik. Zenfone Max M2 sudah didukung oleh GPU Adreno 506Kerja prosesor ini juga didukung oleh RAM sampai dengan 4GB. Tahu kan, semakin besar kapasitas RAM, semakin besar pula informasi yang dapat disimpan di dalamnya, dan menghasilkan performa yang semakin lancar. Zenfone Max M2 tersedia dalam dua pilihan, yaitu RAM 4GB/internal 64GB dan RAM 3GB/internal 32GB.
     
    RINGAN DAN STYLISH

    Ponsel ini hadir dengan desain bodi baru yang lebih ramping dan ringkas, dengan premium metal finish serta tiga pilihan warna yaitu Midnight Black, Space Blue, atau Meteor Silver. Dengan berat hanya 160 gram dan dimensi ketebalan 7,7 mm bikin saya makin suka karena tidak terkesan bulky untuk ponsel gaming.
     

    BATERAI TAHAN LAMA DAN DISPLAY LUAS

     

    Zenfone Max M2 dilengkapi dengan baterai li-polimer 4000mAH. Asus mengklaim bahwa kemampuan baterai ini luar biasa bisa bertahan selama 2 hari pemakaian normal.
     
    Foto: www.asus.com
     
    Selain itu, ZenFone Max M2 menggunakan layar 6,3 inci dan resolusi HD+ dengan aspek rasio 19:9 dan screen-to-body ratio hingga 88 persen. Wah, ini sangat menyenangkan sekali! Kita dimanjakan dengan display yang luas saat bermain game. Bagi saya, ini memberikan rasa nyaman tersendiri. Selain itu, saya juga bisa puas marathon nonton drama Korea kesukaan saya di layar yang lebar atau mendengarkan musik favorit tanpa harus bolak balik mengisi daya baterai.
     
    KAMERA DAN AUDIO MEMIKAT

    Zenfone Max M2 mengusung sistem dual-camera. Dengan resolusi 13 MP+2MP dan aperture F1.8, kamera belakang ZenFone Max M2 dapat mengambil foto dengan jelas dan detil. Sedangkan kamera depan dilengkapi dengan resolusi 8MP dan aperture F2.0 lengkap dengan Softlight LED Flash. Asus juga melengkapi ponsel ini dengan fitur Al Scene Detection yang secara otomatis mendeteksi latar gambar dan mengoptimalkan setting foto yang sesuai
    (ada 13 tipe setting foto). Kamera ponsel yang mumpuni amat penting bagi saya, karena saya juga menggunakan ponsel untuk memfoto barang jualan saya di media sosial.
     
    Pengalaman audio dengan Zenfone Max M2 juga tidak kalah bagus. Dibekali dengan 5 magnet speaker dan amplifier NXP dengan distorsi rendah, ponsel ini mampu memberikan suara yang kuat, jelas, dan jernih. Pas kan, kalau dipakai mendengarkan musik favorit saya atau memutar lagu-lagu nursery rhymes untuk puteri saya, hehehe.
     
    RUANG PENYIMPANAN YANG BESAR

    Zenfone Max M2 memiliki 2 slot SIM Card 4G LTE dengan kecepatan lebih dari 300Mbps7 dan juga slot microSD yang bisa menampung data sampai dengan 2TB. Dengan triple shot seperti ini, artinya saya bisa menyimpan lebih banyak data. Hore!
     
    Tabel Spesifikasi Asus Zenfone Max M2, sumber : www.asus.com, infografis : Helena
     
     
    KESIMPULAN 
    Zenfone Max M2 adalah alternatif ponsel gaming yang menawan di kelasnya, apalagi ponsel ini juga menawarkan kelebihan seperti prosesor, baterai, kamera, audio, kapasitas, dan lainnya yang membuat saya tidak ragu memilihnya. Ponsel ini tidak sekedar untuk bermain game, tetapi juga
    mendukung untuk lifestyle. Dengan harga yang terjangkau, hanya 2 jutaan saja, banyak kelebihan yang ditawarkan oleh Zenfone Max M2.
     
     
     
    Catatan : Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi yang diadakan oleh
    Blog Om Yahya
     
     
     
      
  • Blog Competition,  Education,  REVIEW

    Si Kecil Aktif Berkat Asupan Sehat : Review Susu UHT



    Akhir tahun 2018 yang lalu, ceritanya saya mulai belajar lebih dalam mengenai Montessori. Tujuannya tentu supaya saya bisa menerapkan metode ini di rumah ya, ibu-ibu. Menerapkannya secara langsung nanti kepada anak tentu memberi perspektif berbeda bagi saya sebagai ibu. Dari sini jugalah saya mengenal ada yang dinamakan periode sensitif. Periode sensitif adalah periode tertentu dalam hidup anak dimana ia fokus menyerap satu karakteristik dari lingkungannya dan mengenyampingkan yang lain. Disebutkan juga bahwa dalam periode ini anak memilliki sensitivitas yang kuat terhadap satu pengetahuan atau keterampilan baru. Sensitivitas ini berlangsung pada suatu periode dan tidak berulang. Gampangnya begini, ini adalah masa-masa ketika anak suka sekali mengulang-ulang suatu kegiatan tanpa alasan yang jelas. Misalnya membuka dan menutup tutup botol atau mengambil dan mengembalikannya sesuatu ke tempatnya berulang kali.



    PERIODE SENSITIF PADA BENDA KECIL DAN PADA INDERA


    Periode ini biasanya dimulai pada usia sekitar satu tahun. Putri saya, Sola, sudah mulai bisa berjalan di usia sembilan bulan. Seiring dengan meningkatnya kelancaran berjalan, tingkat keaktifannya meningkat 100%. Keterampilan lain yang ikut berkembang misalnya memanjat kursi atau sofa dan naik turun anak tangga. Daerah jajahannya juga sudah sampai ke dapur dan kamar gudang di rumah. Lama kelamaan Sola mulai suka menjelajah ke area yang lebih luas, misalnya teras atau ke halaman rumah. Perhatiannya pun mulai tertuju pada benda-benda kecil, seperti batu kerikil, daun gugur, atau semut.

    “The senses, being explorers of the world, open the way to knowledge. Our apparatus for educating the senses offers the child a key to guide his explorations of the world, they cast a light upon it which makes visible to him more things in greater detail than he could see in the dark, or uneducated state.” -Maria Montessori, The Absorbent Mind.

    Pada dasarnya anak memiliki keingintahuan yang kuat dan memerlukan benda-benda untuk dieksplorasi. Anak belajar melalui indera, dimana ia belajar dengan menyentuh, mencium, melihat, mendengar, dan merasa. Adalah tugas orangtua untuk memberikan kesempatan mengeksplor lingkungannya dan menstimulasi inderanya, dan tidak selalu kuatir masalah kebersihan dan keselamatan yang ringan.



    DUNIA LUAR YANG MENYENANGKAN

    Tiga tahun pertama adalah usia yang menyibukkan bagi anak. Banyak hal yang dipelajari anak dalam proses tumbuh kembangnya. Anak-anak juga suka di lingkungan outdoor, sehingga mempunyai banyak kesempatan mengeksplorasi dan belajar hal-hal baru atau hanya sekedar menghirup udara segar. Saya sendiri sudah melakukannya bersama Sola, hehehehe. Kadang-kadang kami berjalan-jalan sekeliling halaman rumah, atau Sola ikut menemani papanya mencabut rumput di halaman. Kan dia jadi bereksplorasi dalam hal penciuman atau penglihatan.

    Kebetulan Opung datang, jadi harus nemenin Sola main di halaman

    Paling happy kalo diajak main di teras rumah
    Tapi seringkali kita sebagai orangtua banyak cemasnya, ya kan? Hayo ngaku, hehehe. Saya sendiri juga gitu kok. Kadang anak jalan jauh dikit, sudah dipanggil-panggil. Kadang anak pegang pasir eh sudah langsung diraih tangannya dan dibersihkan pakai tisu basah. Paling sering sih keluar ucapan “Duh, awas jatuh!” “No, no, no, jangan pegang, jangan ini, jangan itu.” Ya, namanya juga ibu-ibu, kuatir pasti ada. Tanamkan konsep bahwa anak yg aktif itu sehat kok, biarkan mereka bersenang-senang dalam permainannya. Yang penting kita senantiasa mengawasi dan selalu berada di dekatnya. Malahan, kalau terlalu sering dilarang nanti anak bisa tumbuh menjadi anak yang takut mencoba.

    Jadi, tugas orang tua selain adalah menyediakan lingkungan yang mendukung anak bereskplorasi juga adalah memastikan kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi. Kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi menyebabkan anak tidak punya energi untuk bereksplorasi melalui belajar dan bermain, bahkan dampak jangka panjangnya adalah tidak optimalnya perkembangan motorik, fisik, dan kognitif  Dengan asupan nutrisi yang tepat, anak akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan gak gampang sakit. Hal ini bisa bikin orangtua tenang membiarkan anak beraktivitas di luar rumah di masa tumbuh kembangnya. Setuju ibu-ibu? 


    SUSU UNTUK BALITA

    Selain ASI dan makanan padat, Sola juga sudah saya kenalkan dengan susu lain sebagai tambahan. Merujuk pada Academy of Pediatrics bahwa susu segar (whole milk) dapat diberikan pada usia anak diatas 1 tahun dengan catatan anak juga mendapatkan gizi seimbang dari makanan padatnya. Diantara berbagai produk susu segar, susu UHT memiliki kandungan mendekati susu segar. Pilihan saya pun jatuh pada susu Indomilk UHT Kids Full CreamSusu UHT ini dibuat dari susu segar yang dipanaskan pada suhu tinggi (140-145 derajat C) dalam waktu yang singkat 4 detik yang akan membunuh bakteri jahat. 

    Susu Indomilk UHT Kids Full Cream pilihan saya


    MENGAPA UHT INDOMILK KIDS FULL CREAM?

    Saya sempat mencoba dua merk lain, tapi kurang cocok untuk Sola. Begitu beralih ke Indomilk Kids Full Cream eh anaknya mau. Jadi, pertimbangan saya memilih produk ini antara lain:

    Kandungan Nutrisi Lengkap
    Tubuh tidak dapat memproduksi kalsium, padahal kalsium amat dibutuhkan untuk pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Dari beberapa bacaan saya mendapat simpulan bahwa kalsium bisa didapat dari dairy product, salah satunya adalah susu. Selain tinggi kalsium, Susu Indomilk UHT Kids Full Cream juga tinggi Fosfor, Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium, dan sumber vitamin A, B1, dan B6. Oh iya, produk ini sudah bisa diberikan pada bayi berusia 1 tahun lho.

    Informasi Nilai Gizi
    Tidak Mengandung Gula dan Garam Tambahan
    Ternyata konsumsi garam yang berlebihan dapat membuat kerja ginjal menjadi lebih berat. Selain itu, kandungan gula tambahan bisa menyebabkan kegemukan dan mengganggu pertumbuhan gigi anak. Nah berita baiknya, susu Indomilk UHT Kids Full Cream ini tidak mengandung gula dan garam tambahan. No worries, mommy!

    Kemasannya Praktis
    Kemasan susu Indomilk UHT Kids Full Cream terbilang praktis dengan ukurannya 115ml sehingga bisa habis dalam sekali minum. Kemasannya yang kecil juga memudahkan anak memegang susu, apalagi ketika dibawa beraktifitas oleh anak. Kemasannya juga ready to go banget ketika dibawa bepergian, tidak makan banyak tempat di dalam diaper bag atau tas saya.

    Ini lagi bahas rumput yang bergoyang ya, nak? Hehehe
    Anak aktif ya anak sehat dong!
    Eh iya, ibu-ibu ada info menarik! Saat ini Susu Indomilk UHT Kids Full Cream mengadakan blog competition dengan total hadiah 15 juta Rupiah. Syaratnya mudah sekali, sayang kalau gak ikutan 🙂 Silakan cek langsung ke sini ya. Ingat, batas kompetisinya hanya sampai 31 Januari 2019. Yuk, ikut meramaikan!


    -Tulisan ini diikutsertakan dalam blog competition Indomilk UHT Kids Full Cream #AktifItuSehat

  • Blog Competition

    #AksiFlashBunda: Tanggap Mengobati Lebam Pada Anak

    Menjadi ibu baru membuat saya sangat antusias mempelajari
    segala sesuatu yang berhubungan dengan anak, bahkan sejak masih hamil. Nah,
    salah satu yang menarik adalah topik mengenai perkembangan anak.
    Berdasarkan
    pelatihan yang pernah saya terima, perkembangan anak meliputi empat hal, yaitu perkembangan fisik, perkembangan
    bahasa, perkembangan sosial emosional, dan perkembangan kognitif. Sekarang saya
    ingin fokus pada perkembangan fisik ya. Perkembangan fisik merujuk pada
    perubahan fisik tubuh misalnya perkembangan otot, tulang, penglihatan,
    pendengaran, dll. Keterampilan fisik seperti merangkak, berjalan, dan berlari
    merupakan hasil dari perkembangan fisik. Keterampilan ini dapat dikategorikan
    menjadi dua, yaitu:
    1. Keterampilan
      motorik kasar, yaitu keterampilan
      yang melibatkan otot besar seperti berjalan, berlari, melompat, dan naik turun
      tangga.
    2. Keterampilan
      motorik halus, yaitu keterampilan
      yang melibatkan otot-otot kecil jari dan tangan, misalnya menggenggam, menggambar,
      dan menggunting.
    Selain faktor dari dalam diri anak, faktor lingkungan
    juga mempengaruhi kemampuan fisik anak, misalnya dengan pemberian mainan dan
    aktivitas yang sesuai. Oleh karena itu, orang tua pun dituntut untuk memberikan
    stimulasi yang tepat agar
    keterampilan motorik anak dapat dikembangkan secara maksimal.
    Diusianya yang ke-16 bulan, putri saya, Sola, telah
    berhasil mencapai keterampilan motorik halus seperti memegang gelas dengan dua
    tangan, menyuap sendok ke mulutnya, membuat coretan, membuka/memutar tutup
    botol, memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil, serta membolak-balik
    halaman buku. Sedangkan keterampilan motorik kasar yang sudah berkembang
    misalnya melempar bola plastik tanpa arah, dengan mudah membungkuk lalu berdiri
    kembali, berjalan cepat (hampir seperti berlari) memanjat sofa/kursi, dan naik turun
    tangga (di teras rumah ada 2-3 anak tangga). Bagian ini yang paling sering
    membuat kepala saya cenat cenut, hehehe.

    Sehari-hari saya hanya berdua dengan Sola. Sampai saat ini kami belum punya
    asisten untuk membantu mengurus rumah
    maupun menjaga Sola. Bisa dibayangkan dong bagaimana repotnya ketika saya harus
    memasak, membersihkan rumah, atau sekadar ke toilet sementara Sola sudah sangat
    aktif mobilitasnya. Tidak jarang saya mendapati dia sudah duduk di lengan sofa,
    atau sedang naik turun tangga di teras rumah kami. Bahkan belakangan ini Sola
    bisa memutar-mutar badannya dalam posisi berdiri, menabrak sudut tembok, jatuh,
    dan bukkk muncullah lebam. Duh!



    Tapi apakah lantas saya menyerah dan menyuruh anak saya
    diam saja? Tentu saja tidak! Saya justru senang bila anak saya tetap aktif
    bergerak dan terus mengembangkan keterampilan motoriknya.
    Sayalah yang harus semakin siaga
    #AksiFlashBunda versi saya adalah langsung tenangkan anak sesaat setelah dia menangis kuat akibat
    terbentur. Sambil menenangkan anak, biasanya saya langsung screening ke seluruh tubuh anak bagian mana yang kedapatan luka
    memar. Saya pasti langsung tahu karena warna awal lebam sesaat setelah
    terbentur adalah merah. Biasanya disertai dengan bengkak dan nyeri saat
    disentuh. Kalau lebamnya agak lebar, biasanya saya kompres dengan air dingin supaya menghentikan pendarahan di dalam.
    Tidak lupa, selalu oleskan Thromboflash di
    area lebam. Cara pemakaiannya cukup dioles tipis-tipis 2-3 kali sehari dan
    pastikan bukan untuk area luka terbuka.




    Thromboflash adalah pereda untuk memar atau lebam yang bahan aktifnya adalah Heparin Sodium 200 IU yang bersumber
    dari mucosa sapi (bovine). Heparin bekerja dengan melarutkan gumpalan darah
    yang berada di permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan,
    serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan. Dan memang
    terbukti loh, untuk memar yang kecil biasanya setelah saya oleskan thromboflash
    bekas lebamnya sudah hilang di 2-3 hari berikutnya ditandai dengan warna
    cokelat muda atau kuning pucat.

    Oia, kelebihan yang saya suka dari thromboflash ini yaitu
    tidak terasa lengket di kulit meskipun bertekstur gel. Ini penting, sebab Sola
    anaknya gampang merasa risih, tidak suka yang lengket menempel di badannya, hehehe.
    PT. Pratapa Nirmala sebagai produsen thromboflash juga sudah melindungi konsumen dengan mendaftarkan
    produk ini dan mendapat sertifikasi
    HALAL dari MUI
    sehingga nyaman dan aman untuk digunakan. Jadi, gak ragu
    lagi ya Thromboflash, si Sahabat
    Keluarga
    wajib selalu ada di kotak P3K di rumah. Malah saya juga sediakan
    di dalam diaper bag supaya tidak
    ketinggalan kalau pergi keluar rumah. Kami gak
    takut lebam!





    Note: Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #AksiFlashBunda dari Thromboflash

  • Blog Competition,  Self Thoughts

    Satu Langkah Kecil: Memulai Menjadi Narablog

    Beberapa waktu yang lalu, saya pernah
    menyampaikan ke seorang teman saya kalau saya ingin sekali melakukan sesuatu
    yang berbeda tahun ini tapi belum tahu apa. Awalnya ditertawakan sih. 
    “Yah mau apa  lagi sih sudahlah jadi IRT saja, masak, mengurus
    anak, gak usah mikir mau kerja deh!” 
    Respon saya tidak terima dong.
    Enak saja! Akhirnya saya paksa dia untuk membantu saya memikirkan apa yang
    mau saya lakukan ke depannya.



    Berdasarkan hasil brainstorming
    berdua, muncullah beberapa ide untuk saya telaah sendiri selanjutnya. Misalnya
    berjualan daring dengan menambah varian barang yang ditawarkan, menambah
    keterampilan baru, dan memulai menulis di blogIde ketiga ini sempat membuat saya berpikir
    lama, apakah saya mampu melakukannya? Beranjak dari situ, saya memulai menjelajah
    blog. Mulai dari blog yang membahas kecantikan dan perawatan wajah, makanan,
    pengasuhan anak, buku, keuangan, dan lainnya. Baca sana baca sini. “Ih,
    keren banget dia nulisnya! Ya ampun baru tahu ada kayak beginian diulas sama si
    A. Oh, jadi begini ya kalau review makanan atau produk. Dari mana sih para
    blogger mendapatkan uang? Kok bisa ya banyak sekali yang minta dipromosikan
    oleh dia?”
    dan masih banyak pertanyaan lainnya. Hasilnya? Saya mundur
    teratur karena merasa jadi blogger
    itu sepertinya berat.



    Minat saya muncul kembali setelah membaca blog milik
    seorang teman semasa kuliah dulu. Menurut saya, dia sangat produktif
    menghasilkan tulisan dan karya meskipun tentunya masih repot dengan dua anak
    dan peran sebagai isteri. Saya juga mendapati bahwa ia sudah memenangkan
    beberapa kompetisi menulis di blog. Prestasi yang sangat hebat ditengah-tengah
    peran ganda ibu rumah tangga. Dari blognya jugalah saya mulai membaca blog lain
    yang sarat prestasi, salah satunya blogger tersebut adalah Mas Nodi. Sungguh, saya semakin terpecut untuk menulis. Kalau mereka bisa, mengapa saya
    tidak?





    TENTANG
    STRES DAN KEJADIAN PENTING

    Kalau menengok beberapa tahun terakhir, sebenarnya saya
    banyak sekali mengalami pengalaman emosional yang kuat karena kejadian-kejadian
    penting, misalnya menikah, pindah domisili ke luar pulau Jawa, kehilangan
    pekerjaan, menanggalkan target karir dan pencapaian pribadi, menyesuaikan
    dengan keluarga baru (mertua dan ipar), program kehamilan selama kurang lebih 3
    tahun, hamil dan melahirkan, menyusui, mengurus anak dan rumah dan lainnya. Menurut
    kacamata sebagian orang, hal ini adalah biasa dan wajar. Bagi saya, semua
    pengalaman ini menguras tenaga, pikiran, dan emosi. Apalagi semuanya saya lalui
    tanpa orangtua, saudara-saudara, teman-teman yang selama ini sudah menjadi significant others. Saya memasuki babak
    baru kehidupan, yang masing-masing periodenya menuntut saya menyesuaikan diri
    sekuat mungkin sampai tidak jarang saya sangat kelelahan dan merasa kalah.

    Jadi, saya sedikit menggali tentang stres yang terkait dengan
    kejadian-kejadian penting dalam hidup. Dua orang peneliti, Thomas Holmes dan
    Richard Rahe (1967) menemukan bahwa perubahan apapun dalam hidup, baik itu
    positif maupun negatif, adalah sesuatu yang penuh tekanan dan dapat memberikan
    dampak negatif. Mereka mengembangkan Social Readjustment Rating Scale (SRRS),
    sebuah skala berisi 43 daftar yang ditelaah
    melalui penelitian menyeluruh terhadap partisipan, yang memberikan dampak
    paling besar dalam hidup. Setiap item mewakili nilai (value) yang menggambarkan skala adaptasi yang dibutuhkan. Semakin
    besar nilainya maka semakin besar juga adaptasi yang diperlukan. Daftar
    lengkapnya bisa dilihat disini.

    Sumber: www.statistica.com
    Saya ingat sekali, di hari pertama setelah pernikahan, saya diminta
    menyapu halaman rumah oleh ibu mertua. Saat itu saya sangat kaget sampai
    menangis. Meskipun begitu, tetap saya lakukan apa yang diinstruksikannya. Tidak
    sekalipun saya membayangkan akan diminta membersihkan halaman. Padahal fisik
    saya letih luar biasa, setelah berjam-jam pesta adat batak di gedung, malam
    hari masih dilanjutkan acara menantu memasuki rumah yang selesai sekitar jam 10
    malam. Namanya pengantin baru inginnya santai-santai, kalau tidak dilayani ya
    minimal jangan disuruh bekerja dulu. Sambil menyapu, saya menangis meratapi
    diri sendiri “kok sedih amat ya, padahal
    di rumah tidak sekalipun orangtua saya menyuruh melakukan apapun”
    . Pikiran
    saya menerawang teringat orangtua, pekerjaan, dan lainnya yang saya tinggalkan
    di Jakarta yang berakhir di halaman rumah itu.

    Ini baru awal segala kecanggungan saya tinggal bersama mertua. Pernah
    juga dua kali memecahkan piring dan gelas karena tersentak kaget sewaktu
    dipanggil mertua. Mertua saya bersuara keras dan lantang, itu memang
    pembawaannya tetapi dulu saya belum tahu. Atau kejadian pada saat saya hampir
    membakar dapur karena meletakkan kain lap dekat sekali dengan kompor dan
    meninggalkan dapur untuk melakukan sesuatu. Saat ini saya bisa menertawakannya,
    tetapi dulu saya hampir selalu merasa sedih karena apapun yang saya pegang
    pasti jadi bencana.


    KATARSIS
    DAN MENULIS


    Psikolog James Pennebaker dan rekan-rekannya
    melakukan sebuah riset mengenai pentingnya emotional
    venting
    atau chatarsis dengan
    kesehatan jangka panjang. Akar kata katarsis berasal dari bahasa Yunani yang
    berarti untuk membersihkan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
    Daring, katarsis adalah
    cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf
    dengan membiarkannya menuangkan segala isi hatinya dengan bebas
    . Pennebaker dkk meminta para mahasiswanya,
    dalam kelompok eksperimen, menuliskan
    kejadian-kejadian sumber stres yang mereka alami termasuk perasaan mereka
    mengenai perkuliahannya, sementara mahasiswa di kelompok kontrol
    hanya diminta menuliskan hal-hal yang sepele. Pennebaker
    dkk mendapati bahwa mencurahkan emosi (melalui tulisan) memberikan keuntungan
    jangka panjang, termasuk didalamnya adalah sedikitnya jumlah kunjungan ke
    dokter. Studi yang mendukung hal ini juga menyebutkan bahwa mencurahkan emosi
    memberikan manfaat yang nyata, yaitu 
    dapat membantu kita mengorganisasikan pikiran dan menemukan makna dari pengalaman yang dihadapi
    (Meichenbaum, 1977; Silver & Wortman, 1980).

    Penelitian yang dilakukan oleh Klein and Boals
    (2001) menemukan bahwa ketika orang dewasa menulis mengenai kejadian-kejadian
    penting dalam hidup mereka, memory terhadap
    kejadian tersebut juga meningkat. Menulis bermanfaat untuk kemampuan kognitif
    karena mensyaratkan penulis untuk memiliki perhatian yang fokus, mampu membuat
    perencanaan dan berpikir ke depan, mengorganisasikan pikiran, berpikir
    reflektif, dan lainnya.
    Patricia McAdoo, seorang Psikolog Klinis, menyebutkan bahwa kita cenderung
    memandang sesuatu berdasarkan versi
    pribadi, melihat segala sesuatu dari kacamata sendiri. Mengubah perspektif dan
    menulis dari sudut lain membantu kita menjadi lebih fleksibel dalam berpikir
    dan memungkinkan kita melihat bahwa tidak hanya ada satu versi dari kisah yang
    kita alami. Ibaratnya, menulis itu melebarkan lensa pengalaman kita,
    melonggarkan kekakuan mengenai siapa kita, dan bahkan dapat membuka kesempatan
    menjadikan diri yang lebih baik.
    Sumber: www.google.com
    Tahun-tahun berlalu, sekarang sudah hampir lima tahun saya tinggal
    disini. Sudah banyak penyesuaian yang saya lakukan. Saya mencari kesibukan
    baru, mulai dari berolahraga dan mencari pekerjaan baru. Saya mencari
    teman-teman baru di kota ini. Kadang keluar untuk sekedar ngopi atau ke toko buku. Pernah juga bersama teman-teman saya
    mengadakan training outbound dan
    seminar pendidikan. Belajar memasak dan membuat kue juga merupakan hal yang
    saya pelajari disini (ya selain itu memang salah satu peran sebagai isteri).
    Malahan sekarang saya mulai menjual hasil baking
    saya, yaitu granola. Pencapaian baru. Saya bertahan.

    Sumber: Pekanbaru Pos, 18 Nov 2016

    Salah satu
    hal yang saya lakukan yang menurut saya sangat membantu secara signifikan adalah
    memiliki jurnal pribadi dimana saya bisa menuliskan apa saja yang saya alami,
    pikirkan, dan rasakan tanpa kuatir penilaian baik buruk atau benar salah. Semua
    saya tumpahkan disana. Mungkin ini yang dimaksud beberapa orang bahwa menulis
    itu menyembuhkan. Hal-hal baik dan menyenangkan menjadi sesuatu yang memotivasi
    saya, membuat saya bersyukur Tuhan menjadikan hari itu untuk saya. Ada kalanya
    hal-hal buruk dan menyedihkan terjadi, disitu saya bisa mengungkapkan perasaan
    saya, termasuk mengumpat dan memaki. Tidak ada yang menghakimi saya. Singkatnya
    adalah dengan menulis saya dapat meluapkan semuanya sehingga merasa lebih baik.
    Tetapi kali ini saya mau lebih lagi dari sekedar menulis jurnal. Harapan saya,
    mungkin dengan menulis di blog, saya dapat melihat sesuatu dengan perspektif
    yang lebih luas, mempunyai kesempatan berbagi dengan orang lain di luar sana,
    dan menjadi berkat melalui tulisan saya. Kesempatan untuk menimba ilmu-ilmu
    baru, belajar dari yang lebih senior, dan bisa menerbitkan buku karya saya
    sendiri juga semakin terbuka untuk saya. Bahkan tidak menutup kemungkinan di
    masa mendatang saya dapat menghasilkan uang melalui tulisan saya di era digital
    ini.
    Sumber Referensi:

  • Self Thoughts

    Hello 2019! A New Journey Begins

    Hello 2019!


    Akhirnya, setelah selama ini hanya wacana, saya memutuskan untuk mulai menulis di blog. Sedikit banyak demi meringankan isi kepala yang selama ini tanpa pelampiasan hahaha 🤣

    Biasanya saya memulai tahun baru dengan memiliki beberapa resolusi. Ada yang kayak saya? Hehehe. Kalau menengok kembali ke awal 2018 ada beberapa resolusi yang malahan tidak tercapai : berat badan turun ke semula setelah melahirkan, asi eksklusif sampai 2 tahun, belajar dan memiliki kebun sayur sendiri, dan belajar menyetir mobil. Tau-tau sekarang saya mendapati malah melakukan hal yang lain yang malahan gak nyambung sama resolusi saya semula. Nah ini dibahas kapan2 aja ya hahaha

    Akhirnya saya membuat #resolusireceh yang kalau saya gak lakukan kok kebangetan banget ya, udah recehan masa masih gak bisa 🤣🤣

    1. Gak potong rambut selama setahun ke depan.


    Hahaha recehan banget ini mah. Soalnya dalam setahun saya bisa 2-3x potong rambut, plus nipisin, plus rapihin ujung-ujung rambut, gak betahlah kalau rambut panjang sedikit dan susah diatur. Tahun ini saya mau coba memanjangkan rambut sekaligus ngetes seberapa kuat saya menghadapi rambut saya ini dan keruwetannya hahaha.



    2. Plank 3x sehari

    #Resolusireceh kedua ya emang karena amat sangat simple. Mau yoga ga bisa kalau sendirian pasti anak reweh gak ada yang pegang, mau keluar ke tempat gym oh tentu saja lebih gak bisa. Olahraga di rumah semacam treadmill atau sepeda statis ya gak punya alatnya. Ya udah deh kita coba aja plank dulu.


    3. INVEST MORE

    Yang ini agak seriyes sedikit yes 🙄
    Jadi flash back sedikit, tahun lalu saya sempat dirawat lama di RS dan menjalani 2x operasi dengan biaya yang tidak sedikit (kapan-kapan kucerita bagian ini yhaa) Disitu saya sadar, lho kok selama ini gak rutin bayar BPJS (asuransi kesehatan) trus tabungan juga tirus tipis gak ada buat bayar (dana darurat). Untungnya ada asuransi dari kantor suami ditambah membobol kantong suami (juga) supaya bisa bayar tagihan rumah sakit. Sejak itu saya kepikiran terus soal nabung, nabung, dan nabung. Gimana ya caranya biar uang yang dipunya gak habis belanja online atau gofood makanan, tapi uang itu diberdayakan untuk masa depan atau untuk hal-hal darurat.


    Sebenarnya dulu sewaktu masih kerja di Jakarta, saya sudah punya tabungan dan juga investasi berupa Reksadana. Sayangnya setelah menikah, itu tidak saya lanjutkan lagi. Baru sekarang saya sadar bahwa itu ternyata memang penting sekali. Berbekal belajar (lagi) dari youtube, baca beberapa referensi di internet dan coba-coba ke website agen penjual reksadana, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba 2 jenis reksadana : reksadana campuran dan saham.


    Soal BPJS juga gak kalah penting. Rumah sakit tempat saya dirawat kemarin sebenarnya menawarkan bebas biaya selama ada BPJS. Termasuk disini adalah biaya kamar, obat, dan juga tindakan dokter alias operasi. Sayangnya BPJS saya mati. Gak dibayar. Putus. Mau gak mau akhirnya bayar pribadi dan dibantu dengan asuransi kantor suami yg besarannya gak seberapa. Disitu saya merasa nyessssssss 🙄🙄🙄🙄 Jadi, tahun ini juga harus lebih memperhatikan pembayaran BPJS karena kita gak tau kan kapan kita akan membutuhkannya.



    4. Belajar setir mobil

    Nah, kembali ke receh, hahaha. Saya berencana mau mengajak mama dan adik saya liburan sih. Untuk memudahkan mobilitas, mengendarai mobil sendiri adalah salah satu opsi terbaik. Jadi ya harus belajar nyetir dari sekarang.

    Ke depannya, list ini mungkin masih akan bertambah. Tapi saya akan memastikan sereceh mungkin, sehingga eksekusinya pun mudah dan ringkes dilakukan. Doakan saya yah  🍸🍸