REVIEW

Pencarian Obgyn untuk Promil di Pekanbaru #Part2

Setelah menjalani masa tenang, rehat dari usaha-usaha program hamil yang membosankan, akhirnya kami kembali mencari-cari obgyn yang sekiranya cocok. Maunya saya, dokter yang cukup menyeluruh dalam memberikan saran, tindakan medis yang sesuai, waktu kontrol yang tidak sampai terlalu malam. 

dr. ZULMAETA, Sp. OG

Kami mendengar dari beberapa teman bahwa ada seorang dokter senior yang praktek di RSIA Andini, Jalan Nangka. Setelah tanya sana sini banyak yang merekomendasikan beliau. Akhirnya pergilah kami kesana.

Sesampainya disana, saya sangat kaget. Setelah mendaftar, saya diberitahu nomor antrian, dan….sangat panjang. Setelah menunggu dari jam 7 malam, akhirnya saya masuk ke ruangan sekitar pukul 00.30 dini hari didampingi suami. Dengan muka sembab karena mengantuk, kami mengumpulkan tenaga agar dapat berkonsultasi dengan baik. Kami pun mengutarakan keinginan kami dan tindakan apa saja yang sudah dilakukan sejauh itu. 

Sayangnya, saat kami sedang bicara, suster sudah memasukkan lagi pasangan berikutnya. Mereka masuk dan duduk di sofa tepat di belakang kami, tanpa sekat apapun. Seketika suara saya menjadi pelan. Jujur, saya menjadi sangat tidak nyaman. Kami pun segera diberikan obat dan vitamin oleh dokter, tetapi tidak kami tebus. Pengalaman yang kurang menyenangkan bagi kami.

dr. Donel Suhaimi, Sp. OG (KFM)
dr. Donel Suhaimi, Sp. OG (KFM) foto: instagram RS Syafira

Sempat kesal dan merajuk, saya mogok promil lagi. Suami pun jadi lebih banyak mencari dokter ketimbang saya. Akhirnya ditemukan nama dr. Donel, rekomendasi teman suami yang berprofesi sebagai dokter juga di Bandung. Beliau juga adalah sub-spesialis Fetomaternal. Artinya, beliau kompeten untuk mendeteksi kelainan pada janin/ibu secara lebih spesifik. Biasanya yang mencari dokter sub spesialis fetomaternal adalah mereka yang memiliki kehamilan dengan resiko yang tinggi, misalnya wanita dengan penyakit jantung, diabetes, keguguran berulang, gangguan asma.

Singkat cerita, kami pun mendaftarkan diri ke klinik Rumah Sakit Syafira untuk berkonsultasi dengan beliau. Seperti biasa, dokter menanyakan sejarah program hamil yang selama ini sudah kami jalani, obat-obat penyubur dan vitamin, serta kegiatan kami sehari-hari. Dokter pun memeriksa rahim. Sejauh pemeriksaan dokter, tidak ada masalah dengan rahim saya. Beliau meresepkan vitamin untuk saya konsumsi.

“Kita coba 2-3 bulan ini dulu secara alami, sambil kita lihat bagaimana prosesnya,” kata beliau.

Saya tertegun.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, saya pun memberanikan diri mengatakan pada dokter agar jangan terlalu lama memantau, cukup dua bulan saja. Jika tidak berhasil alami, saya bersedia melakukan tindakan inseminasi. Dokter kelihatan agak kaget dengan kata-kata saya yang terlalu blak-blakan nampaknya. hehehe. Tetapi akhirnya beliau pun setuju.

Tapi memang iya sih, kalau tidak salah itu sekitar bulan Oktober 2016. Kami memang sudah merencanakan mau melakukan inseminasi di Jakarta atau Melaka kalau sampai akhir tahun belum berhasil program secara alamiah.

Yang membuat berbeda dari dokter-dokter sebelumnya, dr. Donel menganjurkan suami untuk memeriksakan diri juga ke dokter spesialis andrologi. Waaw selama ini kan hanya saya yang diperiksa sana sini dan makan obat-obat penyubur. Saya sempat kuatir suami tidak mau. Ya gimana ya, mungkin namanya lelaki kan biasanya tidak mau kalau disuruh ikut periksa. Ternyata suami saya bersedia. Kami pun segera merencakan berkonsultasi dan memeriksakan ke dokter Herry Lubis. 

Dokter Donel punya banyak pasien, tetapi tidak pernah terburu-buru dalam konsultasi dan memeriksa. Saya dan suami termasuk yang banyak bertanya kepada beliau. Makin diberi waktu, ada saja pertanyaan yang kami ajukan. Dokter sendiri tidak pernah juga menunjukkan wajah/gesture gusar ingin cepat-cepat menyudahi pertemuan. Selama saya jadi pasien beliau, beliau juga selalu cepat merespon saya di whatsapp. Kalau ada apa-apa saya jadi tenang. 

dr. Herry Lubis, Sp. And
dr herry
dr. Herry Lubis, Sp. And (foto: FB RS Awal Bros)

Dokter Herry Lubis, Sp. And praktek di RS Awal Bros Ahmad Yani. Beliau banyak menangani masalah pasutri yang belum memiliki anak juga, tentunya pemeriksaan pada suami ya. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan analisis sperma untuk memberikan hasil yang lebih akurat. Tentunya, rumah sakit juga menyediakan fasilitas yaitu klinik pasutri di lantai 3, dengan suster-susternya yang hangat.

Ada beberapa kendala yang kami temui rupanya, dokter pun memberikan saran-saran, dan kami tetap melakukan evaluasi terhadap sperma selama beberapa kali. Saran beliau antara lain: konsumsi ikan laut, telur ayam kampung rebus, hindari ayam potong, minum jus tomat yang direbus sebentar (banyak lycopen), olahraga, tidak mandi air panas, cukup istirahat.

Kami bolak balik ke dr. Herry dan dr. Donel deh intinya selama kurang lebih 2 bulan. Banyak sabar, banyak berdoa, pasrah sama Tuhan mau bagaimanapun hasilnya. Kalau dr. Donel tipe yang tenang dan serius, dr Herry sebaliknya. Beliau termasuk yang suka bercanda dan lucu. Lebih banyak cerita kalau di ruangan dr Herry. 

Desember 2016 saya sadar kok sudah telat ya beberapa hari. Tapi karena takut kecewa, saya menunda-nunda periksa dengan testpack. Lewat beberapa hari saya baru menyampaikan ke suami dan akhirnya memberanikan diri untuk testpack keesokan harinya. Dan ternyata…. Puji Tuhan 2 garis! Haru dan bahagia rasanya, kami pun menangis berpelukan. Saking percaya gak percaya, saya sampai 3 kali testpack selama 3 hari berturut-turut sebelum ke kembali ke dr. Donel untuk periksa.

Terima kasih, Tuhan!

Bagi teman-teman yang sedang berusaha mendapatkan momongan, jangan putus asa. Tetap semangat dan berdoa agar diberikan jalan menemukan dokter yang sesuai. Semoga bermanfaat!

20 Comments

  1. OMG. Udh nunggu dr jam 7 trs diselipin sama org lain lg. Itu sih gada sopannya ya mba. Kecuali pasiennya model yg sakitnya mirip dan bisa cuma disuntik trs pulang.

    Thank God udh ktm dokter yg kompeten. Btw ak jg sangat menyanyangkan dokter yg cuma periksa perempuan aja. Padahallll banyak masalah ya dr laki2nya.

    1. Iy mbak..untungnya suami open thd saran dokter dan mau juga ikutin treatment jadi win win solution

  2. Wah, gak nyaman banget ya kalo periksa dokter trus ada pasien lain yang ngantri di belakang kita. Padahal dalam kode etik dokter, kerahasiaan pasien wajib dijaga.

    Alhamdulillah akhirnya mbak Helena dan suami ketemu dokter yang bagus. Langsung 2 skaligus!

    1. Betul mbak, perjalanan ketemu dokter yg cocok sungguh berliku2 huehehehe

  3. aku jadj kepikiran untuk sharing juga tentang promil di blog buat bantu orang yang lagi promil juga, pasti mereka haus akan info banget hehe thanks to inspire me kak

    1. Ayok mbak bikin, siapa tau bisa bantu minimal kasih semangat

  4. kalau baca perjuangan seperti ini tuh inget keluarga ku juga ada yang mengalaminya bahkan aku sendiri nemein sahabat kuberjuang untuk bisa hamil, sering ikutan melo gitu.

    1. Melonya udh berpangkat2 deh mbak kalau urusan beginian huhuhu jadi inget dulu mah sering nangis liat tespek garis 1

  5. seneng akutuh baca tulisan kayak gini, bikin semangat buat aku yang terus berusaha buat dapetin anak kedua. meski sempet telat 2 minggu eh pas testpack hasilnya negatif, aku pun merasa gimana gitu. tapi harus tetep semangat

    1. Semangat mbak, sambil ttp berdoa

  6. Mba itu ya ampun dokter yang pertama masuk ruang periksa 00.30 ?duh kalau aku sih udah ngamuk kayaknya mba dan mendingan pulang tapi untungnya mba sabar banget meski ga enakin juga y laggi konsul malah dimasukin pasien lain :p

    akhirnya ya mba usaha membuahkan hasil 2 garis biru 🙂

    1. Namany usaha disabar2in aja hahaha

  7. Jadi ingat pengalamanku sendiri yang menanti hampir 7 tahun untuk punya momongan.

    Aku sudah menuliskannya juga lho di blog, boleh deh mampir dan search pakai kata “kehamilan”
    Cieee… ujung-ujungnya, minta view ya, bahahaha…

    Jadi, momongannya sudah umur berapa nih, mba?
    Sudah tambah lagikah?

    Tapi memang soal momongan ini, benar-benar misteri.
    Rahasia Ilaahi…

    1. Hahahaha Eda bisa aja…panggil eda aja nih sesama orang batak wakakak..nanti kumampir yaaaa ke situ
      Sekarang usianya baru 20 bulan…belum nambah lagi sih, nunggu aja dulu :p

  8. Saya termasuk kehamilan berisiko tinggi juga karena punya asma. Bersyukur semua sudah terlalu dengan baik. Saat itu saya memilih lahiran di bidan.

  9. Rachmanita

    Iya kalau hamil harus cari dokter yang cocok

  10. Kak…mau nanya donk…kalau promil untuk mendapatkan bayi dengan jenis kelamin tertentu, bisakah?
    Tapi malu yaa…
    Huhuu~

    1. Ehh ada yang bisa loh…dr Suryo salah satu yang dikenal bisa bantu utk promil bayi jenis kelamin tertentu… Bisa juga kalau bayi tabung..karena dipilah pilah diluar tubuh…

  11. Puji Tuhan ya kaakk…
    Mau berbagi pengalaman juga buat bunda” yang sedang berjuang
    Pertama x konsul (pas lg punya duit berlebih), dan sebelumnya ud gugling sana sini ttg dokter obgyn yg oke di Pku. Ketemulah nama dr.Suryo.
    Pengalamannya kurang enak sih…Sy di diagnosa ada grundul” ( semacam jerawat”) di tuba palofi. Dokter itu jg menyarankan saya utk diet. Saya dikasi obat seabrek”, yg isinya kebanyakan obat hormon + habattusauda. Yg membingunkan sy & teman” ( org kesehatan ) saya, knp obat hormonnya banyak sekali, pdhl sy tidak kekurangan hormon, sampe ada tuh obat yg harus dioles di lengan. Habbat itu sendiri harus sy minum 15 butir sehari. Gile gk??!?
    Habis sekian juta utk 3 bulan tanpa hasil. Suami gk ngijinin utk balik ke dokter itu lg. Next, sy coba ke dr. Amru.
    Dokter Amru ini ramah bgd, enak diajak ngobrol, meskipun pasiennya banyak. Di cek lah saya, dan taraaa….saya gk ada sakit apapun Grundul” yg disebutkan dokter sebelumnya nihil. Meskipun belum juga dikarunia anak waktu itu.
    Ud cb semua hal. Pijit lah, jamu”an lah, refleksi lah. Akhirnya sudahlah, santai saja.
    Eh skrg malah dikasih ijin sm Tuhan utk mengandung 7 minggu .
    Makanya ini lg nyari review dokter obgyn yg bersahabat + gk tll terkenal. Kata eda ku, kalo terlalu terkenal ya spt yg Kk sebutkan diawal td..Bisa berjamur nunggunya. Semoga bunda” lain segera diberkahi keturunan yaaa. Gob bless!!!

    1. Wah Puji Tuhan banget sekarang sudah hamil ya..sehat2 selalu yaahh..
      Btw dr. Amru ini praktek dimana ya?
      Kebetulan saya lagi hamil juga anak kedua, dan sekarang konsul obgyn di dokter Donel, blm ada rencana pindah ke lain hati hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *