Cara Mengenalkan Matematika Pada Toddler

by | Feb 7, 2023 | Education, Montessori | 0 comments

Pada usia berapa sih biasanya anak mulai kita kenalkan dengan matematika?

Di postingan kali ini ijinkan saya sharing pengalaman mengenalkan matematika yang dimerger dengan setitik pengetahuan saya tentang Montessori yaa… Mengenalkan matematika pertama kali saya berikan pada anak pertama saya, sekitar usianya 3 tahun. Dan kini, melihat adiknya -menjelang 3 tahun- juga sudah mulai tertarik pada kegiatan menghitung, saya memutuskan untuk mulai mencoba mengenalkannya. Tentunya ini tidak bisa disamaratakan pada setiap anak. Untuk itu, parents wajib melakukan pengamatan dulu terhadap anak apakah ia sudah siap untuk berkenalan dengan matematika.

Education of Senses

Salah satu prinsip dasar dari Montessori adalah education of senses, pengalaman-pengalaman sensori mesti mendahului pendidikan intelektual (abstrak). Tapi ini bukan berarti hanya membombardir anak dengan sebanyak-banyaknya pengalaman sensoris, melainkan menyediakan material yang membantu memperbaiki ketajaman dan diskriminasi sensorik, sehingga anak-anak mampu mengembangkan pemikiran abstrak di masa mendatang. Hal ini bisa tercapai dengan cara orang dewasa membantu anak untuk membedakan dan mengklasifikasikan informasi yang diterima melalui indera.

Misalnya di area matematika, dimulai dari number rods yang memiliki ukuran identik dengan long rods/red rod. Apa saja pengalaman sensorisnya? Pertama, ini tuh familiar dengan anak dimana di area sensorial dia udah pernah ketemu sama long rods. Area sensorial terkenal akan kekayaannya atas konsep-konsep mendasar matematika (pra-matematika). Kedua, warna belang-belang merah-biru menjadi penanda visual untuk membedakan kuantitas dan membantu anak mengingat. Ketiga, tiap kuantitas diwakili oleh panjang yang berbeda-beda juga menjadi penanda visual bagi anak. Keempat, semakin besar kuantitas, maka bebannya semakin berat (taktil). Rod 1 ya ga berat-berat amat, mungkin bisa dibawa dengan satu tangan. Tapi Rod 10 sudah lebih berat sehingga membawanya pun harus lebih hati-hati.

Konkret ke Abstrak

Oke, masuk ke teknis, hehehe.. Berdasarkan prinsip di atas, pengenalan matematika pada anak juga disesuaikan: Konkret menuju Abstrak. Konkret artinya kuantitas atau jumlah. Sedangkan abstrak adalah simbol angka.

Kalau saya tidak ideal, bagaimana?

Di kelas Montessori, biasanya akan dimulai dengan Number Rods (yang ukurannya identik dengan Red Rods). Idealnya memang begini juga kalau di rumah hehehe. Tapi saya sendiri memilih menggunakan size yang lebih kecil. Alasannya, karena budgetnya lebih sesuai kantong saya dan compact tidak makan tempat di rumah.. Jadinya saya substitusi dengan menggunakan small number rods dan beads.

Tentu hal ini ada kekurangannya. Pengalaman sensoris tidak didapat secara maksimal dari aparatus yang saya pakai sehingga harus dicari dari hal lain, misalnya bermain. Nah ini sih akal-akalan ibunya aja, misalnya mengajak anak bermain membawa batu, anak diminta bawa 1 batu kecil vs 10 batu kecil dalam kantong… Tapi harus real (konkret) pakai batu ya, kan jadi berasa tuh perbedaan bebannya. Semuanya kembali ke masing-masing orangtua sih, menurut saya. Yang terpenting, kita paham apa tujuan dasar aparatus tersebut sehingga kita memaksimalkan tujuan sensorisnya, meskipun hanya dengan aparatus substitusi.

Baca juga: Lima Kesalahan Memulai Montessori

Persiapan:

Setiap saya mau ngajarin angka atau fonik biasanya selalu dimulai dengan mengenalkan urutan menggunakan lagu. Jadi jauh-jauh hari mau kenalan sama number rods, si adek diajakin mengulang-ulang lagu angka 1-10. Kebetulan saya ini pakai lagu karangan sendiri sejak dari jaman anak pertama. Number song by mami, mueheehe..

Selain itu, kami juga mulai suka menghitung apa yang ada di sekitar kami. Misalnya, itu piring ada berapa? Satu…dua..iya betul ada dua piringnya, satu punya kakak satu lagi punya adek. Atau coba yuk kita hitung pensil warna itu? Satu..dua..tiga..dst.. Diulang-ulang setiap ada kesempatan.

Presentasi:

  1. Ajak anak bermain dengan aparatus. Minta dia mengambil dari rak dan meletakkan di alas kerja. Kalau baru pertama, boleh ditunjukkan dulu cara mengambil dan meletakkan di alas kerja.
  2. Hari ini kita mau bekerja dengan number rod 1 sampai 3. Pisahkan rod 1 – 3 dan ajarkan ke anak dengan menggunakan Three Period Lesson.
  3. Boleh diulangi selama anak masih tertarik
  4. Hari ini kita sudah bekerja dengan small number rod 1, 2, dan 3. Nanti adek bisa ambil sendiri kalau mau main lagi. Lain kali kita main dengan small number rod 4, 5, 6.
  • Ulangi di kesempatan lain sampai dengan rod ke-10
  • Variasikan dengan menggunakan objek real di sekitar rumah (sendok, bola, permen, kaos kaki, dll)

Untuk sekarang, goal saya masih mengenalkan kuantitas dulu. Kalau si adek sudah bisa mengidentifikasi dan membedakan kuantitas, barulah kita masuk ke pengenalan simbol angka (abstrak). Kalau kata Tantri Kotak..pelan-pelan sajaaaa… Buat yang versi anak pertama saya udah pernah saya share di link di bawah.

Baca juga: Berkenalan dengan Matematika: Korespondensi Satu-Satu

Semoga bermanfaat 😊

You May Also Like

Lima Kesalahan Memulai Montessori

Lima Kesalahan Memulai Montessori

Bagi saya pribadi, Montessori adalah pintu gerbang baru dalam pengasuhan anak. Karena bukan hanya bertujuan untuk pembelajaran akademik tetapi juga saya jadi belajar lagi sebagai orangtua baru. Saya jadi belajar menempatkan diri dan melihat dari sudut pandang anak....

[Free Printable] DIY Sensorial Material Montessori: Color Tablet

Serunya ber-Montessori kadangkala terhempas kalau teringat dengan aparatusnya yang cukup pricey. Bagus dan menarik sih kalo bisa beli ya, tapi gak sehat buat kantong apalagi kalau dipakainya hanya sebentar alias anaknya cepet lulus wkwk.. Selalu ada jalan ninja,...

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This