Review Buku Atomic Habits

by | Jun 15, 2021 | Book, Review | 26 comments

Judul Buku : Atomic Habits, An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones

Penulis : James Clear

Tahun terbit 2018

Penerbit : Penguin Random House LLC, New York

Salah satu buku yang sedang naik daun belakangan ini mencuri perhatian saya. Segera saya mencari beberapa akun instagram yang sudah pernah mereview buku ini, yang mana rata-rata memberikan review bagus terhadap buku ini. Saya yang emang lagi cari buku baru segera memutuskan memilikinya. Pilihan saya buku bahasa Inggris, bertujuan untuk menantang diri gak males baca buku bahasa asing, hehehe.

Setelah dibaca, oke emang bukunya agak berat di bagian awal. Karena langsung kenalan sama teori. Tapi kagetnya cuma sebentar karena penulis menyajikan beberapa contoh kebiasaan baik yang biasanya gagal pada orang-orang tertentu, hahaha. Misalnya kebiasaan untuk diet, bangun pagi, olahraga…can you relate? hahaha

“A habit is a routine or behavior that is performed regularly – and, in many cases, automatically.”

Clear, 2018

Mengapa buku ini menarik?

Bisa dibilang saya cukup antusias saat menerima buku ini pertama kali. Saya sudah diburu rasa penasaran tentang isinya. Meskipun begitu, saya tetap membacanya dengan perlahan sambil mencerna detil yang disampaikan Clear dan berusaha membuat koneksi terhadap kebiasaan apa yang hendak atau sedang saya kerjakan. 

Cukup menarik, bahwa sebelum kepada kunci praktis dalam membentuk kebiasaan, Clear membawa kita pada teori-teori  dasar untuk memahami bagaimana sebuah kebiasaan terbentuk. Clear juga memberikan langkah-langkah yang cukup jelas untuk memulai sebuah kebiasaan. 

Saya sempet kecele sendiri (apa sih ya kecele wkwk) waktu sampai di bagian akhir buku. Lah panjang-panjang bahas latar belakang sana sisi ternyata ujug-ujug kunci praktisnya cuma satu : mencatat kebiasaan untuk memantau perkembangan (tracking/journaling). Jujur, udah sering banget denger tips kalau mau mulai kebiasaan baru itu harus dicatat biar kelihatan progressnya. Tapi mencatat itu kan butuh konsisten, dan akhirnya membuat kita “terpaksa” membangun 2 kebiasaan.

Gimana, gimana?

Contoh ya, saya mau punya kebiasaan baru berolahraga. Lalu ujug-ujug disuruh bikin journaling kegiatan olahraga untuk memantau progress. Otomatis, saya punya dua kebiasan yang ingin saya bangun: satu, olahraga, dan dua, mencatat. Double burden!

Tapi, berhubung sebelumnya Clear udah panjang lebar menjabarkan tentang pembentukan kebiasaan plus dengan langkah-langkah yang amat sederhana dan make sense maka saya jadi merasa gak terlalu kecele lagi. Peer-nya tinggal merutinkan mencatat.

Satu lagi yang oke menurut saya, adalah Clear memberikan ruang untuk ketidaksempurnaan alias gimana kalau kita bolong-bolong menjalankan kebiasaan. Disini bukan mencekoki dengan kata-kata motivasi, Clear justru sangat memaklumi hal tersebut. Cuma satu kuncinya menurut dia, kalau udah bolong sekali, maka… never miss twice! Dalem tapi bener. Boleh bolong tapi jangan bablas, wkwkwk…

Pelajaran dari Atomic Habits

Tiap baca buku itu pasti ada aja pelajaran yang bisa diambil. Apalagi dari buku sebagus ini. Meskipun cukup tebal dan butuh “ketahanan” membaca ditengah-tengah jumpalitan pekerjaan rumah, anak-anak, dan kegiatan lainnya, akhirnya saya selesai baca dan mau share apa aja yang saya dapat dari buku ini:

Membangun kebiasan baru dengan teknik habit stacking

Rumus tergampang adalah memasangkan kebiasaan baru yang akan dibentuk dengan kebiasaan kita saat ini. Misalnya :

1. Olahraga. Setiap kali habis bangun pagi dan cuci muka, saya akan langsung pakai sepatu olahraga.

2. Kesehatan. Setiap kali habis bangun pagi, saya akan langsung minum air putih

Kuncinya adalah mengaitkan kebiasaan baru dengan kebiasaan yang sudah ada. Jika kita sudah menguasai strukturnya, maka kita akan bisa mengaitkan dengan kebiasaan baru yang lebih besar. 

Membangun kebiasaan baru dengan terlibat dalam kelompok

Clear menuliskan bahwa salah satu cara efektif dalam membangun kebiasaan baru adalah terlibat dalam kelompok dimana kebiasaan baru yang ingin kita capai dianggap sebagai suatu perilaku yang normal. Makanya penting untuk berada dalam kelompok yang sama-sama ingin memiliki kebiasaan baru. Misal, mau hidup sehat, cobalah ikut komunitas yoga/sepeda/lari atau kegiatan olahraga apapun yang ingin kita lakukan. Pingin punya kebiasaan baca buku, cobalah gabung dengan komunitas baca. Dengan melihat budaya di dalam kelompok, kita akan melihat bahwa kebiasaan baru tersebut adalah hal yang wajar dan dengan berada di dalam kelompok, you’ll rise together. Nah disini, saya melihat bahwa ada identitas bersama yang dishare dalam kelompok terhadap anggotanya yang bisa menguatkan pola perilaku pada anggota. Misalnya saya pembaca  maka akan lebih kuat menjadi kami pembaca. Sharing identitas ini juga bisa menguatkan perilaku baru, seperti yang sudah disampaikan Clear di bab-bab sebelumnya

Bedakan motion vs action

Pernah ga sih merasa, kayaknya saya udah baca buku, udah research, udah ini itu untuk mulai kebiasaan, tapi baru 3-4 hari mulai udah ga bisa konsisten. Padahal rasanya saya udah mulai deh. Mau hidup sehat, udah beli buku-buku menu clean eating, beli buku dan baca isinya, udah bikin template menu seminggu, dll tapi baru 3 hari jalan udah ga bisa konsisten lagi. Ternyata Clear bilang, bahwa merencanakan/membuat strategi/belajar itu adalah motion bukan action. Motion membuat kita seakan-akan sudah mulai sesuatu dan berprogress, padahal sebenarnya action-lah yang menjadikan itu nyata. 

Jadi, jika ingin membangun kebiasaan baru, maka yang dilakukan adalah ACTION. Berpeganglah pada kuncian : jika ingin menguasai kebiasaan baru maka mulailah dengan pengulangan, bukan kesempurnaan. Cuma butuh melakukannya setiap hari. Just do it. 

Aturan 2 menit 

Start small. Poinnya adalah membangun kebiasaan sedemikian mudah untuk dimulai. 

  1. Membaca buku tiap malam menjadi membaca 1 halaman
  2. Olahraga selama 30 menit menjadi mengenakan pakaian atau sepatu olahraga
  3. Clean eating sebulan menjadi minum air putih setiap bangun pagi. 

Saat aturan 2 menit ini sudah otomatis kita jalankan, maka kita bisa mengkombinasikannya dengan teknik lain yaitu habit shaping. Misalnya: Clean Eating. Minum air putih setiap bangun pagi – ganti nasi dengan umbi-umbi setiap weekend – makan sayur kukus/rebus 3x seminggu – dst

Perlunya membuat pencatatan kemajuan atau habit tracking

Pencatatan atas kemajuan yang kita buat sebenarnya adalah salah satu kunci penting dalam membentuk sebuah kebiasaan. Pencatatan menjadi visual cues yang membuat kita bisa melihat seberapa jauh kita sudah melangkah. Caranya macem-macem, bisa pakai aplikasi di hp atau sekadar menberi tanda pada jurnal pribadi/kalender. Habit tracking membantu kita fokus pada proses, bisa membantu memotivasi kita untuk lebih maju lagi kedepannya. dan memberikan rasa puas terhadap apa yang sudah kita capai. Tapi balik lagi, bikin pencatatan bukan untuk semua orang, meskipun benefitnya cukup baik. Clear memberikan tips untuk manusia tipe males nyatet (kayak saya, wkwkwk) : Satu, manual tracking sebaiknya diprioritaskan kepada satu atau dua kebiasaan utama yang ingin dicapai. Dua, kegiatan mencatat ini dilakukan SEGERA setelah kebiasaan tersebut dikerjakan. 

Menurut saya, buku ini wajib dibaca untuk teman-teman yang ingin mencoba cara baru membentuk kebiasaan. Langkah-langkah yang disampaikan jelas, berurutan, dan mudah dilakukan. Sangat praktis. Tapi saran saya, sambil membaca buku ini sambil praktikkan sebuah kebiasaan baru. Jadi bisa terasa dan terlihat hasilnya bagaimana. Salah satu concern saya, buku ini ditulis dalam bahasa Inggris dan cukup tebal (210 halaman) jadi saya butuh waktu lebih lama untuk memproses informasi di dalamnya. Saya pikir wah bisa 3 bulan lebih nih kayaknya. Nyatanya, sambil saya praktik baca buku 1 halaman per hari justru malah bablas bisa 3-5 halaman tiap hari. Wow juga.

Clear juga memberikan ruang ketidaksempurnaan dalam membentuk kebiasaan, membuat buku ini tidak penuh dengan “tuntutan” idealnya harus begini atau begitu. Ini juga membuat saya lebih punya daya untuk membentuk kebiasaan dengan cara yang lebih masuk akal.

Gimana, kamu uda pernah baca buku ini belum? Share dong di kolom komentar. Atau punya rekomendasi buku asik lagi buat dibaca? 🙂

 

You May Also Like

Review ASUS ROG Phone 3 The Ultimate Winner

Review ASUS ROG Phone 3 The Ultimate Winner

Salah satu cara jitu untuk menghilangkan stres atau rasa bosan adalah bermain game di ponsel. Beragam permainan dapat kita unduh dari aplikasi dan mudah saja memainkannya di ponsel pribadi. Coba deh sebutkan beberapa game yang sering kamu mainkan? 🙂 Ponsel...

Review Mud Mask Jafra

Review Mud Mask Jafra

Halo ibu-ibu ceria sekalian 🙂 Jadi ibu harus ceria dong ya, kan supaya semangat menghadapi hari ini, hehehe. Kali ini saya mau share hal yang berbau perawatan wajah. Buat saya, merawat wajah tetap harus dilakukan ditengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Alasan...

26 Comments

  1. Farida Pane

    Asyik nih membangun perubahan dari sesuatu yang kecil, ya. Asal konsisten pasti membuahkan hasil.

    Reply
  2. nurulrahma

    Aku seriingg banget lihat buku ini seliweran di IG, twitter dll.
    Tapi baru baca review-nya yg komplet di blog ini.
    Jadi mupeng buat baca
    Yep, sepakat bgt kalo kunci praktis cuma satu : mencatat kebiasaan untuk memantau perkembangan (tracking/journaling).

    Reply
    • Helena Magdalena

      Iya, aku juga baca ini gegara buku ini seliweran terus, seakan memanggil-manggil “baca gue dong, baca” hahaha

      Reply
  3. winda - dajourneys.com

    seru ya, membangun sesuatu dari awal hingga menjadi besar 🙂 thank you resensi bukunya mba

    Reply
  4. YSalma

    Saya belum baca. Tapi sering ngelihat di IG2nya book lovers. Jadi dapat gambaran isinya setelah membaca review ini. Ternyata mau membuat perubahan itu bukan hanya pd rencana yg cetar, tapi action yg berkelanjutan. Mulai dr yg kecil dan terus tingkatkan.

    Reply
  5. thya

    belum pernah baca buku kayak gini mba.. aku mah bacanya novel mulu. hehe..
    keren banget sih bukunya, jadi memotivasi untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih baik ya mba..

    Reply
    • Helena Magdalena

      Ihh..mau dong rekomendasi novelnya, Mbak! Aku jarang baca novel soalnya bingung milihnya hahaha

      Reply
  6. Dessy Achieriny

    Aku belum sempet baca buku lagi seminggu ini karena vertigo. Biasanya buku yang aku baca kebanyakan lebih ke novel-novel dan kisah inspiratif tentang binatang. Hehe

    Reply
    • Helena Magdalena

      Kisah inspiratif tentang binatang tuh gimana Mbak? Seperti fabel gitukah maksudnya?

      Reply
  7. Nabilla - Bundabiya.com

    ah iya yaa.. zaman sekarang itu kebiasaan baik memang perlu kita lakukan dengan perlahan. soalnya bagaimanapun juga perubahan besar itu bisa datang dari langkah2 kecil kita sehari2

    Reply
    • Helena Magdalena

      Betul, kata pepatah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, wkwkwk

      Reply
  8. Nunung Nurlaela

    Wah, penasaran pingin baca juga bukunya. Saya penggemar buku terkait pembahasan tentang habits. Karena sepertinya mudah dipraktikkan, tapi ternyata butuh niat yang kuat agar bisa menjalaninya dengan baik. Makasih reviewnya, Mbak. Mudah-mudahan bisa baca lengkapnya.

    Reply
    • Helena Magdalena

      Wah..Mbak Nunung ada rekomendasi buku tentang habit jugakah? Siapa tahu kelak aku bisa baca 🙂

      Reply
  9. Lita Chan Lai

    Membangun kebiasaan baru emang ga mudah, tapi buku ini dapat memotivasi kita semua. Buku berbahasa inggris 210 halaman cukup mumet juga bacanya, mungkin butuh berbulan2 buat saya bacanya.
    Rangkuman jelas, memudahkan saya mencernanya. makasi banyak ya …

    Reply
    • Helena Magdalena

      Sama-sama Mbak Lita. Aku juga pelan2 “mengunyah” buku ini hehehe

      Reply
  10. lendyagasshi

    Ketemu jodohnya ini mah yaa..
    Jadi kalau mau baca terus merasa “perlu” untuk diri kita sendiri, maka akan bisa sangat bermanfaat sekali.
    Aku belum jad-jadi aja baca buku Atomic Habit, hehehe..alesyan aja siik…
    Nuhun reviewnya, jadi ada gambaran untuk membaca dan menjadi sebuah kebiasaan.

    Reply
  11. ZILQIAH

    iya benerrr catat mencacat itu kebiasaan yang harus butuh komitmen selain konsistensi, tapi efeknya bener2 jadi bagus buat habits kita. kayak catat pengeluaan kita jadi bisa meniadakan yang tidak perlu. dan hal kayak gini emang butuh penyemangat kayak buku ini ya mbak

    Reply
  12. Monica Anggen

    Salah satu buku bagus yang wajib baca memang buku ini dan membantu banget untuk membangun kebiasaan-kebiasaan baru. Ada lagi yang bagus, kak, judulnya When, karya Daniel Pink, ini juga bagus

    Reply
    • Helena Magdalena

      Waahh thanks rekomendasinya Mbak. Ntar kapan2 aku cari buku When 🙂

      Reply
  13. herva yulyanti

    Menarik mba isinya tapi PR banget yah buat mencatat itu demi melihat progress wkwkwk aku tim yang anget2 tai ayam biasanya cuma diawal rajin lalu byee :p

    Reply
    • Helena Magdalena

      hahaha iyaaa, tracking is not for everyone. *ikut angkat tangan

      Reply
  14. leyla imtichanah

    Waaw pengen banget punya habit yang baik nih seperti olahraga dan minum air putih. Harus segera dipraktekkan dari sekarang ya. Aku masih suka gak disiplin euy. Kayaknya perlu baca buku ini biar termotivasi.

    Reply
    • Helena Magdalena

      baca buku buat nambah wawasan aja mba. intinya ttp Action speaks louder wkwkwk

      Reply
  15. Rizka Edmanda

    Jadi penasaran pengen baca bukunya juga, ak punya buku yg mirip kayak gini bukunya felix siaw judulnya habit jg, tentang membentuk kebiasaan. Ak suka baca buku2 self development gini

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This