Tips Berlatih Menggunakan Large Moveable Alphabet

by | Feb 12, 2021 | Montessori | 35 comments

Salah satu aparatus Montessori yang digunakan untuk pembelajaran bahasa adalah Large Moveable Alphabet. Aparatus ini merupakan sejumlah huruf yang cukup besar terbuat dari kayu dimana masing-masing huruf berjumlah lima, dengan warna merah pada konsonan dan warna biru pada vokal.

Sebenarnya, ini merupakan aparatus ketiga yang dikenalkan di area Bahasa Montessori. Sebelum Large Moveable Alphabet (selanjutnya disingkat LMA)  anak diperkenalkan dengan Metal Inset dan Sand Paper Letter.

Lha terus kenapa ini langsung bahas LMA? Simply, karena anak saya lagi banyak eksplore di aparatus ini, jadi sekalian pengen bahas di blog, aparatus lainnya nyusul lah ya wkwkwk

Persiapan Bahasa : Pra Menulis

Sebelum masuk ke area bahasa Montessori, anak perlu mendapatkan persiapan yang matang terlebih dahulu. Sebenarnya gak hanya di area bahasa saja sih. Semua pembelajaran Montessori sifatnya selalu bermula dari yang paling mudah ke yang paling sulit, dari yang sederhana ke yang kompleks. Hal ini bertujuan untuk membantu anak memiliki fondasi yang kuat sebelum belajar yang lainnya.

Sebelum bisa menulis, anak diberikan kesempatan untuk menguatkan otot jari dan tangan melalui  kegiatan di practical life dan sensorial. Sebagai contoh, anak perlu banyak melakukan latihan menjumput, menyendok, memindahkan, menuang untuk menguatkan otot jari dan tangan. Ini adalah persiapan anak menulis kelak. Anak perlu dikenalkan dan mengulang-ulang tactile excersice di area sensorial agar anak menjadi lebih peka terhadap tekstur dan nantinya lebih mudah mengenal simbol huruf melalui sand paper letters.

Dalam pendekatan Montessori, kita tidak mengajarkan anak teknis menulis. Karena menulis itu alamiah. Coba inget-inget usia usia berapa anak kita mulai sibuk mencoret-coret di tembok? Kita gak perlu mengajari mereka membuat garis atau bulatan. Semua terjadi dengan sendirinya oleh mereka sendiri. Sehingga dalam Montessori, memberikan anak kesempatan melakukan pengulangan terhadap metal inset, sand paper letters¸ dan LMA adalah cara yang digunakan. Kemampuan anak menulis akan keluar dengan sendirinya, dan dengan sedikit dukungan material yang bersifat inderawi akan membantu anak lebih baik lagi.

Bentar-bentar, mungkin saya perlu luruskan sedikit ya. Menulis disini bukan artinya plek-plekan nulis kata atau kalimat ya. Membangun kata juga adalah menulis, dan aparatus yang digunakan adalah LMA.

Berlatih Menggunakan LMA

Sebelum menggunakan LMA, anak harus sudah memiliki fondasi yang kuat dalam mengenal dan membedakan bunyi (sound) dari setiap huruf, mampu mendiskriminasi bentuk huruf, memiliki kepekaan pendengaran dan perabaan. Tentunya, sebelumnya sudah sering juga diajak bermain, dibacakan buku, dan menamakan benda-benda untuk menambah kosakata anak.

Jika anak kewalahan menggunakan LMA, tandanya ia belum siap, belum punya fondasi yang kokoh. Cek kembali, apa yang perlu dikuatkan sebelum berlatih dengan aparatus ini. Sebagai perkenalan dengan LMA, kita bisa berlatih 3 hal sebagai berikut:

 

1. Mengidentifikasi bunyi

Pertama kali menggunakan LMA, jelasin dulu bahwa LMA ini sama dengan huruf di sand paper letters, supaya anak tidak bingung. Kemudian, keluarkan satu huruf dan bunyikan. Lanjutkan dengan huruf berikutnya dan minta anak untuk membunyikannya. Cara lain, kita-lah yang membunyikan huruf kemudian minta anak untuk mengidentifikasinya dan meletakkannya di alas kerja.

2. Mencocokkan dengan sand paper letters

Letakkan sandpaper letters di samping LMA. Sampaikan bahwa huruf-huruf di kedua aparatus tsb sama. Kemudian, letakkan satu huruf dari kotak sand paper letters di atas alas kerja. Minta anak untuk menemukan huruf yang sama dari kotak LMA.

3. Mengidentifikasi bunyi dalam kata (fonetik)

Setelah anak familiar dengan kedua aparatus tersebut, kita bisa mulai menggunakan LMA untuk identifikasi bunyi dalam sebuah kata. Disini yang saya lakukan adalah mengatakan sebuah kata fonetik dan meminta anak mengidentifikasi bunyi apa saja yang didengarnya.

Fonetik artinya bunyi yang berdiri sendiri, tidak menghasilkan bunyi baru jika digabung dengan huruf lain. Contoh fonetik : cat, mat, map, hat. Contoh non fonetik : new, car, joy, toy. Perhatikan bahwa CVC words bisa jadi fonetik dan non fonetik, namun untuk mengenalkan di awal biasanya menggunakan fonetik.

Anak saya sulit mengenali bunyi huruf tengah (middle sound), bagaimana ya?

Iya betul. Sola juga gitu kok, hahaha. Anak-anak biasanya lebih mudah mengidentifikasi bunyi pertama dan bunyi terakhir. Dalam hal ini, kita membolehkan anak mengambil huruf terakhir dulu. Kemudian diberi tahu bahwa, ada satu huruf yang belum diambil dan berwarna biru. Ingatkan bahwa setiap kata yang sedang dilatih memiliki huruf tengah yang berwarna biru.

Latihan ini tidak mengajarkan anak membaca, jadi tidak perlu membacakan ulang kata-kata yang sudah dibuat. Jika ingin mereview, maka yang direview adalah bunyi yang dibuat. 

Berlatih LMA tidak langsung bisa. Perlu pengulangan berkali-kali hingga anak paham betul. Orangtuanya juga harus sabar dan perlahan-lahan mengulang-ulang suatu kata sampai anak bisa mengidentifikasi bunyi. Kalau anak stuck sama bunyi tertentu, monggo tandain dulu, lalu mundur sedikit ke sand paper letters untuk menguatkan lagi.

Dan lebih penting, pengulangan sebaiknya menggunakan cara yang bervariasi dan menyenangkan agar anak tidak bosan. Kali ini saya menyediakan kertas agar Sola menuliskan kembali kata-kata yang sudah dibentuk. Fyi, saya tidak mengajarkannya cara menulis huruf dengan pensil dan kertas. Berbekal latihan tracing di sand paper letter, visual dari bentuk huruf dia bisa melakukannya sendiri.

Jadi sebaiknya jangan memburu-buru anak karena ia akan siap pada waktunya jika sudah punya fondasi kuat dari stimulus yang kita berikan. Sekian dulu sharingku yaa, semoga bermanfaat 🙂

 

 

You May Also Like

Berkenalan dengan Matematika: Korespondensi Satu-Satu

Berkenalan dengan Matematika: Korespondensi Satu-Satu

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang mama yang DM saya melalui instagram dan bertanya, "anak saya belum tahu huruf (apalagi membaca) dan berhitung sama sekali. Apakah anak saya ketinggalan?" Dalam Montessori, kita meyakini bahwa setiap anak memiliki inner teacher...

35 Comments

  1. Andiyani Achmad

    salah satu cara yang cukup memudahkan anak-anak untuk belajar mengenal huruf dan akhirnya bisa merangkai menjadi kata-kata lalu menjadi kalimat, dan terbiasa untuk membaca dan menulis

    Reply
  2. winda - dajourneys.com

    semakin kesini semakin kreatif ya mbak pendidikan kita tuh 🙂 jaman anakku kecil aku kurang informasi seperti ini jadi nggak ngajarin anakku calistung karena aku mikirnya bakal bisa sendiri hahahaa

    Reply
    • Cicajoli

      Loh saya belum familiar dengan sistem Berlatih LMA ke anak mba.

      Lebih ke sound gitu, jadi jatohya anak belajar kata dari suara yang dihasilkan. Begitu ya mba ?

      Reply
  3. Demia - Beauty Blogger Bandung

    ini menarik banget yaaa, belajar jadi semakin asik dan seru sih sepertinyaaa, jadi kepo deh pengen cobain buat keponakan aku juga hehehehe

    Reply
  4. MpoRatne

    Berlatih LMA memang perlu kesabaran dan pengulangan kata. Tapi ini bisa mempermudah anak mengenal huruf dan pengucapan huruf

    Reply
  5. Jeanette Agatha

    Menarik sekali LMA ini, mbak. Anakku yg kedua lagi belajar utk membaca dan menulis. Kayaknya pakai ini lebih mudah ya. Walaupun kitanya juga harus sabar utk ngajarinnya

    Reply
    • Latifah Desti Lustikasari

      Waah keren banget, aku baru tau ada metode metode ginian untuk belajar mengenal huruf untuk anak. Nice kak, aku jadi ikutan belajar hitung hitung sebelum menikah hihi

      Reply
  6. nyi Penengah Dewanti

    Seru banget adek, aku jadi pengen punya juga kek gini mbak. Meski belum ada anak kecil seru banget ya
    Mengenalkan huruf kepada anak-anak sejak dini.

    Reply
  7. Larasatinesa

    Seru sekali LMA ini ya mbak. Jadi kayak bermain sambil belajar. Walau emang butuh kesabaran buat ajarinnya. Aku belum punya anak sih, tapi bisa jadi referensi nanti.

    Reply
    • Shafira Adlina

      Mbak Helena, aku penasaran Large MoVeable Alphabet ini memang khusus belajar kata bahasa Inggris? Atau bisa digunakan juga ya untuk bahasa Indonesia. Nah, kalau kata bahasa indonesia phonic itu gimana sih?

      Reply
      • Helena Magdalena

        Bisa banget dipakai untuk bahasa Indonesia. bedanya nanti kalau bahasa Indonesia, baiknya belajar dari suku kata dulu mbak : da-di-du-de-do, fa-fi-fu-fe-fo sebelum lanjut ke kata supaya lebih mudah dipahami anak.

        Reply
  8. Faradila Putri

    Thanks mbaak, anakku juga mengenal phonics dulu sih tapi dalam bahasa Indonesia. Ga pakai moveable gini tapi ada cookie cutter ABC hahaha jadi belajar pakai itu, seadanya.

    Reply
    • Helena Magdalena

      Lha ini lebih keren kamu mbak, memanfaatkan apa yang ada 🙂

      Reply
  9. leyla imtichanah

    Rajin banget mamanya ini stimulasi anaknya. Aku dulu sempet stimulasi pakai alfabet gini, eh hurufnya banyak yang hilang karena tercecer.

    Reply
  10. lendyagasshi

    Cara belajar yang menyenangkan membuat anak-anak bahagia saat belajar. Karena rasanya sepertinya bermain yaah…

    Reply
    • Mechta

      Menarik sekali ya mba..bisa bermain sambil belajar. Mulai umur berapa bisa mulai menggunakan aparatus ini?
      krucil kami 4 th sudah daftar PAUD sebenernya tapi blm mulai sekolah krn pandemi

      Reply
      • Helena Magdalena

        iya semoga cepet kelar pandemi ini huhuhu.. aparatus ini bisa dipakai mulai usia 3 tahunan mbak, syaratnya anak sudah bisa membedakan bentuk huruf dan bunyinya 🙂

        Reply
  11. Melissa Tjia

    Menarik juga metode LMA ini ya. Kalo anak aku masih belajar via Youtube atau dr kertas karton. Terus juga belajar nulis dari tugas sekolah. Hehehe

    Reply
  12. Ann Solo

    ini bisa aku terapakna untuk ponakan2ku dirumah nih, mba lena..meski emang kudu sabar ya ngnajarinnya wkwkw

    Reply
  13. Haryadi Yansyah | Omnduut

    Jadi keinget dulu pas kecil suka dibeliin orang tua kumpulan alphabet kayak gini. Walau dulu gak dilatih secara khusus, ya tetap aja jauh lebih baik karena ada unsur edukasinya.

    Menarik nonton videonya. Bisa bermain dan belajar menggunakan huruf dan angka.

    Reply
  14. Zikri Fadhilah

    Udah canggih-canggih banget metode ngajar anak sekarang. Mainan-mainannya juga edukatif. Bisa jadi referensi baru nih buat ngajarin anak calistung.

    Reply
  15. Brillie

    Sangat menarik nih. Kebetulan anakku lagi berlatih membaca, dan dia masih kesulitan waktu menyusun kata. Bisa nih dengan pakai LMA ini dia belajar menyusun kata sederhana yang sudah dia pelajari. Oh ya, warnanya memang dibedakan ya kalau huruf vokal dan konsonan?

    Reply
    • Helena Magdalena

      Iya mbak bisa dicoba 🙂 warnanya memang dibedakan untuk vokal dan konsonan

      Reply
  16. Fajarwalker.com

    Wah keren banget ya sistem yang digunakan, bisa bikin anak termotivasi belajar dengan sistem bermain.
    Zamanku dulu belum ada ginian. Adanya poster gitu yang full sama foto-foto hewan dan buah-buahan beserta namanya masing-masing, hehehe

    Reply
  17. Diah Alsa

    jadi pengen praktek ke si no.2 yang sudah mulai ikutan corat-coret dinding ini.
    itu contohnya pakai bahasa Inggris ya? kayaknya lebih mudah mencari contoh phonetic nya yaa emang 😀

    Reply
  18. Bundabiya.com

    aku mau beli ini maju mundur mba.. setelah baca tulisanmu kayaknya aku beli aja deh haha. soalnya harganya lumayan juga yaa.. tapi memang kayaknya lebih efektif dan menarik. soalnya kalau hanya kartu gitu, anakku males banget latihan. dia lebih suka pakai media lain kayak playdoh dan malah bikin2 huruf dari susunan benda

    Reply
    • Helena Magdalena

      Hahahaha…kalau telaten bisa diy mbak, diprint gitu di kertas. kalau mau ringkes ya beli aja. Lagian rasanya beda juga pegang yang hurufnya berbentuk sama yang di print hehehe

      Reply
  19. antung apriana

    aku awalnya mau bikinin huruf sandpaper gitu buat anakku tapi belum selesai juga. heu. yang agak jadi pertanyaan soal fonik ini kalau buat anak-anak bagusnya pakai fonik inggris apa Indonesia ya, mbak? Soalnya kan beberapa huruf berbeda pelafalannya dalam bahasa Inggris dan Indonesia

    Reply
    • Helena Magdalena

      Menurut saya, fonik inggris atau Indonesia bisa diterapkan, selama konsisten jangan dicampur aduk, agar anaknya ndak bingung. Kalau menggunakan fonik bahasa Indonesia, nanti untuk belajar kata, baiknya dilanjut membaca suku kata dulu sebelum membaca kata, misal : da-di-du-de-do dst

      Reply
  20. Rahmah

    Senang ya kalau ada media seperti ini
    Nanti anakku yang kedua mungkin akan saya kenalkan karena sebentar lagi 2 tahun
    Kalau yang pertama sih sudah 6 tahun
    Alfabet sudah lancar

    Reply
  21. Lisa - limaura.com

    Dear mbak Helena,
    Ini bagus banget pengalamannya. Saya jadi ingin mencoba untuk anak… Karena saya rasa anak saya sudah siap menulis, sudah bisa mengeja dan membedakan huruf, namun belum kuat tangan untuk menulis. Semoga dengan latihan ini berulang-ulang, bisa memotivasi dia untuk menulis.
    Trims bangett share nya mbak, salam kenal ^^

    Reply
    • Helena Magdalena

      Salam kenal Mbak Lisa 🙂 silakan dicoba mbak, karena betul kalo kita memaksa anak menulis sementara tangannya belum kuat takutnya dia jadi ga mau megang pensil..bisa dicoba pakai LMA dulu 🙂

      Reply
  22. jihan fauziah

    Aku dikit2 lagi nerapin montessori juga. Cuma nggak ikut kursus atau sekolah diplomanya. Banyak baca2 aja… buat anakku yg skr udah 2 tahun. Seru sih, mbak… untuk aparatus yang ini aku masih nunggu usianya pas buat belajar ini. btw ini pertama kalinya aku berkunjung kemari. Salam kenal mbak…. aku mampir berkeliling yaa…

    Reply
    • Helena Magdalena

      Salam kenal Mbak Jihan, monggo silakan diliat2 mbak. Aku juga seneng deh Mbak Jihan bahas ttg hukum dan perempuan, Jarang banget soalnya 🙂

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This