Blog Competition

#AksiFlashBunda: Tanggap Mengobati Lebam Pada Anak

Menjadi ibu baru membuat saya sangat antusias mempelajari
segala sesuatu yang berhubungan dengan anak, bahkan sejak masih hamil. Nah,
salah satu yang menarik adalah topik mengenai perkembangan anak.
Berdasarkan
pelatihan yang pernah saya terima, perkembangan anak meliputi empat hal, yaitu perkembangan fisik, perkembangan
bahasa, perkembangan sosial emosional, dan perkembangan kognitif. Sekarang saya
ingin fokus pada perkembangan fisik ya. Perkembangan fisik merujuk pada
perubahan fisik tubuh misalnya perkembangan otot, tulang, penglihatan,
pendengaran, dll. Keterampilan fisik seperti merangkak, berjalan, dan berlari
merupakan hasil dari perkembangan fisik. Keterampilan ini dapat dikategorikan
menjadi dua, yaitu:
  1. Keterampilan
    motorik kasar, yaitu keterampilan
    yang melibatkan otot besar seperti berjalan, berlari, melompat, dan naik turun
    tangga.
  2. Keterampilan
    motorik halus, yaitu keterampilan
    yang melibatkan otot-otot kecil jari dan tangan, misalnya menggenggam, menggambar,
    dan menggunting.
Selain faktor dari dalam diri anak, faktor lingkungan
juga mempengaruhi kemampuan fisik anak, misalnya dengan pemberian mainan dan
aktivitas yang sesuai. Oleh karena itu, orang tua pun dituntut untuk memberikan
stimulasi yang tepat agar
keterampilan motorik anak dapat dikembangkan secara maksimal.
Diusianya yang ke-16 bulan, putri saya, Sola, telah
berhasil mencapai keterampilan motorik halus seperti memegang gelas dengan dua
tangan, menyuap sendok ke mulutnya, membuat coretan, membuka/memutar tutup
botol, memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil, serta membolak-balik
halaman buku. Sedangkan keterampilan motorik kasar yang sudah berkembang
misalnya melempar bola plastik tanpa arah, dengan mudah membungkuk lalu berdiri
kembali, berjalan cepat (hampir seperti berlari) memanjat sofa/kursi, dan naik turun
tangga (di teras rumah ada 2-3 anak tangga). Bagian ini yang paling sering
membuat kepala saya cenat cenut, hehehe.

Sehari-hari saya hanya berdua dengan Sola. Sampai saat ini kami belum punya
asisten untuk membantu mengurus rumah
maupun menjaga Sola. Bisa dibayangkan dong bagaimana repotnya ketika saya harus
memasak, membersihkan rumah, atau sekadar ke toilet sementara Sola sudah sangat
aktif mobilitasnya. Tidak jarang saya mendapati dia sudah duduk di lengan sofa,
atau sedang naik turun tangga di teras rumah kami. Bahkan belakangan ini Sola
bisa memutar-mutar badannya dalam posisi berdiri, menabrak sudut tembok, jatuh,
dan bukkk muncullah lebam. Duh!



Tapi apakah lantas saya menyerah dan menyuruh anak saya
diam saja? Tentu saja tidak! Saya justru senang bila anak saya tetap aktif
bergerak dan terus mengembangkan keterampilan motoriknya.
Sayalah yang harus semakin siaga
#AksiFlashBunda versi saya adalah langsung tenangkan anak sesaat setelah dia menangis kuat akibat
terbentur. Sambil menenangkan anak, biasanya saya langsung screening ke seluruh tubuh anak bagian mana yang kedapatan luka
memar. Saya pasti langsung tahu karena warna awal lebam sesaat setelah
terbentur adalah merah. Biasanya disertai dengan bengkak dan nyeri saat
disentuh. Kalau lebamnya agak lebar, biasanya saya kompres dengan air dingin supaya menghentikan pendarahan di dalam.
Tidak lupa, selalu oleskan Thromboflash di
area lebam. Cara pemakaiannya cukup dioles tipis-tipis 2-3 kali sehari dan
pastikan bukan untuk area luka terbuka.




Thromboflash adalah pereda untuk memar atau lebam yang bahan aktifnya adalah Heparin Sodium 200 IU yang bersumber
dari mucosa sapi (bovine). Heparin bekerja dengan melarutkan gumpalan darah
yang berada di permukaan kulit akibat memar, membantu mengurangi peradangan,
serta melancarkan peredaran darah untuk mempercepat penyembuhan. Dan memang
terbukti loh, untuk memar yang kecil biasanya setelah saya oleskan thromboflash
bekas lebamnya sudah hilang di 2-3 hari berikutnya ditandai dengan warna
cokelat muda atau kuning pucat.

Oia, kelebihan yang saya suka dari thromboflash ini yaitu
tidak terasa lengket di kulit meskipun bertekstur gel. Ini penting, sebab Sola
anaknya gampang merasa risih, tidak suka yang lengket menempel di badannya, hehehe.
PT. Pratapa Nirmala sebagai produsen thromboflash juga sudah melindungi konsumen dengan mendaftarkan
produk ini dan mendapat sertifikasi
HALAL dari MUI
sehingga nyaman dan aman untuk digunakan. Jadi, gak ragu
lagi ya Thromboflash, si Sahabat
Keluarga
wajib selalu ada di kotak P3K di rumah. Malah saya juga sediakan
di dalam diaper bag supaya tidak
ketinggalan kalau pergi keluar rumah. Kami gak
takut lebam!





Note: Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #AksiFlashBunda dari Thromboflash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *