Tips Berlatih Menggunakan Large Moveable Alphabet

by | Feb 12, 2021 | Montessori | 13 comments

Salah satu aparatus Montessori yang digunakan untuk pembelajaran bahasa adalah Large Moveable Alphabet. Aparatus ini merupakan sejumlah huruf yang cukup besar terbuat dari kayu dimana masing-masing huruf berjumlah lima, dengan warna merah pada konsonan dan warna biru pada vokal.

Sebenarnya, ini merupakan aparatus ketiga yang dikenalkan di area Bahasa Montessori. Sebelum Large Moveable Alphabet (selanjutnya disingkat LMA)  anak diperkenalkan dengan Metal Inset dan Sand Paper Letter.

Lha terus kenapa ini langsung bahas LMA? Simply, karena anak saya lagi banyak eksplore di aparatus ini, jadi sekalian pengen bahas di blog, aparatus lainnya nyusul lah ya wkwkwk

Persiapan Bahasa : Pra Menulis

Sebelum masuk ke area bahasa Montessori, anak perlu mendapatkan persiapan yang matang terlebih dahulu. Sebenarnya gak hanya di area bahasa saja sih. Semua pembelajaran Montessori sifatnya selalu bermula dari yang paling mudah ke yang paling sulit, dari yang sederhana ke yang kompleks. Hal ini bertujuan untuk membantu anak memiliki fondasi yang kuat sebelum belajar yang lainnya.

Sebelum bisa menulis, anak diberikan kesempatan untuk menguatkan otot jari dan tangan melalui  kegiatan di practical life dan sensorial. Sebagai contoh, anak perlu banyak melakukan latihan menjumput, menyendok, memindahkan, menuang untuk menguatkan otot jari dan tangan. Ini adalah persiapan anak menulis kelak. Anak perlu dikenalkan dan mengulang-ulang tactile excersice di area sensorial agar anak menjadi lebih peka terhadap tekstur dan nantinya lebih mudah mengenal simbol huruf melalui sand paper letters.

Dalam pendekatan Montessori, kita tidak mengajarkan anak teknis menulis. Karena menulis itu alamiah. Coba inget-inget usia usia berapa anak kita mulai sibuk mencoret-coret di tembok? Kita gak perlu mengajari mereka membuat garis atau bulatan. Semua terjadi dengan sendirinya oleh mereka sendiri. Sehingga dalam Montessori, memberikan anak kesempatan melakukan pengulangan terhadap metal inset, sand paper letters¸ dan LMA adalah cara yang digunakan. Kemampuan anak menulis akan keluar dengan sendirinya, dan dengan sedikit dukungan material yang bersifat inderawi akan membantu anak lebih baik lagi.

Bentar-bentar, mungkin saya perlu luruskan sedikit ya. Menulis disini bukan artinya plek-plekan nulis kata atau kalimat ya. Membangun kata juga adalah menulis, dan aparatus yang digunakan adalah LMA.

Berlatih Menggunakan LMA

Sebelum menggunakan LMA, anak harus sudah memiliki fondasi yang kuat dalam mengenal dan membedakan bunyi (sound) dari setiap huruf, mampu mendiskriminasi bentuk huruf, memiliki kepekaan pendengaran dan perabaan. Tentunya, sebelumnya sudah sering juga diajak bermain, dibacakan buku, dan menamakan benda-benda untuk menambah kosakata anak.

Jika anak kewalahan menggunakan LMA, tandanya ia belum siap, belum punya fondasi yang kokoh. Cek kembali, apa yang perlu dikuatkan sebelum berlatih dengan aparatus ini. Sebagai perkenalan dengan LMA, kita bisa berlatih 3 hal sebagai berikut:

 

1. Mengidentifikasi bunyi

Pertama kali menggunakan LMA, jelasin dulu bahwa LMA ini sama dengan huruf di sand paper letters, supaya anak tidak bingung. Kemudian, keluarkan satu huruf dan bunyikan. Lanjutkan dengan huruf berikutnya dan minta anak untuk membunyikannya. Cara lain, kita-lah yang membunyikan huruf kemudian minta anak untuk mengidentifikasinya dan meletakkannya di alas kerja.

2. Mencocokkan dengan sand paper letters

Letakkan sandpaper letters di samping LMA. Sampaikan bahwa huruf-huruf di kedua aparatus tsb sama. Kemudian, letakkan satu huruf dari kotak sand paper letters di atas alas kerja. Minta anak untuk menemukan huruf yang sama dari kotak LMA.

3. Mengidentifikasi bunyi dalam kata (fonetik)

Setelah anak familiar dengan kedua aparatus tersebut, kita bisa mulai menggunakan LMA untuk identifikasi bunyi dalam sebuah kata. Disini yang saya lakukan adalah mengatakan sebuah kata fonetik dan meminta anak mengidentifikasi bunyi apa saja yang didengarnya.

Fonetik artinya bunyi yang berdiri sendiri, tidak menghasilkan bunyi baru jika digabung dengan huruf lain. Contoh fonetik : cat, mat, map, hat. Contoh non fonetik : new, car, joy, toy. Perhatikan bahwa CVC words bisa jadi fonetik dan non fonetik, namun untuk mengenalkan di awal biasanya menggunakan fonetik.

Anak saya sulit mengenali bunyi huruf tengah (middle sound), bagaimana ya?

Iya betul. Sola juga gitu kok, hahaha. Anak-anak biasanya lebih mudah mengidentifikasi bunyi pertama dan bunyi terakhir. Dalam hal ini, kita membolehkan anak mengambil huruf terakhir dulu. Kemudian diberi tahu bahwa, ada satu huruf yang belum diambil dan berwarna biru. Ingatkan bahwa setiap kata yang sedang dilatih memiliki huruf tengah yang berwarna biru.

Latihan ini tidak mengajarkan anak membaca, jadi tidak perlu membacakan ulang kata-kata yang sudah dibuat. Jika ingin mereview, maka yang direview adalah bunyi yang dibuat. 

Berlatih LMA tidak langsung bisa. Perlu pengulangan berkali-kali hingga anak paham betul. Orangtuanya juga harus sabar dan perlahan-lahan mengulang-ulang suatu kata sampai anak bisa mengidentifikasi bunyi. Kalau anak stuck sama bunyi tertentu, monggo tandain dulu, lalu mundur sedikit ke sand paper letters untuk menguatkan lagi.

Dan lebih penting, pengulangan sebaiknya menggunakan cara yang bervariasi dan menyenangkan agar anak tidak bosan. Kali ini saya menyediakan kertas agar Sola menuliskan kembali kata-kata yang sudah dibentuk. Fyi, saya tidak mengajarkannya cara menulis huruf dengan pensil dan kertas. Berbekal latihan tracing di sand paper letter, visual dari bentuk huruf dia bisa melakukannya sendiri.

Jadi sebaiknya jangan memburu-buru anak karena ia akan siap pada waktunya jika sudah punya fondasi kuat dari stimulus yang kita berikan. Sekian dulu sharingku yaa, semoga bermanfaat 🙂

 

 

You May Also Like

Montessori di Rumah, Mulailah dari Filosofinya

Montessori di Rumah, Mulailah dari Filosofinya

Yeayy akhirnya setelah setahun belajar diploma Montessori, saya lulus juga. Senang sekaligus bangga karena saya berhasil melaluinya meskipun tidak mudah. Sempat sakit dan dioperasi, kepergian Bapak, memasuki masa trimester pertama yang memabukkan dan mengalami kabut...

13 Comments

  1. Andiyani Achmad

    salah satu cara yang cukup memudahkan anak-anak untuk belajar mengenal huruf dan akhirnya bisa merangkai menjadi kata-kata lalu menjadi kalimat, dan terbiasa untuk membaca dan menulis

    Reply
  2. winda - dajourneys.com

    semakin kesini semakin kreatif ya mbak pendidikan kita tuh 🙂 jaman anakku kecil aku kurang informasi seperti ini jadi nggak ngajarin anakku calistung karena aku mikirnya bakal bisa sendiri hahahaa

    Reply
    • Cicajoli

      Loh saya belum familiar dengan sistem Berlatih LMA ke anak mba.

      Lebih ke sound gitu, jadi jatohya anak belajar kata dari suara yang dihasilkan. Begitu ya mba ?

      Reply
  3. Demia - Beauty Blogger Bandung

    ini menarik banget yaaa, belajar jadi semakin asik dan seru sih sepertinyaaa, jadi kepo deh pengen cobain buat keponakan aku juga hehehehe

    Reply
  4. MpoRatne

    Berlatih LMA memang perlu kesabaran dan pengulangan kata. Tapi ini bisa mempermudah anak mengenal huruf dan pengucapan huruf

    Reply
  5. Jeanette Agatha

    Menarik sekali LMA ini, mbak. Anakku yg kedua lagi belajar utk membaca dan menulis. Kayaknya pakai ini lebih mudah ya. Walaupun kitanya juga harus sabar utk ngajarinnya

    Reply
  6. nyi Penengah Dewanti

    Seru banget adek, aku jadi pengen punya juga kek gini mbak. Meski belum ada anak kecil seru banget ya
    Mengenalkan huruf kepada anak-anak sejak dini.

    Reply
  7. Larasatinesa

    Seru sekali LMA ini ya mbak. Jadi kayak bermain sambil belajar. Walau emang butuh kesabaran buat ajarinnya. Aku belum punya anak sih, tapi bisa jadi referensi nanti.

    Reply
  8. Faradila Putri

    Thanks mbaak, anakku juga mengenal phonics dulu sih tapi dalam bahasa Indonesia. Ga pakai moveable gini tapi ada cookie cutter ABC hahaha jadi belajar pakai itu, seadanya.

    Reply
  9. leyla imtichanah

    Rajin banget mamanya ini stimulasi anaknya. Aku dulu sempet stimulasi pakai alfabet gini, eh hurufnya banyak yang hilang karena tercecer.

    Reply
  10. lendyagasshi

    Cara belajar yang menyenangkan membuat anak-anak bahagia saat belajar. Karena rasanya sepertinya bermain yaah…

    Reply
  11. Ann Solo

    ini bisa aku terapakna untuk ponakan2ku dirumah nih, mba lena..meski emang kudu sabar ya ngnajarinnya wkwkw

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest

Share This