Health, REVIEW

Tips Agar Tetap Aktif dan Sehat Selama Hamil

Bulan Juni yang lalu, saya baru menyadari bahwa sudah terlambat haid beberapa minggu. Rasanya dag dig dug, membayangkan hasil testpack positif atau negatif. Memang kami mengharapkan kehadiran anak ke-dua, tetapi saya tidak berpikir akan diberikan tahun ini. Apalagi saya baru saja selesai ujian diploma Montessori dan punya rencana untuk mengajar kelak. Tapi, itulah yang disebut rencana Tuhan. Manusia bisa merancang, tetapi tetap Tuhan yang berkehendak. Singkatnya, saya pun testpack, dan tersenyum bahagia karena hasilnya positif. Suami yang sudah saya kabari sejak malamnya bahwa saya akan tespek, sudah menunggu di balik pintu kamar mandi. Sambil tersenyum, saya tunjukkan hasil tespek, “Wah, udah dateng nih adeknya Sola.” Suami pun ikut senyum sambil membalas, “Cie, adeek.” Apa coba? Hahaha 🙂

Perjalanan hamil anak ke-dua tidak semudah yang saya bayangkan. Apalagi dengan satu balita yang menuntut banyak perhatian dan sangat aktif. Hamil anak pertama dulu, fokus masih hanya untuk diri sendiri dan suami saja. Suami pun banyak maklum dengan kehamilan saya, tidak banyak menuntut ini itu, bahkan banyak membantu urusan di rumah. Saya ingat betul pada waktu hamil anak pertama, di trimester 1 saya sempat mengalami flek. Dokter pun menganjurkan saya untuk bed rest saja. Alhasil, urusan makan tiga kali sehari, suami yang mengurus (baca: beli dari luar), suami pun tidak sungkan turun mencuci pakaian kotor kami. Dan itu masih berlanjut sampai anak lahir, hehehe. Berbeda sekali dengan situasi sekarang. Kini, saya pun harus mampu (memaksa diri untuk mampu, lebih tepatnya) untuk membagi perhatian dan energi saya pada beberapa hal bersamaan, terutama kepada si sulung. 

Saya yakin, di luar sana ada banyak perempuan yang sudah lebih dahulu ada di posisi saya. Mereka berjuang supaya bisa mengurus kebutuhan suami, anak, dan rumah tangga dengan sebaik mungkin. Bahkan, bagi ibu bekerja, urusan bagi-bagi tugas ini lebih berat dirasakan karena tanggung jawab pekerjaan juga wajib diselesaikan dengan baik. Kini saya sudah memasuki masa trimester ketiga kehamilan, bolehlah saya sedikit berbagi apa tips sederhana menjalani kehamilan dengan balita aktif sekaligus mengurus pekerjaan rumah. 

1. Ibu hamil bukan orang sakit

unsplash.com/Suhyeon-Choi

Pertama-tama, penting untuk menanamkan awareness ini di dalam diri sendiri bahwa IBU HAMIL BUKAN ORANG SAKIT. Memang pada beberapa kehamilan, berdasarkan saran medis, kita perlu usaha ekstra seperti mulai dari mengurangi kegiatan, mengonsumsi obat & vitamin tertentu, sampai bed rest. Tetapi jika hamil normal dan tidak ada masalah apa-apa, ya kita jangan membuat diri kita seakan-akan seperti orang sakit yang tidak bisa apa-apa. Kalau sedikit-sedikit mengeluh sakit, capek, pusing, maka pekerjaan gak akan tuntas. Anak pun bisa-bisa terbengkalai. 

2. Buat skala prioritas

eacpe.org

Bagi suami dan saya, anak adalah prioritas utama. Jadi kehamilan atau pekerjaan rumah tidak seharusnya membuat si sulung kehilangan waktu untuk belajar dan bermain dengan saya. Maka itu, penting untuk menciptakan waktu khusus untuk bersama anak. Saya selalu menyediakan waktu menemani anak main di teras atau halaman rumah, atau sekadar bermain apa saja di dalam rumah. Untuk stimulasi motorik halus anak, seperti bermain cat air, sand tray, atau waterbeads bisa dilakukan sore hari sebelum mandi. Menemani anak menjelang tidur malam pun tidak boleh ketinggalan, karena ini kesempatan untuk membacakan buku cerita, bercakap-cakap, atau bercerita dengan finger puppets. Kedua, mengingat tenggat waktu diploma saya berakhir Oktober 2019, maka saya masih harus mengatur waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas diploma agar bisa lulus tepat waktu. Prioritas terakhir, adalah pekerjaan rumah. Bebenah rumah dan membersihkan halaman bisa dilakukan pagi hari sebelum anak bangun atau di sela-sela ketika anak tidur siang, tentunya dibantu dengan suami. Saat ini kami juga dibantu ART harian untuk mengerjakan pekerjan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci, dan menyeterika.

3. Urusan masak dibuat simpel

unsplash.com/alyson-mcphee

Untuk urusan memasak, saya tidak menyerahkan sepenuhnya kepada asisten. Biasanya saya masak nasi dan lauk, sedangkan asisten membantu membuatkan sambal atau merebus sayur. Bagi saya cara paling mudah dengan food preparation. Untuk daging dan ayam, biasanya saya masak jumlah banyak lalu dibagi-bagi ke dalam wadah kecil untuk dihangatkan pada saat mau dimakan. Sedangkan sayur dimasak setiap hari. Kalau badan sedang lelah sekali, sesekali pesan makan dari luar juga tak masalah kok. Mengenai food prep ala saya, moms bisa baca disini ya.

4. Buat to-do-list yang realistis untuk dicapai

unsplash.com/glenn-carsten-peters

Berkenaan dengan hal-hal yang mau dikerjakan tadi, saya membuat to-do-list yang amat sangat membantu saya merencanakan penyelesaian pekerjaan. Misalnya membuat daftar menu seminggu sehingga mempermudah saat mau belanja mingguan. Untuk tugas-tugas diploma, akan saya susun bahan dan alat yang diperlukan, lalu mempersiapkannya dan mengumpulkan tugas sesuai waktunya. Untuk baking, biasanya saya lakukan 1-2 kali dalam dua minggu. Kalau untuk menulis di blog, saya usahakan untuk menghasilkan satu tulisan baru dalam sebulan. Ada kalanya target ini tidak tercapai, ya gapapa. Selalu harus fleksibel dan menyesuaikan kembali dengan situasi yang ada.

5. Sempatkan untuk berolahraga

Ibu hamil juga perlu berolahraga. Rutinkan berolahraga ringan misalnya berjalan kaki keliling komplek atau halaman rumah. Di trimester kedua, saat badan lebih fit karena mual muntah sudah mulai berkurang, kita bisa coba berenang. Kalau untuk keluar rumah tidak memungkinkan, maka bisa mencoba yoga atau pilates sederhana yang gerakannya bisa kita lihat di youtube atau cd player. Btw, ini adalah salah satu video prenatal yoga yang saya rekomendasikan. Setelah mencoba, pasti badan terasa lebih bugar deh.

6. Be nice to yourself

unsplash.com/element5-digital

Masa kehamilan ini juga sebaiknya dinikmati dengan sukacita, misalnya dengan memanjakan diri ke salon, mempercantik diri dengan pasang eyelashes (I did it, hehehe), creambath, manicure, pedicure, pijat, dan sebagainya. Sesekali saya menitipkan anak ke mertua agar saya dapat mengerjakan tugas-tugas yang belum selesai atau ketika mau ke salon. Awalnya, saya sendiri ragu mau menitipkan anak ke mertua, takut dibilang memanfaatkan dan merasa bersalah juga meninggalkan anak demi kepentingan pribadi. Tetapi saya tepis pikiran itu, saya sampaikan ke suami apa yang mau saya kerjakan. Beruntungnya, suami dan mertua yang dititipi cucu tidak keberatan sama sekali. 

Selain berkonsultasi langsung dengan obgyn untuk memastikan kesehatan diri dan janin, kita juga perlu sadar dengan kapasitas diri. Kalau misalnya weekend banyak keluar rumah, maka cobalah di hari-hari berikutnya mengurangi kegiatan dengan lebih banyak di rumah. Sempatkan waktu untuk menulis atau membaca sebagai sarana untuk menghindari stres. Jangan ragu untuk minum suplemen tambahan jika rasanya dibutuhkan. Memasuki trimester ke-dua, badan saya sempat mengalami perubahan yang tidak menyenangkan, yaitu terjadi peningkatan asam lambung. Menurut dokter, ini hal normal yang bisa terjadi pada beberapa kehamilan.

Minum Sari Temulawak agar tetap fit/Dok.pribadi

Karena sedang hamil, saya ingin mencari yang sehat alami saja untuk membantu meringankan masalah pencernaan ini. Pilihan pun jatuh pada HERBADRINK, yaitu minuman herbal alami yang diproses dengan teknologi modern dengan mempertahankan manfaat alaminya. Herbadrink dikemas praktis dan higienis, mudah dibawa kemana-mana, dan dikonsumsi kapan saja. Cara konsumsinya pun sangat mudah, tinggal seduh dengan air hangat dan siap dinikmati. Varian HERBADRINK ada beberapa macam, seperti Sari Jahe, Sari Temulawak, Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih plus Madu, Lidah Buaya, dan Beras Kencur, Kopi Ginseng, dan Chrysanthemum. Untuk masalah pencernaan yang saya alami, saya mengonsumsi Sari Temulawak, yang manfaatnya telah dikenal luas untuk memelihara fungsi hati, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memelihara pencernaan. Kandungannya Sari Temulawak adalah ekstrak curcuma xanthorrizha Rhizoma 2.2 gr, gula dan bahan lainnya yang sudah dipastikan aman. 

Nah, itu tadi beberapa tips agar tetap aktif dan sehat selama hamil. Kalau semua belum tercapai ya gapapa moms, jangan memaksakan diri harus sukses semua. Sebagai orang yang cenderung perfeksionis, saya pun seringkali kepikiran kalau ini itu belum selesai. Sampai tidur pun gak tenang. Tapi seiring berjalannya waktu, lama kelamaan saya jadi bisa menemukan ritme yang tepat untuk saya jalani sehari-hari selama kehamilan sambil menemani si kakak yang aktif ini. Kalau moms yang lain bagaimana? Share juga dong pengalaman kamu di kolom komentar 🙂

24 Comments

  1. Harus disyukuri ya mbak, apapun itu rencana Tuhan. Selamat atas kehamilannya & sehat selalu ya. Untuk ursan masak aku juga dulu hamil anak kedua gak mau repot malah pakai katering harian.
    Ibu hamil perlu hati-hati banget ya konsumsi obat makanuya pelru yang alamki kaya herbadrink aja

  2. Wah cocok ya buat ibu hamil
    Kalau menyusui bagaimana?
    Saya harap bisa juga karena kalau lagi ada masalah perut nggak bisa sembarang minum obat demi ASI

  3. Selamat atas kehamilannya. Saya yang menginginkan sejak lama belum juga diberi kepercayaan Nya.
    Mungkin belom. Hehehe… Kalau berkesempatan, pasti isi semua artikel ini berguna ya

  4. Aku sepakat, hamil bukan sakit, dan bisa aktif melakkan kegiatan orang sehat, hanya pandai-pandai mengkreasi aktifitaas ya agar kehamilan juga tidak terganggu.

  5. Saya 2x hamil, keduanya gak ada keluhan sama sekali. Kalau orang bilangnya itu hamil kebo. Makanya saya gak pernah menganggap sebagai orang sakit. Tetapi, memang harus hati-hati, termasuk dalam hal konsumsi. Kalau Herbadrink ini aman untuk bumil, ya. Semoga sehat selalu. Aamiin

    1. Iya setuju mbak. Untuk saya, herbadrink aman mbak 🙂

      1. aku beruntung sbnrnya pas hamil yg pertama dan kedua ga ada masalah apa2. palingan cm jd anti ama makanan tertentu, tp ga bikin morning sickness. dan si kaka juga excited nungguin adeknya lahir :D. kalo suplemen, aku minum tp kbanyakan yg dr dokter aja. dulu mah herbadrink ini aku blm tau mba, jd ga prnh nyobain pas hamil

        skr aku sering minum herbadrink trutama yg temulawak. secara aku sering bergadang jd butuh banget ini utk menjaga kesehatan liver trutama. ama beras kencur aku jg minum. enaaak :D. pgn beli yg kunyit asam deh

  6. Mbaaa, walopun ga lagi hamidun, aku juga pengin rajin yoga or pilates
    Plus minum Herbadrink tentu saja 😀
    Supaya sehat setrooongggg senantiasa

    1. Biar setrong menjalani hidup ini yaaa..dudududuu 🙂

  7. Sehat selalu dengan kehamilannya ya, Mbak.
    Memang penting sekali agar tetap aktif dan menjaga kesehatan saat sedang hamil.

  8. Bahagia ya menjalani kehamilan, mba. Semoga sehat semuanya. Aku dulu hamil anak kedua juga agak repot. Apalagi suami sering lembur. Makanya waktu pengen punya anak ketiga, justru suami yang nolak. Takut gak bisa bantuin lagi kayak anak kedua.

  9. Congrats ya mbk atas kehamilannya. Jaga kesehatan Mbak. Dan terima kasih atas tipsnya. Buat bekal nanti kalau jadi istri

    1. Makasih mbak 🙂 iya simpen tips sebagai bekal yaa hehehe

  10. Ida

    Wah selamat ya atas kehamilannya semoga sehat terus lancar sampai melahirkan dan yg penting bahagia selalu…

    1. Amin, makasih mbak say 🙂

  11. semoga kehamilannya lancar hingga saat melahirkan nanti ya mba..dan betul, enjoy the pregnancy dan jaga kesehatan selalu ya

    1. makasih mbak say 🙂

  12. Wah lagi hamil ya kak? Semoga sehat selalu ya ibu dan baby. Btw aku suka sama Herbadrink ini apalagi diminum dingin jadi lebih seger gitu rasanya.

    1. Iyaa makasi mbak.. aku lebih suka anget2, enaak di perut hehehe

  13. Jadi inget waktu aku hamil, pengen hamil lagi, soale dimanja suami. Halah halah. Haha..

    Betul orang hamil itu bukan orang sakit yang serba apa apa pantangan dan dilarang

    1. Bagian dimanjain enak, tp kalo dilarang2 serasa kayak lagi sakit hehehe

  14. Aku waktu hamil suka banget berenang. Malah rutin renang pas hamil. Eh pas ga hamil malah jarang renang

  15. aku dulu setiap kali hamil nggak bisa masak di 2 semester pertama alias 6 bulan kehamilan karena penciumannya jadi sensitif banget. cium bau bawang nggak bisa, bau kulkas juga nggak bisa. bisa muntah muntah. jadi akhirnya beli terus makanannya

  16. Mirip aku dulu mbak, anak pertama masih kecil dah hamil. Emang kudu banyakin sabar terutama ke si kakak. Butuh support dari suami juga yaa. Wah ternyata temulawak bagus buat pencernaan yaa, eh iya sih, bagus buat nambah nafsu makan juga katanya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *