Book Review, Education, Parenting

Review Buku Membacakan Nyaring

Judul : Membacakan Nyaring

Penulis: Roosie Setiawan

Ilustrator : Kartika Paramita

Penerbit: Penerbit Noura

Digitalisasi : Elliza Titin

Bahasa: Indonesia

E-ISBN: 978-602-385-398-4

Buku ini dibaca gratis melalui iPusnas


Tentang Buku Ini

Membaca nyaring adalah kegiatan yang sederhana. Anda hanya perlu mengambil buku/bahan bacaan, lalu membacakannya dengan bersuara. Lakuakan secara rutin, setiap hari, dan dapatkan manfaatnya: anak mau membaca, bisa membaca, akhirnya gemar membaca

Adalah sebuah buku yang ditulis oleh Roosie Setiawan, pegiat literasi dan founder Reading Bugs yang mendorong para pembacanya untuk secara rutin merangsang area perkembangan bahasa kepada anak, yaitu dengan membacakan nyaring. Membacakan nyaring bertujuan untuk membiasakan bayi mendengar dan menambah kosakata bayi, yang kelak digunakan untuk bicara. Dengan melakukan ini secara rutin, setiap hari, maka anak akan mau baca, bisa baca, dan gemar membaca.

Secara umum, membacakan nyaring bermanfaat untuk:

  1. Membantu perkembangan otak lebih optimal (serabut-serabut makin terkoneksi)
  2. Melatih indera pendengaran
  3. Menambah kosakata
  4. Melatih rentang konsentrasi dan kemampuan mengingat
  5. Meningkatkan pemahaman anak, karena setiap kata bermakna di dalam konteksnya

Menurut Saya

Ibu Roosie menjelaskan perihal membacakan nyaring dengan singkat dan jelas. Penjabaran dalam buku ini dibagi ke dalam enam tahapan perkembangan literasi usia dini sejak usia 0-24 bulan. Di dalam masing-masing bab tahapan tersebut juga dilengkapi dengan tahapan perkembangan bayi secara umum, tujuan membacakan, memilih buku yang tepat, cara membacakan nyaring, dan kegiatan setelah membacakan nyaring. Ini seperti versi pendek dari buku The Read Aloud Handbook karya Jim Trelease.

DIkemas sebagai buku yang praktis, penjelasan mengenai membaca nyaring dengan menggunakan bahasa Indonesia yang jelas, tanpa istilah-istilah yang rumit dan pemberian contoh pilihan buku sangat memudahkan untuk bisa langsung diaplikasikan. Misalnya, untuk bayi usia 0-2 bulan yang masih belum bisa melihat, kita bisa berikan buku high contrast dulu. Contoh lain, untuk bayi usia 4-8 bulan yang sudah mulai bisa bergerak dan mulai suka menggigit benda bisa diberikan buku yang bahannya tebal (board book), aman dan bisa dicuci seperti busy book dari kain. Memang sesuai dengan tujuan buku ini yaitu mendorong orangtua untuk sesegera mungkin membacakan buku untuk anak. Tidak perlu harus beli buku satu rak penuh, atau menyiapkan ruang atau area khusus untuk membaca. Akan bagus jika ada, tetapi tidak harus menjadi syarat dalam membacakan buku kepada anak.

Salah satu area perkembangan anak yang sangat penting adalah area bahasa. Bagaimana memberikan stimulus pada area ini agar dapat berkembang, terutama di awal tahun kehidupan anak? Tidak lain dan tidak bukan, hanyalah aktivitas sederhana seperti bercakap-cakap, bernyanyi, dan membacakan untuk anak. Dalam Montessori, periode sensitif anak pada bahasa yaitu pada usia 0-3 tahun. Periode sensitif ini artinya anak paling cepat menyerap bahasa yang didengarkan, menyerap bagai spons. Dan kemudian tiba pada waktunya, anak mengalami ledakan bahasa dimana secara cepat ia memiliki kosakata yang banyak, mampu berkomunikasi dengan lancar kepada orang-orang di sekitarnya.

Membacakan nyaring berkaitan dengan membaca untuk kesenangan (reading for pleasure). Membaca diharapkan menjadi sesuatu yang terinternalisasi dari dalam anak, menjadi gairah dari dalam anak untuk melakukannya, bukan karena terpaksa. Mengapa demikian? Membacakan nyaring yang dilakukan orangtua menciptakan bonding yang baik dan positif, sehingga oleh bayi akan diasosiasikan sebagai hal yang menyenangkan (pleasure) sehingga membaca pun akan diasosiasikan sebagai kegiatan yang menyenangkan. Jadi moms, sudah membacakan buku apa untuk si kecil hari ini? Atau punya rekomendasi buku untuk dibacakan kepada anak? Share yuk!

Rating (4/5)
4/5

15 Comments

  1. Saya juga punya buku ini
    Tetapi belum sempat baca karena baca versi Inggris yang Read A Loud Book itu
    Pokoknya ga rugi bacain anak buku

    1. Iya, yang karangan Jim Trelease ya? tebel banget sih dia, aku blm sempet mindahin review buku Trelease, nanti pankapan aja

  2. untungnya jaman sekarang saat teknologi semakin canggih, semakin banyak ilmu parenting yang di share jadi kita bisa memaksimalkan tumbuh kembang anak di usia emas ya mbak

  3. suka banget nih sama cover bukunya, warna kuning gini tu eye catching banget jadinya yaaa, kalo di display dirak buku pasti mata langsung tertuju hihi

  4. bisa karena biasa.
    anak-anak kalau dibiasakan membaca pasti akan jadi suka baca juga
    ini anak-anak mulai nagih sendiri minta dibacakan buku sebelum tidur 🙂

    1. Berarti sudah mulai menuai nih kak, anak-anak mulai nagih sendiri 🙂

  5. Waktu pertama kali aku belajar membaca sudah dibiasakan membaca sambil mengeluarkan suara kak, jadi kebiasaan ampe sekarang kalau mau review bahan bacaan pasti mengeluarkan suara walau ga senyaring dulu haha. Keren juga yah bukunya kak bagus!

  6. Membaca nyaring ternyata memang banyak manfaatnya ya bagi anak. Anakku yg bungsu kalau belajar juga dg membaca nyaring, katanya dg cara itu lebih cepat masuk materi yg dipelajarinya.

  7. Saya sudah mempraktekkan ini ketika anak-anak masih kecil. Selain harus nyaring juga berintonasi yang seru. Anak-anak semakin tertarik, deh

  8. Anak gampang terdistraksi. Membaca nyaring membantu mereka untuk tetap fokus. Buku yang bermanfaat.

  9. Aku dulu hobi membacakan buku dengan mengubah-ubah suara jd niru tukang dongeng gitu.alhasil anakku jadi kutu buku waktu kecil kalau engga dikasih buku baru buku lama ada yang dibaca sampai tujuh kali….. Jadi emang membacakan nyaring.. 😀

    1. Sama banget, anakku juga gitu mba sampe lecek buku semua tp gpp deh yg penting anaknya suka dan mudah2an sampe gede suka baca

  10. Aku juga punya bukunya menarik sih pembahasannya ringan dan sederhana dan ada contoh ilustrasi yang menarik juga.

  11. 2 anak saya saya pakai metode ini, dari mereka umur 6 bulan aktifitas ini memang mereka selalu lihat akhirnya tanpa saya ajarin membaca, mereka bisa membaca sendiri. Alhamdulillah..

    1. Cara anak menyerap bahasa memang mengagumkan ya mba 🙂

Leave a Reply to Diah Alsa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *