7 Permainan Sederhana Untuk Anak Usia Dini

by | Apr 10, 2019 | Blog Competition, Education, Family & Parenting | 58 comments

Saya ingat betul pada masa-masa dimana setiap malam kami selalu berdoa agar diberikan keturunan. Penantian selama hampir tiga tahun akhirnya terjawab. Keluarga kami dianugerahkan Tuhan anak perempuan yang kini usianya 19 bulan. We’re so blessed!

Kehadiran anak juga membuat saya bersemangat untuk mendalami dunia pendidikan. Bersama suami, saya merasa harus up-to-date dengan pendekatan pendidikan sekarang supaya saya pun bisa mendidik anak dengan sebaik mungkin dan mempersiapkannya menghadapi masa depan.

Menurut para ahli, anak mengalami tumbuh kembang yang amat pesat di di 6 tahun pertama kehidupannya. Pada masa ini ada yang kita kenal sebagai absorbent mind, yaitu proses anak mencerna dan mendapatkan pengetahuan dari lingkungannya. Ibarat spons, anak akan menyerap apa saja informasi di sekitarnya, lalu pengalaman-pengalaman tersebut akan menjadi dasar untuk tahapan usia berikutnya.

Setidaknya terdapat lima area perkembangan anak yang dapat kita amati, yaitu perkembangan fisik, intelektual, bahasa, sosial dan emosional. Maka itu sangatlah penting bagi orangtua untuk memberikan pengalaman belajar yang tepat dan sesuai untuk menstimulasi perkembangan anak karena periode absorbent mind tidak dapat terulang.

The child has a mind able to absorb knowledge. He has the power to teach himself -Maria Montessori

Setelah Sola dapat duduk, sekitar usia 6 bulan, saya lebih menikmati waktu bermain dengannya karena ia sudah lebih dapat merespon apa yang saya lakukan seperti membalas senyum, menggerakkan tangan dan kaki, menggerakkan badan, dan lainnya.  Saya dan suami berkomitmen tidak memberikan ponsel untuk sarana bermain di usia dini. Mudah-mudahan kami bisa menjaga komitmen tersebut dengan baik. Saya pun mulai memperkenalkan Sola dengan berbagai macam kegiatan dan permainan untuk menstimulasi perkembangannya.

Kegiatan yang saya lakukan dengan Sola lebih banyak berkaitan dengan stimulasi aspek fisik yaitu motorik kasar dan motorik halus, bahasa, dan kognitif. Jangan terlalu kaku terhadap kategori ini, karena satu permainan bisa mencakup lebih dari satu aspek. Pemberian permainan tentunya bervariasi dan disesuaikan dengan usia Sola, yakni pada rentang usia 0-2 tahun. Berikut ini contoh permainan sederhana yang kami lakukan :

1. Bermain Puzzle

Puzzle knob memudahkan anak memegang potongan puzzle

Jangan membayangkan bermain puzzle dengan potongan yang banyak sekali. Untuk usia di bawah 2 tahun, berikan puzzle sederhana yang ada knob di bagian atasnya sehingga mudah dipegang dengan kedua jari tangan anak (jempol dan telunjuk). Selain melatih kemampuan motorik halus pada anak, permainan ini juga menstimulasi kognitif anak karena ia belajar mengenali tema puzzle tersebut, misalnya puzzle tentang hewan, buah-buahan, kendaraan, dan sebagainya.

Tips: carilah puzzle yang memiliki latar belakang sama dengan potongan puzzle supaya anak bisa mencocokkan gambarnya, biarkan anak tuntas menyelesaikan satu tema puzzle sebelum beralih ke tema berikutnya, berikan pujian atau usapan saat anak berhasil, bicarakan tentang tema puzzle tersebut kepada anak meskipun seakan-akan ia tidak mengerti dan belum mampu merespon ucapan kita.

2. Bermain Cat Warna

Bermain cat warna

Ini permainan yang sangat menyenangkan, bisa dilakukan di dalam maupun diluar ruangan. Hanya dengan menyediakan cat aneka warna dan karton yang cukup besar, anak bisa bermain dengan gembira. 

Awalnya saya mulai dengan finger painting, dimana anak tinggal mencelupkan tangannya ke cat berwarna dan menempelkan sesuka hati di atas karton. Bebaskan anak menggunakan kedua tangannya untuk mengenali preferensi tangan. Seiring bertambah usia, Sola bisa diajari memegang sponge dan mencelupkannya ke cat yang disediakan lalu mengecat kertas tadi dengan sponge tersebut.

Tips: sediakan area yang cukup luas agar anak bermain dengan leluasa tanpa mengotori rumah, gunakan cat yang aman bagi anak (saya gunakan pewarna makanan)

3. Bermain Sensory Waterbeads

Memindahkan waterbeads ke wadah lain

Permainan ini bertujuan untuk mengasah indera perabaan. Yang biasa saya gunakan adalah waterbeads. Caranya mudah, hanya tinggal memberikan wadah berisi air dan waterbeads, lalu biarkan anak bereksplorasi. Untuk variasi, kita bisa menggunakan air dingin, atau agar-agar (jelly). Media lain seperti beras, macaroni rebus, mie, rolled oat juga bisa digunakan sebagai pengganti waterbeads.

Ketika Sola sudah mulai bosan, permainan ini biasanya berkembang menjadi permainan memindahkan air dari satu wadah ke wadah lainnya. Tinggal tambahkan satu wadah baru dan gayung/sendok besar.

Tips: sebaiknya permainan ini dilakukan sebelum mandi pagi/sore karena dipastikan anak akan jadi basah. Perhatikan juga anak saat bermain jangan sampai waterbeads/beras tertelan.

4. Bermain Kereta Dorong dan Rumah-Rumahan

Kereta Dorong Hadiah dari Ompung

Permainan kereta dorong ini dilakukan saat usia Sola sekitar 11 bulan. Kebetulan dia sudah bisa berjalan di sekitar usia 9 bulan meskipun masih tertatih-tatih. Dengan bermain kereta dorong ini, selain mendorong anak lebih lancar berjalan juga membantu dia menjaga keseimbangan.

Kegirangan main seluncur di rumah mini

Sekitar usia 15 bulan, saya menyewa mainan rumah-rumahan yang sekaligus ada papan seluncurnya. Bagi teman-teman yang mau mencoba, sebaiknya pastikan dulu bahwa anak sudah lancar berjalan, berjongkok, dan menjaga keseimbangan.

Sediakan area yang cukup luas karena rumah-rumahan ini agak besar. Dengan permainan ini Sola leluasa masuk dan keluar rumah, membuka dan menutup pintu, dan main seluncuran untuk turun. 

Tips: Permainan ini bisa diberikan menjelang tidur sore, karena ini cukup menguras energi. Kalau sudah lelah bermain fisik, dijamin anak bisa tidur dengan mudah. Selalu perhatikan anak terutama saat berseluncur agar tidak terjatuh.

5. Bermain Menyusun Bentuk dan Ring Donat

Memasukkan bentuk ke dalam tiang kayu

Permainan menyusun bentuk ini saya kenalkan sekitar usia 11 bulan. Sebenarnya permainan ini cukup sulit karena Sola harus memutar bentuk kayu tersebut sesuai dengan palangnya supaya bisa masuk. Tapi karena saya hanya mau mengenalkan saja, tidak ada target untuknya menyelesaikan permainan ini. 

Ring Donat

Permainan menyusun berikutnya adalah menyusun ring donat. Ini relatif lebih mudah karena hanya satu tiang dan semua bentuknya bulat. Kelebihannya, anak dapat belajar menyusun dari yang paling besar ke yang paling kecil. 

Kedua permainan ini masih sering dilakukan sampai sekarang. Malah kalau saya perhatikan, Sola bisa sangat tenang saat bermain susun-menyusun ini. Mungkin karena ini butuh fokus dan perhatian yang tinggi ya.

Tips: Jangan terlalu sering mengoreksi anak pada saat bermain, tujuannya agar rentang konsentrasi anak menjadi baik. Sesekali bisa dibantu saat anak sudah gelisah, atau diajak mencoba permainan yang lain.

6. Bercerita dengan Buku dan Boneka Jari

Baca buku yang sama setiap malam

Untuk usia dibawah setahun, sebaiknya dimulai dahulu dengan membiasakan membacakan cerita. Saya mengambil 1-3 buku yang rutin dibacakan berulang-ulang. Nanti cerita yang sama digunakan pada boneka jari. Seiring dengan bertambahnya usia, diharapkan anak dapat ikut bercerita atau diajak berdiskusi mengenai cerita tersebut.

Boneka-boneka di jari mami
Boneka-boneka di jari mami
Boneka jari
Boneka jari

Bermain boneka jari dapat mengembangkan aspek bahasa pada anak. Disini boneka jari digunakan untuk bercerita, bisa diambil dari cerita yang sering dikenalkan pada anak atau kita merangkai cerita sendiri. Gunakan suara-suara berbeda untuk mewakili boneka jari, intonasi suara yang bervariasi, mimik wajah dan gesture badan. 

Tips:  kegiatan ini nyaman dilakukan menjelang tidur malam. Cerita yang disajikan juga dapat dikembangkan berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan sepanjang hari itu.

7. Bermain Blok Kayu

Menyusun balok sederhana

Ini permainan paling baru yang dicoba Sola, karena balok-baloknya banyak dan cukup berat. Saat ini, saya tidak memberikan target untuk membangun sesuatu. Saya hanya membiarkannya menyusun balok-balok tersebut sesuka hatinya. 

Tips : untuk anak yang lebih besar blok bisa diganti dengan Lego. Selalu awasi anak dalam bermain agar terhindar dari bahaya.

Memilih PAUD yang Tepat untuk Anak

Rasa-rasanya sekadar bermain dengan anak di rumah tidak cukup. Saya berencana untuk memasukkan Sola ke dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai dasar perkenalannya dengan jenjang pendidikan dasar. 

Memilih pun tidak bisa sembarangan, hal utama yang menjadi pertimbangan saya adalah sekolah yang menekankan variasi proses pembelajaran (kurikulum dan metode) untuk mendukung semua aspek perkembangan (fisik, intelektual, sosial dan emosional), yang mengajarkan anak berbahasa asing, dan memberikan kesempatan pada perbedaan individual. Ingat, bahwa setiap anak adalah unik. Intinya, saya mencari sekolah yang bersedia menjadi Mitra untuk tumbuh kembang Sola. 

Apple Tree Pre-School BSD, Pilihan Terbaik

Apple Tree Pre-School didirikan pada tahun 2000 dengan visi menjadi sekolah yang mendorong kepercayaan diri dan kemandirian anak. Semua kegiatan diarahkan oleh guru-guru dengan dua bahasa pengantar, yaitu bahasa Inggris dan Mandarin. Apple Tree Pre-School kemudian berkembang dengan pesat, dan kini merupakan salah satu sekolah berskala nasional di Indonesia.

Apple Tree Pre-School berkomitmen mencapai dasar yang kuat untuk area perkembangan (fisik, intelektual, sosial dan emosional) bagi setiap anak. Apple Tree Pre-School mengadopsi kurikulum dari Singapura dan menawarkan program yang bervariasi dalam metode pengajarannya. Salah satu misi Apple Tree Pre-school adalah siap memfasilitasi orangtua dengan pengetahuan dalam pendidikan anak, menurut saya ini bagus sekali karena dapat menciptakan sinergi positif untuk mendidik anak.

Screenshot (62)
Screenshot (65)
Screenshot (60)
Screenshot (63)

Untuk Sola, rasanya cocok dimasukkan dalam kelas Pre-Nursery. Kelas yang diatur maksimal hanya 16 anak saja memungkinkan guru memberikan perhatian yang cukup terhadap kebutuhan anak yang berbeda satu dengan lainnya.  Selain itu kelas ini cocok sebagai kelas peralihan dari rumah ke  sekolah. 

Teman-teman sedang mencari PAUD juga untuk anak? Silakan berselancar ke websitenya Apple Tree Pre-School BSD dan cari tahu selengkap mungkin.

Pendidikan itu 100% tanggung jawab orangtua, maka pastikan anak mendapatkan dasar yang kuat dari rumah. Sesibuk apapun kita, selalu sediakan waktu berkualitas dengan anak. Semoga bermanfaat!

#appletreebsd

Referensi:
1.http://paud.kemdikbud.go.id/2016/03/30/memahami-pendidikan-anak-usia-dini/
2.https://www.appletreebsd.com/

Sharing is Caring! Share this article


Facebook


Twitter


Google-plus


Linkedin


Snapchat

You May Also Like

Berkenalan dengan Matematika: Korespondensi Satu-Satu

Berkenalan dengan Matematika: Korespondensi Satu-Satu

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang mama yang DM saya melalui instagram dan bertanya, "anak saya belum tahu huruf (apalagi membaca) dan berhitung sama sekali. Apakah anak saya ketinggalan?" Dalam Montessori, kita meyakini bahwa setiap anak memiliki inner teacher...

Parenting Tips : Saat Kakak Punya Adik Baru

Parenting Tips : Saat Kakak Punya Adik Baru

Menantikan kelahiran anak tentunya menjadi momen yang penuh dengan antusiasme bagi para orangtua. Saya masih ingat betul bagaimana perasaan kami yang campur aduk saat tahu hamil anak pertama. Penantian selama hampir tiga tahun dengan program kehamilan yang luar biasa...

Review Hipseat i-Angel Carrier

Review Hipseat i-Angel Carrier

Salah satu kegalauan saya waktu mau kedatangan si kakak adalah perihal menggendong. Pakai gendongan apa yang cocok, bagaimana cara menggendong yang benar, dan lain-lainnya. Kalau jaman orangtua kita ya gendong pake jarik aja, selesai. Tetapi semakin kesini kan makin...

58 Comments

  1. Ida Tahmidah

    Liat2 mainan ini jd inget masa2 anak2 ku wkt kecil…skrg sdh jadi masa lalu hehe..

    Reply
    • Helena Magdalena

      Kalau anak udah gede2 mainannya udah beda lagi yaa mbak hehehe

      Reply
      • lita chan lai

        mainan yang dijelaskan diatas ada satu yg bikin menarik saya. kayanya ga semua orangtua mau anaknya main bikin baju anaknya kotor. padahal anak perlu juga bermain kaya gitu ya.

        Reply
        • Helena Magdalena

          Iya betul mbak. Di sekitarku pun banyak orangtua ga kasih anaknya main kotor, cape bersihinnya. Syg sih kalau begitu 🙁

          Reply
  2. Arda Sitepu

    Semua permainan di atas bisa diterapkan buat si adek Crisann nanti. Selain memacu kecerdasan motorik juga mampu memberikan kemandirian anak. Wah, ditiru ini mah hehe.

    Reply
    • Helena Magdalena

      Siaappp! Kiss kiss buat Crisann

      Reply
      • Arda Sitepu

        Paling senang deh Kinata dulu main Puzzle, nanti untuk Crisann bakalan diberikan Puzzle juga ini.

        Reply
  3. Diyanika

    Anakku saat ini lagi senang-senangnya main kardus ditumpuk-tumpuk kemudian dia naik dan ngumpet di dalamnya, Hihihi. Sampai-sampai pernah lho ngumpet di dalam lemari. Hahaha.

    Reply
    • Helena Magdalena

      Entah kenapa anak-anak tuh suka deh main kardus bekas. keponakanku yang sdh 5 thn juga hobi bgt main kardus mbak

      Reply
  4. Linimasaade

    lucu banget dedeknya apalagi pas main cat warna hihi jangan sampai bilang tidak boleh yah mbk

    Reply
    • Helena Magdalena

      Tenang mbak, disini semua prinsipnya “Iya, boleh” hahaha

      Reply
  5. Rach Alida

    Ya pas banget kadang aku binggung kan mau ngajak anak usia dini main seperti apa. Membaca tulisan ini tuh jadi tahu banyak informasi tentamg permainan anak yang menyenangkan 🙂

    Reply
    • Ujame Gaja

      Jadi inget salah satu tagline iklan di TV “berani kotor itu baik” hehehe, soalnya selain menuntaskan rasa pensaran si anak, ini juga bisa membangun kreativitas nya juga..

      Reply
      • Helena Magdalena

        Betul mbak, yang penting mamanya stand by berjaga supata anak tetap aman hehehe

        Reply
      • Nyak Rotun

        Adududuhhh, gemes amat liat anak kecik asik mainan
        Jadi inget pas anakku masih kecil-kecil. Favoritnya sih main puzzle sama waterbeads. Duh, bisa betaaah banget.

        Reply
        • Helena Magdalena

          Iyaaa mbak, rata2 anak2 kayaknya suka waterbeads sama puzzle deh ya

          Reply
    • Helena Magdalena

      Mari dicoba yuk mbak, siapa tau si kecil senang mainnya

      Reply
    • Helena Magdalena

      Iya mbak, anak usia dini juga kan masih dlm perkembangan bahasa. Enaknya memang main stimulus sensori dulu 🙂 Thanks for reading mbak

      Reply
  6. CatatanRia

    anak-anakku paling senang bermain waterbeads soalnya bisa sekalian main air 😀 selesai main pada basah kuyup deh mereka

    Reply
    • Helena Magdalena

      Udah basah kuyup langsung angkut ke kamar mandi ya mbak hehehe

      Reply
  7. Rizka Edmanda

    kebetulan aku lagi cari ide permainan untuk anak-anak usia 10 bulan, boleh deh beli waterbeads dan pre walker itu

    Reply
    • Helena Magdalena

      langsung beli mbak hehehe

      Reply
    • Sri Widiyastuti

      Mainnya macem macem ya bagus untuk perkembangan si kecil. Memang menentukan paud mana yang mau dijadikan sekolah pertama si kecil, karena disitulah awal perkembangan si kecil ya mbak. Makasih rekomendasinya.

      Reply
      • Helena Magdalena

        Iyaaa Mbak…sama-samaaa 🙂

        Reply
  8. Ira Hamid

    Permainan sederhana namun sangat bermanfaat buat perkembangan motorik dan otak anak yaa, Mba. Dulunya anakku juga suka bermain ketujuhnya tapi yang paing disukai adalah bermain puzzle 🙂

    Reply
    • Helena Magdalena

      Puzzle memang kayaknya favorit anak-anak ya mbak

      Reply
  9. lendyagasshi

    Jadi ingat anak pertama ulang tahun, kami sekeluarga sangat berbahagia (karena anak kami adalah cucu pertama dari keluarga suami), jadi beli mini playground gitu..
    Enak siih…
    Dan secara gak sengaja jadi mengundang tetangga yang punya anak kecil untuk bermain bersama.
    Bener-bener mirip PAUD rumahku.
    Hehhe…

    Reply
    • Helena Magdalena

      Mendadak PAUD yah mbak hahaha…seru deh ya, cuman kayaknya peer pas bersih2 hahaha

      Reply
      • lendyagasshi

        Lha iyyaa…itu.
        Beberes rumahnya, mesti sabaarr…
        Alhamdulillahnya, suami ga pernah protes kalo rumahnya kaya kapal titanic tenggelam.
        Wkwkwk…

        Reply
  10. April Hamsa

    Waaahh mainannya banyak. Itu ide ngecatnya bisa ditiru tuh, beli rol kecil dmn ya? 😀 Oh iya kalau catnya pakai cat apa mbak yang aman buat anak kecil?

    Reply
    • Helena Magdalena

      Ayok mbak, cobain main sama anak 🙂 cat bisa pakai pewarna makanan atau beli jadi cari di shopee keywordnya washable finger paint. Kuas beli di ig @kotakmainmainan mbak

      Reply
  11. Uniek Kaswarganti

    Kreatif banget nih mamanya untuk melatih motorik si anak.
    Dulu waktu anak2ku masih kecil ya more or less sama sih permainannya. Bisa melatih perkembangan motorik dan sembari diajak bercakap2 agar makin terampil berbahasa.

    Reply
    • Helena Magdalena

      Mengajak anak bercakap-cakap poin penting nih Mbak. Makasih ya Mbak

      Reply
  12. Nyi Penengah Dewanti

    Banyak rekomendasi permainan sederhana ini
    keren mba, aku jadi pengen praktek nanti kalo punya momongan
    pembelajaran sederhana ini ya, dan barangnya mudah didapatkan juga
    makasih sharingnya mba

    Reply
    • Helena Magdalena

      Iya mbak sama-sama 🙂

      Reply
  13. fillyawie

    Ternyata banyak sekali ya jenis permainan anak usia dini yang nggak cuma mendidik tapi juga bermanfaat untuk merangsang keseimbangan badan, motorik, mempertajam indera raba dan lainnya. Duh jadi pengen cepet2 punya anak deh he he he. TFS

    Reply
    • Helena Magdalena

      Hehehehe…amin amin…biar makin mantep praktek sendiri yaah 🙂

      Reply
    • Rachmanita

      Boneka jari aku jg punya mom favorit anakku inih soalnya… Dia suka sekali

      Reply
  14. Cindy Vania

    Waaa i’m so happy nemu artikel ini. Jujur aja aku mulai lupa kudu kasih mainan apa yg bisa buat anak bayik belajar.
    Nggak inget kalau baca buku bisa sambil pakai finger puppet, trus stacking ring dan puzzle! .
    Makasih banyak mbaa

    Reply
  15. Tiananda

    Jadi inget jaman anakku seumuran Sola, suka banget main petik bola yang ditempel di selotip, dibentangkan di tembok. Juga main jaring laba-laba pakai keranjang setrikaan, dikasih tali-tali, lalu tugasnya ambil barang-barang di dalam keranjang. Itu bikin dia nagih mulu hehehe…

    Reply
  16. herva yulyanti

    aku beliin yang donat ring itu mba sekarang usia anakku usia 12 bulan eh yang anteng malah kakaknya yang usia 5 tahun hahahaha..
    yang lainnya ada yang mau aku tiru nih makasih mba jadi kasih insight

    Reply
  17. Novie Mochtar

    Kemampuan mom dalam memilih jenis dan variasi permainan anak itu sangat membantu bangat dalam proses tumbuh kembang anak yaa utamanya daya berpikirnya. Senang deh melihat anak bahagia mengeksplore berbagai jenis mainan seperti ini.

    Reply
  18. Farah Djamal

    Idola banget nih aku sama orang tua yang ngasih permainan-permainan seperti ini ke anak-anaknya. Dibandingin ngasih gadget yakann, permainan kayak gini jauh lebih membantu pertumbuhan motorik si anak.

    Reply
  19. Cicidesri

    Wah anak ku kalo disuruh main cat kotor2an gitu paling semamgat. Harus sedia jas ujan kecil gitu biar tetap aman hihiji

    Reply
    • Helena Magdalena

      Jas ujan kecil biar nyuci bajunya ga susah ya mbak hehehe

      Reply
  20. Andiyani Achmad

    Seru ya, anak usia dini sekarang ini banyak banget jenis permainan edukatif yang bisa stimulasi kecerdasannya dan meningkatkan motorik halus serta kasar sang anak

    Reply
    • Helena Magdalena

      Ilmu makin berkembang, jadi mamanya ga boleh kalah sama teknologi gadget hehehehe

      Reply
  21. Ifa

    Wah berguna bgt buat ilmu masa depan nih kak helena. Permainannya bener2 ngelebatkn sebsiruk dan motorik ya kak biar semuanya bisa terasah skillnya. Btw jadi mama tuh kudu pinter2 dan kreatif yahh biar tumbuh kembang anak bisa berjalan sesuai life stagenya

    Reply
  22. Atisatya Arifin

    Jadi kangen masa-masa si kecil balita, belajarnya lewat bermain seperti ini. Kebetulan ibuku pengajar di Paud jadi banyak dibantu juga sama ibu untuk mengembangkan skills-nya.

    Reply
  23. Rizka Edmanda

    Kebetulan banget aku lagi cari inspirasi permainan anak yang bagus dan edukatif makasih ya sharingnya

    Reply
  24. ZILQIAH

    abis baca artikel ini aku nyesel kenapa dulu ga beliin ini ke anak yaa
    padahal seru banget ya ihh ..
    mau beliin ah buat ponakan huehehhe

    Reply
  25. Ida Raihan

    Nomor tiga kalo anakku mah bakal dimakan beneran itu Mbak.

    Reply
  26. Roosvansia

    Nice share mba. Btw ak jd inget jaman sekolah dulu kt mainan cat tapi pake kanji, jadi cap2 tangan gt. Seru. Sekarang makin banyak ragam mainan anak. Jd lbh seruuu

    Reply
  27. Euisry Noor

    Anakku baru berusia 5 bulan, bentar lagi bisa nerapin permainan2 kyk gini. Makasih sharingnya, Mbak. Bisa jd referensi nih

    Reply
  28. Desy Yusnita

    Permainan diatas sering kumainkan juga dirumah untuk merangsang motoriknya. Cuma kegiatan coret2 dengan cat itu kuubah pakai pinsil warna aja. Mamak belum siap wkwkkww

    Reply
    • Helena Magdalena

      Wakakakaka… bisa bisa mak… ganti aja dengan yang lebih ramah-mental mamak..hahaha… daripada pusing ntar ngecat2 ulang tembok

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This