Blog Competition, Education, REVIEW

Si Kecil Aktif Berkat Asupan Sehat : Review Susu UHT



Akhir tahun 2018 yang lalu, ceritanya saya mulai belajar lebih dalam mengenai Montessori. Tujuannya tentu supaya saya bisa menerapkan metode ini di rumah ya, ibu-ibu. Menerapkannya secara langsung nanti kepada anak tentu memberi perspektif berbeda bagi saya sebagai ibu. Dari sini jugalah saya mengenal ada yang dinamakan periode sensitif. Periode sensitif adalah periode tertentu dalam hidup anak dimana ia fokus menyerap satu karakteristik dari lingkungannya dan mengenyampingkan yang lain. Disebutkan juga bahwa dalam periode ini anak memilliki sensitivitas yang kuat terhadap satu pengetahuan atau keterampilan baru. Sensitivitas ini berlangsung pada suatu periode dan tidak berulang. Gampangnya begini, ini adalah masa-masa ketika anak suka sekali mengulang-ulang suatu kegiatan tanpa alasan yang jelas. Misalnya membuka dan menutup tutup botol atau mengambil dan mengembalikannya sesuatu ke tempatnya berulang kali.



PERIODE SENSITIF PADA BENDA KECIL DAN PADA INDERA


Periode ini biasanya dimulai pada usia sekitar satu tahun. Putri saya, Sola, sudah mulai bisa berjalan di usia sembilan bulan. Seiring dengan meningkatnya kelancaran berjalan, tingkat keaktifannya meningkat 100%. Keterampilan lain yang ikut berkembang misalnya memanjat kursi atau sofa dan naik turun anak tangga. Daerah jajahannya juga sudah sampai ke dapur dan kamar gudang di rumah. Lama kelamaan Sola mulai suka menjelajah ke area yang lebih luas, misalnya teras atau ke halaman rumah. Perhatiannya pun mulai tertuju pada benda-benda kecil, seperti batu kerikil, daun gugur, atau semut.

“The senses, being explorers of the world, open the way to knowledge. Our apparatus for educating the senses offers the child a key to guide his explorations of the world, they cast a light upon it which makes visible to him more things in greater detail than he could see in the dark, or uneducated state.” -Maria Montessori, The Absorbent Mind.

Pada dasarnya anak memiliki keingintahuan yang kuat dan memerlukan benda-benda untuk dieksplorasi. Anak belajar melalui indera, dimana ia belajar dengan menyentuh, mencium, melihat, mendengar, dan merasa. Adalah tugas orangtua untuk memberikan kesempatan mengeksplor lingkungannya dan menstimulasi inderanya, dan tidak selalu kuatir masalah kebersihan dan keselamatan yang ringan.



DUNIA LUAR YANG MENYENANGKAN

Tiga tahun pertama adalah usia yang menyibukkan bagi anak. Banyak hal yang dipelajari anak dalam proses tumbuh kembangnya. Anak-anak juga suka di lingkungan outdoor, sehingga mempunyai banyak kesempatan mengeksplorasi dan belajar hal-hal baru atau hanya sekedar menghirup udara segar. Saya sendiri sudah melakukannya bersama Sola, hehehehe. Kadang-kadang kami berjalan-jalan sekeliling halaman rumah, atau Sola ikut menemani papanya mencabut rumput di halaman. Kan dia jadi bereksplorasi dalam hal penciuman atau penglihatan.

Kebetulan Opung datang, jadi harus nemenin Sola main di halaman

Paling happy kalo diajak main di teras rumah
Tapi seringkali kita sebagai orangtua banyak cemasnya, ya kan? Hayo ngaku, hehehe. Saya sendiri juga gitu kok. Kadang anak jalan jauh dikit, sudah dipanggil-panggil. Kadang anak pegang pasir eh sudah langsung diraih tangannya dan dibersihkan pakai tisu basah. Paling sering sih keluar ucapan “Duh, awas jatuh!” “No, no, no, jangan pegang, jangan ini, jangan itu.” Ya, namanya juga ibu-ibu, kuatir pasti ada. Tanamkan konsep bahwa anak yg aktif itu sehat kok, biarkan mereka bersenang-senang dalam permainannya. Yang penting kita senantiasa mengawasi dan selalu berada di dekatnya. Malahan, kalau terlalu sering dilarang nanti anak bisa tumbuh menjadi anak yang takut mencoba.

Jadi, tugas orang tua selain adalah menyediakan lingkungan yang mendukung anak bereskplorasi juga adalah memastikan kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi. Kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi menyebabkan anak tidak punya energi untuk bereksplorasi melalui belajar dan bermain, bahkan dampak jangka panjangnya adalah tidak optimalnya perkembangan motorik, fisik, dan kognitif  Dengan asupan nutrisi yang tepat, anak akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan gak gampang sakit. Hal ini bisa bikin orangtua tenang membiarkan anak beraktivitas di luar rumah di masa tumbuh kembangnya. Setuju ibu-ibu? 


SUSU UNTUK BALITA

Selain ASI dan makanan padat, Sola juga sudah saya kenalkan dengan susu lain sebagai tambahan. Merujuk pada Academy of Pediatrics bahwa susu segar (whole milk) dapat diberikan pada usia anak diatas 1 tahun dengan catatan anak juga mendapatkan gizi seimbang dari makanan padatnya. Diantara berbagai produk susu segar, susu UHT memiliki kandungan mendekati susu segar. Pilihan saya pun jatuh pada susu Indomilk UHT Kids Full CreamSusu UHT ini dibuat dari susu segar yang dipanaskan pada suhu tinggi (140-145 derajat C) dalam waktu yang singkat 4 detik yang akan membunuh bakteri jahat. 

Susu Indomilk UHT Kids Full Cream pilihan saya


MENGAPA UHT INDOMILK KIDS FULL CREAM?

Saya sempat mencoba dua merk lain, tapi kurang cocok untuk Sola. Begitu beralih ke Indomilk Kids Full Cream eh anaknya mau. Jadi, pertimbangan saya memilih produk ini antara lain:

Kandungan Nutrisi Lengkap
Tubuh tidak dapat memproduksi kalsium, padahal kalsium amat dibutuhkan untuk pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. Dari beberapa bacaan saya mendapat simpulan bahwa kalsium bisa didapat dari dairy product, salah satunya adalah susu. Selain tinggi kalsium, Susu Indomilk UHT Kids Full Cream juga tinggi Fosfor, Vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium, dan sumber vitamin A, B1, dan B6. Oh iya, produk ini sudah bisa diberikan pada bayi berusia 1 tahun lho.

Informasi Nilai Gizi
Tidak Mengandung Gula dan Garam Tambahan
Ternyata konsumsi garam yang berlebihan dapat membuat kerja ginjal menjadi lebih berat. Selain itu, kandungan gula tambahan bisa menyebabkan kegemukan dan mengganggu pertumbuhan gigi anak. Nah berita baiknya, susu Indomilk UHT Kids Full Cream ini tidak mengandung gula dan garam tambahan. No worries, mommy!

Kemasannya Praktis
Kemasan susu Indomilk UHT Kids Full Cream terbilang praktis dengan ukurannya 115ml sehingga bisa habis dalam sekali minum. Kemasannya yang kecil juga memudahkan anak memegang susu, apalagi ketika dibawa beraktifitas oleh anak. Kemasannya juga ready to go banget ketika dibawa bepergian, tidak makan banyak tempat di dalam diaper bag atau tas saya.

Ini lagi bahas rumput yang bergoyang ya, nak? Hehehe
Anak aktif ya anak sehat dong!
Eh iya, ibu-ibu ada info menarik! Saat ini Susu Indomilk UHT Kids Full Cream mengadakan blog competition dengan total hadiah 15 juta Rupiah. Syaratnya mudah sekali, sayang kalau gak ikutan 🙂 Silakan cek langsung ke sini ya. Ingat, batas kompetisinya hanya sampai 31 Januari 2019. Yuk, ikut meramaikan!


-Tulisan ini diikutsertakan dalam blog competition Indomilk UHT Kids Full Cream #AktifItuSehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *