Uncategorized

Let’s Read to Our Kids, 8 Tips Membacakan Buku

Halo semuanya,
Setelah beberapa waktu akhirnya bisa kembali menulis di blog. Maklumlah, harus mengatur waktu mengurus bayi, si kakak, dan urusan rumah. Meskipun banyak penyesuaian di rumah karena kehadiran anggota keluarga baru, saya tetap semangat menulis. Sedikit-sedikit saya tulis di note ponsel, kalau ada waktu saya sempatkan untuk menuliskannya kembali di blog.

Kali ini saya mau share sedikit mengenai pengalaman menumbuhkan minat baca pada anak. Anak saya yang pertama kini berusia 2 tahun 9 bulan. Belum bisa baca, ya buibu. Tapi saya percaya bahwa apa yang kita tabur, itu pula yang akan kita tuai kelak. Kalau sekarang kita menabur benih-benih cinta akan bacaan, kelak ia akan gemar membaca. Oleh karena itu, sejak masih bayi, Sola, putri saya, saya kenalkan dengan kegiatan membacakan buku. Ini adalah cara termudah dan termurah untuk menumbuhkan minat baca anak.

Mengapa repot-repot menumbuhkan minat baca anak?

Membacakan buku adalah salah satu stimulasi untuk mengembangkan kemampuan bahasa pada anak. Dengan membacakan kepada anak, anak akan memperoleh kosakata baru, membangun pemahaman kata sesuai konteks, memiliki kesadaran fonemik yang tinggi (yang kelak membantu anak mengenal huruf cetak) dan tentunya meningkatkan bonding antara anak dan orangtua. Pernah dengar Programme for International Student Assesment (PISA) gak sebelumnya? Dalam buku The Read Aloud Handbook oleh Jim Trelease disebutkan bahwa OECD mewawancarai orangtua dari 5000 anak yang terlibat dalam perusahaan pemberi ujan, menanyakan apakah mereka pernah membacakan buku pada anak-anaknya ketika kelas 1 dan seberapa sering mereka membacakan buku. Reaksinya, ketika dibandingkan dengan nilai anak-anak di mata pelajaran membaca di ujian PISA menunjukkan kaitan yang erat. Semakin sering mereka dibacakan, maka semakin tinggi nilainya pada saat usianya 15 tahun. WOW! Sepertinya, tuaian akan berlimpah kalau sejak dini kita sudah menabur benih-benih kesukaan atas bacaan. 

Tips membacakan buku kepada anak

Sola di usianya menjelang 3 tahun sudah semakin menyukai buku. Tidak hanya di jam rutin membaca, sering saya diminta membacakan kapanpun dia mau dan berulang-ulang. Kemanapun dia bawa buku, padahal cuma pindah tempat dari dari kamar ke dapur atau dari ruang tamu ke kamar. Hehehe. Nah, saya share beberapa tips untuk menumbuhkan minat baca anak, sebagai berikut :

1. Bacakan buku sesuai usia.

Anak sudah bisa dibacakan buku sejak masih sangat dini, bahkan sejak dalam kandungan. Di usia trimester ketiga, fungsi pendengaran janin sudah sempurna dan bisa mulai dinyanyikan, diajak bercakap-cakap, dan dibacakan buku. Kami mencoba menyesuaikan buku bacaan dengan usianya. Misalnya, untuk anak usia 0-4 bulan berikan buku high contrast, untuk anak di usia sekitar 8 bulan ke atas berikan buku jenis boardbook. Sekarang usia Sola menjelang 3 tahun, kami lebih banyak menggunakan buku dengan banyak gambar dan sedikit tulisan.

2. Bacakan dengan menggunakan intonasi, mimik wajah, gerak tubuh

Membacakan buku jadi menarik untuk anak karena adanya intonasi, ekspresi wajah atau gerak tubuh. Ini juga membantu anak untuk lebih memahami konteks cerita. Kaitkan dengan kegiatan atau kejadian yang dialami anak, sehingga ia lebih mudah paham. Contoh, kalau di buku ada gambar anak menangis, kami akan tampilkan ekspresi menangis dan minta anak untuk menunjukkan bagaimana wajah menangis. Penggunaan intonasi, mimik dan gesture ternyata bisa juga menambah rentang konsentrasi anak saat dibacakan buku.

3. Lakukan dengan rutin, minimal 10 menit.

Menumbuhkan kebiasaan baru memerlukan konsistensi. Untuk itu penting untuk menyediakan waktu untuk membaca. Pilihlah waktu yang tepat untuk anak dan orangtua. Kami biasanya lakukan sebelum tidur malam dengan menyesuaikan kemampuan konsentrasi Sola. Semakin besar dia, biasanya kami tambahkan sedikit cerita yang lebih panjang

4. Berikan anak kesempatan untuk memilih buku

Saya mendapati bahwa Sola lebih semangat dibacakan buku kalau dia sendiri yang memilih bukunya. Seringnya, kalau sudah suka dengan satu buku, maka buku itu akan minta dibacakan pagi-siang-malam sampai dia bosan dan mau ganti sendiri.

5. Akses mudah bagi anak untuk mendapatkan buku

Seiring dengan perkembangan kemandirian anak, berikan anak kemudahan untuk mengakses buku. Misalnya dengan memberikan lemari buku anak yang tingginya sesuai dengan anak. Atau bisa juga letakkan buku anak di lemari kita, di rak bawah sehingga mudah dijangkau.

6. Beri anak kesempatan bertanya/menanggapi.

Sebagaimana anak kecil pada umumnya, Sola sangat ingin tahu. Pada buku-buku yang kami bacakan, ia dengan mudah mengaitkannya dengan pengalaman atau kejadian sehari-hari. Kalau ada yang tidak dipahami, ia akan bertanya sampai puas. Yang kami lakukan adalah berusaha memenuhi rasa ingin tahunya, menjawab pertanyaan, menjelaskan arti kata yang baru didengar, Meskipun kadang gemes juga belum selesai baca sudah dicecar banyak pertanyaan, hehehe.

7. Ajak anak untuk merawat buku yang dimiliki

Menurut kami mengajak anak merawat buku perlu diajarkan, supaya anak punya rasa memiliki atas buku itu. Jadi, kami mengajarkan bahwa buku dijaga baik-baik. Kalau mau baca, silakan ambil dan baca. Kalau tidak dibaca lagi dan mau main saja, kembalikan buku supaya tahu dimana saat mau dibaca kembali dan supaya buku tidak rusak

8. Suami sebagai partner membacakan untuk anak. 

Dari tadi saya nulis “kami’ ya, hehehe. Iya, karena membacakan buku dilakukan berdua dengan suami. Saya melihat ini sebagai sinergi yang manis antara suami-istri, bapak-ibu-anak. Membacakan buku bergantian juga penting untuk menjaga rutinitas anak dan orangtua bisa recharge energi kalau sedang kecapekan. Dan, entah kenapa ya, anak saya lebih antusias kalau papanya yang bacakan cerita, hehehe.

Beli buku terus apa nggak mahal?

Ini adalah salah satu isu dalam membacakan buku kepada anak, Hehehe. Karena memang tidak dipungkiri bahwa buku anak berkualitas ya memang mahal. Solusinya, menabung untuk alokasi buku anak atau siaga kalau ada buku diskon dari penerbit. Tapi ada lagi cara yang lebih mudah dan murah, yaitu dengan aplikasi Let’s Read. Let’s Read merupakan inisiatif dari The Asia Foundation’s Book untuk Asia yang mendorong para pembaca muda di Asia. Hanya dengan mengunduh aplikasinya, kita diberikan akses gratis ke ribuan buku anak dari penulis dan ilustrator lokal dengan berbagai macam bahasa.

Di dalam aplikasi Let’s Read kita juga dapat memilih buku berdasarkan bahasa, level pembaca, dan tag (topik) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Semua buku dalam aplikasi ini 100% gratis, bisa diunduh dan disimpan untuk dibaca kapanpun, baik online atau offline. Saya sendiri mencetak buku yang telah saya unduh  untuk dibacakan. Entah kenapa, buku fisik lebih enak dibaca bagi saya. Dan jangan kuatir, ini semua legal karena memang diijinkan untuk mencetak bukunya. Nah, kalau sudah ada aplikasi ini mudah banget kan? Ngga ada lagi alasan ga beli buku karena mahal. 

Untuk buibu, pakbapak yang mau unduh aplikasinya, silakan klik tautan di bawah ini ya 🙂 

23 Comments

  1. Menurut saya membeli buku bisa jadi semacam investasi. Kaitannya dengan kecerdasan anak kalau anak jadi suka membaca buku

  2. Let’s Read keren buanget!
    Iya nih, ortu dan semua pihak kudu bahu-membahu supaya kita semua makin semangaaattt menularkan minat baca ke anak

  3. aplikasi lets read ini memudahkan kita mencari bacaan untuk anak ya, apalagi buku bacaan anak tu nggak murah 🙁

  4. Husnul Khotimah

    Buku-buku anakku rusyak semua mbak, dibantingin sana sini, disuruh baca malah dipake lempar-lemparan, laki sih haha. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas dan gemar membaca ya mbak..

  5. Bener mbak, untuk menumbuhkan semangat baca anak harus ada pendampingan dari orang tua. Meski mereka sudah bisa baca tulis, mengajak kembali menceritakan buku yang telah dibaca akan membuat anak makin paham ilmu

  6. Wah asyik nih semoga ke depan minat baca anak-anak kita semakin tinggi ya…

  7. nah ini yang aku suka, selain cerita komplit dan beragam, tampilan ceritanya juga menarik karena bergambar dan colorful ya mba.

    1. Iya mbak, kalau untuk anak2 emang yg bikin mereka tertarik ya gambar dan warnanya juga 🙂

  8. Setuju aku memang harus diadakan sesi membaca buku untuk anak mba, kalo aku malah dari anakku bayi aku ngoceh nyerocos story telling soft book ke dia.

    1. Keren banget mbak udh praktek lama ya rupanya 🙂

  9. Asiiik….bisa di print gini yaa…
    Jadi anak-anak bisa pegang buku fisik juga.
    Anak-anakku tuh kalau dibacain sama Ayahnya ko gasuka yaa..?
    Hhahaha…mungkin kalau pak-bapak ini gak pakai improvisasi gituu…jadi anak-anak bosen.

    1. Hahaha iya mungkin, bapak2 kan tipe serius yaa haha

  10. Bagi saya masih PR nih buat.menyempatkan baca buku kepada anak. Masih sering sok sibuuk dengan berbagai kegiatan sosmed. Hahahaha

    1. Ahahaha mbak Ida. Sama kok aku juga hahaha, yang penting dikit2 pelan2 bacain ke anak yaa

  11. Buku bacaan udah dibacain semua ke anak-anak, mereka udah mulai bosan, lets read jadi solusi nih

    1. Iya mbak banyak pilihan tema cerita 🙂

  12. Sebelum anakku bisa baca, aku yang pilih dan cetakin buku dari Let’s Read. Lumayan kan ga beli buku, hehe
    Trus buku-buku ini dibuat bekal bepergian.
    Kalau sekarang, dia udah bisa pilih dan baca sendiri dari HP.

    1. Iyaa mbak, aku juga pilih cetak krn preferensiku untuk anak 2 thn lebih baik buku fisik dulu

  13. wohooo, sampe dicetak ya mbak. Let’s Read ini membantu banget memang buat nambah akses. Semoga makin banyak anak2 suka membaca, krn techno based juga, secara generasi alfa gitu loh

  14. Reading is indeed fun And enjoy. And the kids need to know that since the very beginning. This platform Will definitely help us with that

  15. Aku juga belajar untuk membacakan buku dengan suara kencang dan mimik wajah yang berubah-ubah le, karena memberikan dampak yang baik untuk menumbuhkan minat baca anak.

  16. harus rutin ya mba untuk mengajarkan anak senang membaca hehehe saya kurang rutin nih, dulu langsung putus asa tiap bacain buku pasti gak didengerin

  17. wah aku ingat banget anakku Luigi suka robekin buku BBW hehe, lupa gak diajarin merawat buku. Itu usia setahunan kayaknya. Sekarang dia 4 tahun juga senang dengan koleksi Lets Read juga nih. Karena menghibur juga, anak-anak pasti suka ilustrasinya yang bagus dan keren. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *