REVIEW, Self Thoughts

[Review Buku] The Five People You Meet in Heaven

Informasi Buku

Judul : The Five People You Meet in Heaven

Penulis: Mitch Albom

Penerbit: Hyperion

Bahasa: Inggris

ISBN: 978-1-4013-9803-3

Tahun Publikasi : 2003

Jumlah Halaman : 192 halaman

Buku ini dibeli di Periplus

Tentang Buku Ini

All endings are also beginnings. We just don’t know it at the time…”

Eddie, adalah seorang pekerja di Ruby Pier, sebuah taman bermain. Disana terdapat banyak wahana permainan, salah satunya yang terbaru adalah Freddy’s Free Fall, dimana Eddie mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal di usia 83 tahun.

Five People You Meet in Heaven mengisahkan tentang perjalanan Eddie, sang maintenance, di alam baka. Telah diatur bahwa di alam baka setiap orang akan dipertemukan dengan lima orang yang memberikan dampak besar dalam kehidupannya semasa di dunia. Tujuannya hanya satu, yaitu menjelaskan hal-hal yang tidak mereka pahami semasa hidup. 

Mitch Albom, yang juga dikenal sebagai penulis Tuesdays with Morrie, selalu bisa membawa saya hanyut dalam novelnya. Ia menceritakan kisah ini dalam detil yang jelas dan merangkai kata-kata di dalamnya menjadi untaian yang sangat indah. Bagi saya, kata-kata yang disampaikan Albom sangat relate dengan kehidupan kita.

Menurut Saya

Banyak kalimat- kalimat dari Albom yang saya tandai karena sangat mengena dalam kehidupan saya. Meskipun telah dibaca sampai tiga kali, baru kali inilah saya hampir selalu menangis membaca buku ini. Setiap bab membawa saya pada perenungan yang terkait dengan pengalaman hidup pribadi. Setiap bab mengingatkan saya pada momen-momen hidup saya, bagaimana  saya menjalaninya, dan apa yang sudah saya dapatkan dari pengalaman tersebut. Jujur, ini seperti perjalanan mengenali diri sendiri (lagi). Berikut ini beberapa catatan saya yang mungkin bermanfaat untuk dibagikan:

  • Rangkaian kisah Eddie selalu disajikan berdampingan, yaitu hari ulang tahun dan kematiannya. Entah mengapa ini membuat saya menjadi sendu. Setiap ulang tahun pasti kita berdoa supaya diberi umur panjang, kesehatan dan sebagainya. Padahal sebenarnya ulang tahun berarti berkurangnya usia kita di dunia ini. Hanya saja kita tidak tahu sampai berapa lama limit kita di bumi ini. Seharusnya ulang tahun bukan sekadar perayaan melainkan perenungan; apa yang sudah kita lakukan setahun ke belakang supaya sisa hidup kita menjadi lebih bermakna. Hal ini menjadi sentimental bagi saya karena  beberapa tahun terakhir rasanya saya kurang memaknai moment ulang tahun dengan bersyukur dan merenung.
  • “Kamu berdampak” adalah pesan kuat yang saya tangkap kali ini. Seperti halnya Eddie yang menyesali pekerjaan sebagai maintenance, saya menyesal karena pernah melepaskan pekerjaan yang menjadi identitas saya. Seperti Eddie merasa terjebak dalam pilihan karirnya, saya pun (pernah) merasa terjebak dalam peran saya (hanya) sebagai ibu rumah tangga. I mean, when you don’t make money like your friends does, it’s eating you from inside.  Sampai Eddie disadarkan bahwa eksistensinya di dunia sebagai pekerja di Ruby Pier adalah melindungi anak-anak. Then, I look my little baby, bahwa dalam hal sekecil apapun, I am her world 🙂

“Children,” she said, ”You keep them safe. You make good for me.”

  • All parents damage their children. Benarkah? Albom menggambarkan Eddie yang menyimpan kemarahan seumur hidup kepada sang ayah. Ia membenci ayahnya karena telah mengabaikannya sejak masih kecil, dan sebagai penyebab ia menjalankan pekerjaan yang tidak disukainya. I really put it in my thoughts. Ini ibarat peringatan agar berhati-hati supaya anak tidak mengalami kepahitan kepada orangtuanya. Sepertinya sulit ya, apalagi kita tidak sempurna hanya manusia biasa. So, I would pray and ask God to guide and grant me wisdom as a parent. Tapi jika nantipun anak (-anak) mengalami kekecewaan terhadap saya, saya berharap agar mereka tidak berlama-lama menyimpannya di dalam hatinya.

Holding anger is poison. It eats you from inside.”

Kepergian Bapak saya adalah salah satu alasan saya membaca buku ini kembali. Bukan untuk belajar konsep surga, ya. Saya meyakini konsep surga dan neraka sesuai ajaran agama, namun pada beberapa bagian buku ini seakan menarik saya kembali pada kenangan-kenangan sewaktu Bapak masih ada. Ada rasa senang, tangis sedih, haru, berpengharapan, semua bercampur jadi satu. Dan semuanya saya nikmati sambil berdoa agar kami yang ditinggalkan menjalankan hidup lebih baik dari hari kemarin.

Rating (5/5)
5/5

50 Comments

  1. ini buku aku jaman kuliah mbak hahaha lupa naro dimana ya? ceritanya juga lupa2 ingat 🙁 cari lagi ah soalnya dulu aku punya beberapa buku Mitch Albom

  2. Fix! Saya akan beli buku ini untuk membaca lebih lanjut. Thank you reviewnya, Kak

  3. Buku ini menarik, menyajikan dimensi yang berbeda, dan menurut aku isinya cukup anti mainstream. Pesan moralnya, jangan menyimpan emosi-emosi buruk terlalu lama

  4. waaah buku ini masuk new york times best seller nih pas awal awal muncul yaaa, banyak banget yang nyariii, aku juga sempet penasaran pengen baca tapi sampe sekarang belum baca juga hihihim kayanya seru yaaa, jadi pengen baca deh hehehe

  5. bukunya unik, mengangkat tentang kisah/cerita setelah kematian. Dan tokohnya ada yang jadi maintenance di alam baka, beneran bikin “kaget” dan penasaran sama tokohnya di jalan ceritanya

  6. Duh saya jadi ikut terkena membacanya. Kalau saja dekat boleh dong pinjam bukunya hehehe
    Banyak pelajaran hidup serta kisah yang menjadi tauladan ya
    Jadi menyenangkan bacanya

  7. Wah, bukunya menarik dan punya strong message ya
    Bisa dibaca buat leisure and pleasure ini

  8. Semoga kita tetap bisa merenungi dan menghargai orang2 dalam hidup kita, ya. Tidak perlu menunggu mati dulu. Karena kawatir penyesalan akan datang terlambat.

  9. Aku udh baca versi inggris dan versi bhs indonesia buku ini. Dua2nya sukses bikin nangis, ketawa tapi juga kek mengingatkan kita agar lebih memaknai hidup saat msh hidup dg maksimal.

  10. aku sudah baca buku ini! Mitch Albom piawai sekali mengemas pelajaran hidup secara mengena namun sederhana. Highly recommended memang buku ini

  11. Aku suka banget sama buku yang isinya banyak yang quotable, mbak. Terkadang malah bisa menohok relung sanubari.
    *tseeeehhh, apasihhhh :)))))
    Dari ulasan mbak, aku suka banget sama quote “Holding anger is poison. It eats you from inside.”
    Sumpaaa, ituuu bener-bener langsung nonjokkkk perasaan mbaaaakk.

  12. Duh kayaknya jalan cerita buku The Five People You Meet in Heaven ini menyentuh banget yaa Ka dan jadi banyak bersyukur juga sampe saat ini kita masih di kasih kesempatan untuk bernafas

  13. Duh..saya merasa tertarik sekali dengan buku ini mba.. Quote2 yg mba tuliskan di sini sangat mengena.. TFS mba..smoga saya bisa membaca buku bagus ini juga nanti..

  14. Ah aku udah lama banget ga baca novel apalagi nulis resensinya seperti ini… kadang kangen baca novel tapi susah cari waktu yang nyaman biar tenang bacanya. Btw aku penasaran sama bukunya, bagaimana dia mengambarkan kehidupan alam baka tanpa kessn horor gitu lho

  15. Wow dikasih rating 5 dari 5 ya mbak. Tapi aku baca poin2 nya berasa baca juga sendiri bukunya Dapat banget untuk kita ibu dirumah yang kadang ada rasa tak terungkapkan di dada

  16. Bagus ya mbak bukunya. Banyak banget pelajaran yang bisa diambil. Aku setuju banget, kadang kadang kita yang IRT dengan banyak sambilan ini pengen kerja juga ya. But when we realize our little ones need us the most. Jadi bersyukur diberi kesempatan buat menemani mereka di rumah 🙂

  17. Mba, kalau membacanya sampai tiga kali ini pasti karena bagus banget. Dan benar ini tertulis dengan apik di sini. Bisa beli dimana mba?

    1. Kemarin belinya di periplus, mbak

  18. Pesannya luar biasa menyentuh bgt. Aku baru baca review nya di blog ini aja udah kerasa gimana menyentuhnya pesannya itu. Jadi penasaran sama isi satu bukunya.

  19. Duluuuu banget pernah baca buku Mitch Albom yang ini. Jadi kebayang di balik taman hiburan yang gegap gempita, ada petugas maintenance yang sungguh berjasa supaya semuanya berjalan dengan baik.
    Selain buku ini ada satu lagi karya Mitch, Tuesday with Morries.

    1. Yang Tuesday with Morries juga bagus menurutku 🙂

  20. udah lama ga baca buku kayak gini. nanti kalo ketemu ditoko buku, aku mau beli juga ah

  21. Buku yang bagus nih. Baca buku ini bisa bikin kita banyak merenung tentang kehidupan yang kita jalani ya Mbak. Saya jadi penasaran , pengen juga baca bukunya

    1. Betul mbak. Kalau baca sendiri pasti makin dapet “feel’nya

  22. Aku belum pernah baca buku ini, sepertinya perlu nih biar lebih menghargai kehidupan yg sekarang yah, mengingat kematian tentunya salah satu cara agar kita lebih bisa bersyukur ^^

  23. Dari novel ini bisa dijadikan renungan ya contohnya tiap ulang tahun sebenarnya jatah hidup kita mulai berkurang ya. Aku juga sadar mungkin doanya supaya bisa menjalani sisa hidup lebih baik lagi. Aamiin/

  24. Aku peconta baca buku mba, apalagi buku tentang self healing, motivation, Lahlil Gibran..something like that (diluar buku Fashion n beauty). Aku belum tahu buku ini, dan kalau baca review mu, buat aku penasaran. Di Gramed adakah mba?

  25. Jadi pengen ikutan baca. Dan ikut terjun di dalam ceritanya. Penasaran dengan kisahnya lebih lanjut. Makasih reviewnya mbak. Buat referensi novelku selanjutnya nih.

  26. Duh, Keren kayaknya bukunya. Banyak yang bakal nampar saya kayaknya. Kepengen baca deh.

  27. Aya

    Buku yang menyembuhkan. Saya baca beberapa quotes, sepertinya buku ini akan bisa menjadi self healing untuk siapapun yang membacanya. Pemasangan sama keseluruhan isi bukunya nih

  28. Ida

    Wah kisah di alam baka meski fiksi suka mengingatkan hidup sesudah kematian ya..

  29. Mba jadi penasaran aku pengen baca bukunya, temanya unik banget. Ntar cari ah di toko buku online

  30. Wah kyknya bukunya emang berkesan banget ya mbak, sampai diberi rating bintang 5, sempurna. Ini in English ya?
    Jadi penasaran kepengen baca sendiri isi bukunya, kyknya kok bikin emosi meluap2 dan berpikir ya 😀

    1. Buat aku 5 stars mbak hehehe. iya ini English. yuk bacaaa

  31. Aku jadi penasaran pengen baca juga buku ini karena bagus juga ya untuk kepribadian kita ya mbak

  32. Sejak membaca ulasan tentang buku ini di blog mba. Aku ajdi percaya kalau buku ini memang wajib aku baca. Thanks:)

  33. Waduh, kayaknya musti baca buku ini deh. Kok banyak yang relate juga denganku yah. Terutama di bagian yang ‘cuma jadi ibu rumah tangga dan berasa gak produktf karena merasa gak menghasilkan’ huhuhu

    Tapi untung fase mellow itu udah terlewati sih, walopun dengan susah payah

    1. Sudah ada yang lebih dulu dari aku ya menghadapi fase itu, hehehe 🙂

  34. judulnya menarik, eh pas baca reviewmu jadi lebih menarik lagi. terus baca komen-komennya ku berasa kudet. kok aku baru tahu ada buku sebagus ini, kemarin kemana aja aku huhuhu. fix mau baca

  35. Baca reviewnya, aku jadi ingat film Korea “A Long With The Gods” yaa…
    Hemm..memang kehidupan itu sesuai persepsi masing-masing yaa..
    Semoga kita bisa selalu melihat indah ke dalam apa yang kita alami.

  36. All parents damage their children. >> kalimat ini menohok ya. Jadi mikir lagi apakah kita sebagai orangtua sudan bener ngajarin hal-hal baik ke anak-anak kita.

    1. Aku kok sama kyk Mbak Desy ya mikirnya. Buku ini jdnya gak cuma bikin kita memandang pakai sudut pandang sbg anak tapi jg bikin berpikir dengan pakai sudut pandang kita sbg ortu…

  37. Saya bakal nangis juga gak ya kalau baca cerita ini. Baru baca review di sini aja udah ada rasa sendu. Apalagi di paragraf terakhir. Sampai sekarang kalau ingat papah (alm) masih suka menangis

  38. Bukunya kayaknya bagus nih, buat pengisi waktu juga reminder gitu. Aku jadi penasaran dengan isi ceritanya

  39. Aaaaaakkkk aku baca buku ini juga, sukaaaaaa!!!
    Walaupun masih lebih suka Tuesday with Morrie ya, karena berasa lebih real gitu.
    Cuma buku ini pun cukup membentuk pola pikir saya banget sampai sekarang Mbak, padahal bacanya pas SMA.
    Jadi pengen baca buku Mitch Albom lagi ni….

  40. baca reviewnya jadi tertarik pengen baca bukunya deh. Nanti mau coba cari bukunya ahhh 🙂

    Makasih sudah menuliskan reviewnya, Mba 🙂

  41. Duh ya ada buku bagus nih buat nambahin koleksi
    Apalagi sekarang memang fokus untuk mendidik anak pada hal hal baik
    Jadi bahan introspeksi

  42. Baca review ini jadi pengen baca bukunya deh. Kayaknya isinya menyentuh yaa, dan saya suka baca buku yang seperti ini.

    Nanti mau coba cari bukunya ahhh

    Terimakasih sudah menuliskan review-nya yaa, Mba

  43. Memang ya perlakuan kasar dan keadaan yang menyakitkan bisa menyebabkan trauma yang cukup lama seperti beliau yang benci sama ayahnya.

  44. bukunya menarik sekali mba aplagi ini berkaitan dengan ikatan atau perasaan orangtua dan anak, sepertinya masalah yang dimunculkan dalam buku ini banyak dialami dalam kehidupan nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *