Uncategorized

Review Hipseat i-Angel Carrier

Salah satu kegalauan saya waktu mau kedatangan si kakak adalah perihal menggendong. Pakai gendongan apa yang cocok, bagaimana cara menggendong yang benar, dan lain-lainnya. Kalau jaman orangtua kita ya gendong pake jarik aja, selesai. Tetapi semakin kesini kan makin banyak bermunculan jenis-jenis gendongan. Dan lagi, pakai jarik pun ada triknya supaya pemakaiannya ergonomis, alias nyaman untuk anak dan penggendong. Tau kan, selama ini pake gendong jarik yang bagian pundak diuwel-uwel aja dan cenderung menimbulkan sakit di pundak.

Sampai akhirnya saya ketemu dengan komunitas lokal babywearing di Pekanbaru yaitu Riau Babywearers. Bisa bergabung disitu karena dikenalin sama temen yang sama-sama kenal waktu senam hamil di Eka Hospital. Dari komlok Riau Babywearers-lah saya dapet banyak ilmu soal menggendong.

Kali ini, saya mau review gendongan favorit, yaitu Hipseat i-Angel carrier. Hipseat ini produksi Korea yang bisa digunakan mulai usia 3 – 36 bulan atau beban 3.5 – 20 kg. Saya sendiri menggunakan hipseat ini sejak Sola mampu duduk sendiri, yaitu sekitar 5-6 bulan. Jadi, leher dan pinggangnya sudah kokoh ya. Berarti usia gendongan ini sudah hampir 3 tahun dan masih awet sampe sekarang. Malahan sekarang saya juga sudah pakai untuk putri kedua saya yang berusia 4 bulan. Gendongan bukan sekadar ikut-ikutan, gengs, Buatku, gendongan adalah investasi.

Review Hipseat i-Angel Carrier

Pemakaian sewaktu usia anak 1 tahun

Awalnya saya tau gendongan ini karena mommygram yang suka review barang-barang anak-anak, Mom Tiff. Ceritanya mirip-mirip sama saya sih, tinggal jauh dari ibukota, no nanny no helper, semua-semua ngerjain sendiri. Stroller ternyata bukan solusi, karena anaknya pengen digendong. Nah, sama banget kayak saya waktu itu. Bedanya, stroller bukan solusi karena mahal, hahaha. Dan kami pun bukan tipe yang suka jalan ke mall ya, jadi bakalan sayang aja kalau benda seharga 3 jutaan cuman nangkring di pojokan rumah tak terpakai. Hipseat ini merupakan gendongan ketiga saya, dan yang paling saya suka karena simple. Cara pemakaiannya mudah, bahannya kokoh dan aman untuk anak-anak. Kita review satu per satu yuk.

Bahan dan Warna

Untuk hipseat i-Angel ini menggunakan katun di lapisan luarnya. Sedangkan bagian dalam menggunakan polyester yang teksturnya berongga alias bolong-bolong agar sirkulasi udara tetap ada dan anak tidak kegerahan ketika digendong. Untuk pilihan warna saya langsung jatuh hati sama warna denim starlight. Kenapa? Karena warnanya ini aman dipakai sama siapapun, Selain itu pasti match dengan baju apapun yang dipakai penggendong, hehehe. Harapannya waktu membeli ini, papanya akan mau pakai dan ga “malu” tapi nyatanya sampai sekarang papa Sola ga pernah mau pake hipseat. Hahaha

Hipseat i-Angel ini terbagi atas seat, body panel, teether pad, dan hood untuk kepala bayi. Kalau Sola lagi bangun dan minta gendong atau saya lagi santai bisa memeluk dia, saya hanya pakai dudukannya saja. Tinggal lilitkan dipinggang, pasang strap dan buckle, dan anak didudukkan disitu. Seat ini kokoh menurut saya. bahkan sampai sekarang tidak ada bagian yang gembos atau meleyot. Bagian body panel dapat dilepas atau disambung dengan seater sesuai kebutuhan kita. Pada umumnya saya menggunakan body panel juga agar tetap menyangga punggung belakang anak, apalagi kalau dia ternyata ketiduran saat digendong

Shoulder pad nya terbilang tebal sehingga tidak menyakiti pundak saat menggendong. Begitu juga dengan waist pad-nya. Teether dan hood jarang saya gunakan sebenarnya, karena kebanyakan Sola akan tertidur selama digendong. Penggunaan hood sepertinya akan bikin dia lebih gampang kegerahan, tau kan kepala anak kecil gampang banget basah keringat meskipun sudah di ruangan ber-AC.

Strap di bagian pinggang, kayak velcro, cukup panjang sehingga memudahkan ketika di adjust di pinggang penggendong. Lalu double safety dengan buckle. Buckle juga ada di bagian pundak kiri kanan dan di depan dada. Semuanya bisa disesuaikan dengan tubuh penggendong dengan mudah. Buckle-nya cukup keras menurutku, butuh tenaga sedikit untuk bisa memasang dan melepasnya. Tapi itu kan berarti bahwa bucklenya kokoh ya.

Cara membersihkan cukup mudah. Saya hanya membersihkan bagian yang kotor dengan kain basah dan diangin-anginkan saja

Awalnya emang cari ini di marketplace lalu baru tahu kalau diimpor khusus oleh BalitaKita. Tapi waktu saya ke salah satu babyshop di Pekanbaru ternyata ada dijual disitu. Yeayy.. Nama tokonya OOBabyPku (Jalan Dahlia). Waktu itu dia punya hipseat tapi yang tipe jumbo, trus akhirnya saya pesen sama ownernya untuk jenis yg saya mau. Harganya saya agak lupa, kalau gak salah sekitar 1,5juta sudah diskon. Penting ye diskon mah hahaha

What I like

  • Bantalan duduk kokoh. Sampai sekarang belum ada bagian yang meleyot atau kempes.
  • Super safety dengan strap dan buckle yang kokoh dan tidak gampang lepas.
  • Beban merata di punggung dan di pinggang, sehingga lebih nyaman bagi saya sebagai penggendong.
  • Bisa digunakan untuk gendong hadap depan, sehingga jarak pandang anak luas ketika ia bangun
  • Nyaman untuk back carry atau gendong belakang. Sewaktu usia anak masih sekitar 4 bulan, gendongan ini sudah saya gunakan sambil mengerjakan hal lain seperti PUMPING, memasak, atau cuci piring
  • Awet, bisa dipakai untuk gendong si adik (4 bulan) untuk membantu posisi menyusui dan digendong hadap depan tanpa menggunakan body panel gendongan.

What I don't like

  • Pricey. Tapi mungkin bisa dibilang ada harga, ada rupa. Belum bisa membandingkan dengan hipseat lokal karena belum pernah coba juga
  • Ukuran seat besar, tidak bisa dilipat dan makan tempat. Jujur, kalau anak sedang tidak mau digendong padahal kita sedang di luar, gendongan ini jadi besar sekali kalau ditenteng. Akhirnya saya tetap pakai saja di pinggang.

Secara umum, saya suka menggendong anak-anak saya. Selain memenuhi kebutuhan mereka akan rasa aman dan dicintai, menggendong juga stress relief untuk saya sebagai seorang mama. Pasti taulah ya, banyak rutinitas rumah yang tidak mungkin ditinggalkan apalagi no nanny no ART. Dengan menggendong, kita bisa tetap bersama anak sambil mengerjakan tugas lainnya. And Hipseat i-Angel carrier helped me a lot. Tapi jangan juga memaksakan diri mengerjakan semua tugas di rumah, sampe bersihin kamar mandi pun sambil gendong, hehehe. Menggendong juga jangan terlalu lama menurut saya. Kalau saya maksimal 2 jam gendong, anak saya turunkan atau letakkan di tempat tidur jika dia tertidur. Kebayang kalau kita tidur hadap kiri terus, pasti pegel kan, ya kira-kira gitu kalau anak digendong kelamaan.

Tips buat teman2 yang mau coba menggendong, kenali  dulu kamu cocok menggunakan gendongan apa Caranya sebelum membeli, sebisa mungkin mencoba dulu. Coba deh cek apakah di tempatmu ada komunitas gendong lokal. Biasanya disitu ada library yang bisa disewakan/dipinjamkan untuk member. Kalau memang tidak ada, kamu bisa pelajari satu per satu tipe-tipe gendongan sambil membandingkan plus minusnya.

Lastly, Happy babywearing 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *